Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
62. Akan Melahirkan


__ADS_3

Seorang perempuan yang baru selesai memakai pakaiannya karena baru mandi pagi berteriak.


"Aaaaaahhhh Mas Sakti sakit!! Pekiknya yang berteriak kencang saking sakitnya dibagian perut bawahnya yang buncit itu.


Andra hari ini dinyatakan sudah sembuh dari penyakitnya, walaupun belum sembuh total. Tapi, ke dua orang tuanya sudah mengijinkan Andra keluar rumah sendirian.


Tetapi, untuk urusan mengendarai mobilnya belum bisa diijinkan seperti dahulu sewaktu dia belum sakit.


Seorang perempuan yang baru selesai memakai pakaiannya karena baru mandi pagi berteriak histeris.


"Aaaaaahhhh Mas Sakti sakit!! Pekiknya yang berteriak kencang saking sakitnya dibagian perut bawahnya yang buncit itu.


Sakti yang berada di lantai bawah Rumahnya yang sedang menyantap sarapan paginya, dibuat terkejut dengan teriakan dari istrinya. Dia segera menghentikan aktivitasnya lalu berlari ke arah atas tepatnya di kamarnya.


Sakti mendorong kuat pintu kayu jati bercat putih itu. Dengan sekuat tenaga, pintu itu berhasil terdorong dan terbuka. Padahal tanpa mendobrak pintu itu, pintunya akan terbuka dengan mudah karena kebetulan tidak terkunci.


Sakti mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya, tapi tidak melihat keberadaan dari Nafeesa yang tadi berteriak histeris memanggil namanya.


Hingga sudut ekor matanya melihat Nafeesa sudah terbaring di atas lantai keramik. Tubuhnya Naf dengan kucuran darah menetes membasahi pahanya hingga pakaian sudah penuh dengan noda.


"Nafeesa apa yang terjadi padamu!!" Pekik Sakti lalu segera menggendong tubuh istrinya lalu berjalan tergesa-gesa menuruni tangga.


"Noel!! Persiapkan mobil, Nyonya Muda akan melahirkan teriaknya kepada asisten pribadinya sekaligus anak dari pamannya yang masih ada hubungan kekerabatan walaupun sudah jauh.


Noel tanpa banyak pikiran segera melaksanakan perintah dari Sakti. Beberapa maid yang melihat hal tersebut segera berlari ke arah kamar bayi yang sudah dipersiapkan oleh mereka.


Maid tersebut mengambil beberapa tas yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, jika Nyonya muda mereka akan melahirkan. Tanpa diperintah terlebih dahulu.


"Tuan Muda,ini perlengkapan bayi kembarnya Nyonya Muda," teriak Aida dan Aminah yang berlari tergopoh-gopoh ke arah mobil yang sudah ada di dalamnya Nafeesa yang terbaring lemah.

__ADS_1


"Mas, sakit sekali," keluhnya Nafeesa yang memegang perutnya yang semakin membuncit dari hari ke hari.


"Aminah tolong segera telpon Nenek katakan padanya jika, istriku akan melahirkan," ucap Sakti lalu mobilnya melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Mobil itu membelah jalan ibu kota Berlin dengan kecepatan yang sangat tinggi. Raut wajahnya Nafeesa sudah memucat, peluh keringat membasahi pipi dan seluruh tubuhnya.


Sesekali ia meringis kesakitan saat ada kontraksi yang terjadi dari dalam rahimnya. Sedangkan Sakti sangat ketakutan dan khawatir melihat kondisi dari istrinya yang sudah tidak baik-baik saja.


"Noel tolong cepat,aku tidak ingin terjadi sesuatu pada anak-anakku dan istriku," teriaknya dengan suara yang lantang.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan pintu masuk rumah sakit. Beberapa perawat yang melihat kedatangannya yang sudah mempersiapkan bangkar dan ruangan khusus untuk bersalin, sesuai dengan yang diperintahkan oleh dokter Bernetta yang ditugaskan oleh Nyonya Dea menangani kesehatan dari kandungannya Nafeesa.


"Tolong dokter selamatan istri dan anak-anakku," ujarnya Sakti dengan wajahnya yang sudah memucat ketakutan.


"Bawa segera ke dalam ruangan operasi, ayo cepat, Nyonya Nafeesa tidak mungkin bisa lagi untuk melahirkan dengan normal sesuai dengan keinginan awalnya," terang dokter yang ikut berlari mendorong bangkar yang sudah ada di atasnya Nafeesa.


Sakti tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan buah hatinya dan istrinya tersayang.


Sakti sangat bahagia dan bersyukur karena Nafeesa bisa mengerti dan menerima segala kekurangan yang dimilikinya tanpa protes atau pun marah.


"Ya Allah… selamatkan lah anak-anak dan Istriku," gumamnya yang ingin masuk ke dalam ruangan operasi tapi, segera dihentikan langkahnya oleh perawat.


"Stop Pak, Anda tidak bisa masuk ke dalam ruangan, itu sama saja dengan mengganggu pekerjaan kami," tutur Suster yang melarang Sakti untuk masuk ke dalam.


Nyonya Dea dan Prita pun sudah datang di rumah sakit.


"Prita,apa semua yang aku katakan padamu sudah kamu laksanakan dengan baik dan aman?" Tanyanya yang berjalan tergesa-gesa kami tidak ingin terlambat.


"Semuanya sudah aku laksanakan sesuai dengan apa yang Nyonya arahkan dan perintahkan kepadaku," jawab Prita dengan seulas senyum tipisnya.

__ADS_1


"Oke, kerjakan secepatnya dan jangan biarkan ada kesalahan sedikit pun, karena keadaan Nafeesa bisa membantu kita menjalankan dan memudahkan rencana kita kedepannya," terangnya Nyonya Dea yang semakin menambah kecepatan langkahnya.


Prita segera meninggalkan Nyonya Dea tepat di depan belokan lobby rumah sakit.


"Semoga mereka baik-baik saja dan selamat," lirih Prita.


Sedangkan Andra tanpa izin dari kedua orang tuanya dan keluarganya, dia mengambil kunci mobilnya setelah dinyatakan sembuh dari sakitnya.


Tiga bulan lebih di rawat dan diterapi di salah satu Rumah Sakit Swasta termahal yang ada di Kota Berlin Jerman.


"Aku yakin dengan sangat, kalau istriku Nafeesa ada di Jerman, aku akan mencarinya hingga ketemu" cicitnya.


...Andra kemudian menyalakan mesin mobilnya tanpa membawa hpnya bersamanya keluar....


...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Cinta dan Dendam...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Pelakor Pilihan...

__ADS_1


...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......


__ADS_2