Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
76. Fakta Baru


__ADS_3

"Baik Nyonya perintah siap dilaksanakan," ujarnya lalu berjalan ke arah luar setelah dia diperintahkan pergi dari sana oleh Nyonya Dea dengan kode dan isyarat menggunakan jari tangannya.


Nyonya Dea tersenyum penuh kemenangan,"akhirnya apa yang telah lama aku tunggu bertahun-tahun lamanya akan segera terwujud juga, Nafeesa terlalu lugu,polos dan naif sehingga sangat mudah untuk membohongi, menipunya, memanfaatkan, memanipulasi keadaan," cecarnya.


Dia lalu tertawa terbahak-bahak karena tinggal selangkah lagi menuju kemenangan dan keberhasilannya untuk menguasai seluruh harta kekayaan Sakti.


"Hanya satu hal yang aku sesalkan dan aku tidak terima kenapa Mas Sakti menutupi semua kenyataan itu dariku, apa Mas Sakti sama sekali tidak mempercayai dan tidak mrnganggapku sebagai istrinya bagian dari hidupnya?" Gumamnya yang masih duduk di kursi taman di atas ayunan.


Nafeesa bagaikan anak kecil yang berayun-ayun di siang hari itu. Dia tidak peduli dengan panasnya terik matahari yang menerpa punggungnya, sama sekali tidak dia hiraukan.


Air matanya sedari tadi masih setia membasahi pipinya. Dia tidak menyangka jika nasib rumah tangganya jadinya akan berakhir seperti ini lagi.


"Ya Allah… cukup sekali aku merasakan sakitnya bercerai dengan mantan suamiku jangan biarkan kali ini berakhir seperti itu juga," cicitnya.


Setelah berbincang-bincang dengan Nafeesa, Nyonya Dea meninggalkan rumah kediaman Nafeesa dan Sakti. Dia kembali ke rumahnya dengan perasaan yang bahagia yang membuncah di dalam hatinya.


"Prita utus beberapa orang yang bisa mengawasi semua gerak geriknya Nafeesa dan anaknya, aku tidak ingin dia membawa kabur tambang emasku dari sisi hidupku," umpatnya Nyonya Dea yang akan murka jika hal itu terjadi.


"Baik Nyonya," sahut Prita yang segera menjalankan perintah yang ditugaskan oleh Nyonya Dea untuknya.


"Apa pun akan aku Lakukan asalkan Daffin bersamaku, kenapa aku memilih hanya satu diantara mereka karena Daffa penyakitan, aku tidak mau menghabiskan uangku hanya untuk terus-menerus mengobatinya," pungkasny la Nyonya Dea sambil menekan tombol suami pertamanya hingga detik ini juga.

__ADS_1


"Ya Allah… kenapa Nyonya Dea sangat berubah? Padahal dulu tidak seperti ini, apa karena kedatangan kembali mantan suaminya itu yah?" Batinnya Prita yang keheranan dan tidak menyangka dengan semua itu.


"Nyonya Dea sikapnya tidak seperti 12 tahun lalu, sebelum Tuan Muda Sakti menikah dengan Nyonya Muda Naf, aku sangat kasihan dengan Naf," gumamnya Prita yang sudah menghubungi beberapa anak buahnya yang paling bisa dipercaya dan diandalkan.


Prita menjelaskan secara detail tentang rencana yang diembannya yang akan disampaikan ke anak buahnya yang bersumber dari perintah Nyonya Dea.


Sedangkan Sakti hari itu mendatangi pengacara kakeknya sekaligus sahabat mendiang Ayahnya. Dia ingin memperbaharui surat wasiatnya.


Awalnya dia berniat untuk memberikan sebagian hartanya untuk Neneknya Dea, tapi satu kenyataan yang baru di dengarnya membuatnya sangat shock dan terkejut.


"Assalamu alaikum, selamat datang nak di kantornya paman," sapa Pak Ruslan, SH.


"Silahkan duduk Nak dan tolong periksa semua berkas ini apa sudah sesuai dengan yang kamu inginkan atau belum dan paman harap kamu tidak terkejut dengan apa yang akan paman katakan sebelum terlambat," jelas Pak Ruslan.


Sakti spontan menatap tajam ke arah Pak Ruslan karena tidak mengerti dari arah dan maksud perkataannya.


Raut wajah kebingungan dan keheranan diperlihatkannya. Dia tidak tahu apa maksud dari ucapan pamannya itu.


"Santai saja Nak, jangan jadikan beban dan diambil hati paman, dan apa yang akan paman katakan padamu nanti, paman Hanya berharap jangan berubah pada nenekmu," tuturnya Pak Ruslan.


Bagi Sakti itu adalah sebuah teka-teki yang cukup mampu membuatnya kebingungan.

__ADS_1


"Apa maksudnya Paman berkata seperti itu dan apa hubungannya dengan Nenek?" Batinnya Sakti.


...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….

__ADS_1


__ADS_2