
"Prita bagaimana dengan yang aku perintahkan padamu, apa semuanya sudah kamu urus?" Tanyanya Nyonya Dea sembari menuang minuman beralkohol ke dalam gelasnya yang sedari tadi tersedia di depannya.
"Sudah Nyonya, sesuai dengan apa yang Nyonya perintahkan," jawabnya seraya menundukkan kepalanya yang tidak ingin bertatapan langsung dengan junjungannya.
"Kerja yang bagus,akhir bulan aku akan memberikan kepadamu dua kali lipat bonus dari seperti biasanya," pungkasnya yang sesekali menyesap minumannya itu.
"Semoga saja apa yang aku lakukan sewaktu di Washington DC tidak diketahui oleh Nyonya Dea hingga nanti," Prita membatin dengan tatapannya sendu ke arah Nyonya Dea.
"Apa itu kurang Prita?" Tanyanya yang kebingungan melihat Prita yang melamun seperti seseorang yang sedang memikirkan banyak hal yang sangat berat.
Tapi Prita belum menanggapi perkataan dari Nyonya Dea.
"Apa yang terjadi padanya, jangan-jangan kesambet setan atau makhluk halus saat dalam perjalanan pulang," ucapnya yang bergidik ngeri dengan ucapannya sendiri.
Nyonya Dea langsung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Prita yang tiba-tiba terdiam tanpa gerakan apa pun yang dia lakukan. Tanpa sepatah kata pun dia terdiam dalam lamunannya hingga seperti sebuah mobil patung saja.
"Bagaimana kalau Nyonya tahu kalau aku tidak membunuh bayinya pasti dia akan murka padaku bahkan mungkin aku akan dibunuhnya, semoga saja itu tidak terjadi ya Tuhan," batinnya Prita.
Nyonya Dea memutuskan untuk menepuk pundaknya Prita agar segera tersadar dari kebisuan dan kebekuannya.
__ADS_1
"He eehhh apaan tuh!!" Ucap spontan Prita saat dikagetkan oleh Nyonya Dea agar segera mengakhiri lamunannya itu.
Prita mengelus dadanya saking kagetnya saat dipukul oleh Nyonya Dea.
"Apa yang terjadi padamu Prita? Sedari tadi aku manggil kamu tapi kamu tidak ada reaksi sedikitpun bahkan aku menganggap kamu sudah dirasuki oleh roh jahat penunggu pohon tomat," terang Bu Dea.
Hehehehe," aku baik-baik saja kok Bu, ehh Nyonya aku hanya teringat dengan orang di rumah saja Nyonya tidak lebih dan tidak ada yang lain," jawabnya yang ketakutan jika dia ketahuan memikirkan hal itu.
Prita sedikit gelagapan dan tergagap karena terkejut dengan pukulan dari tangannya Nyonya Dea.
"Emangnya kenapa dengan keluargamu di rumah? Apa mereka baik saja?" Tanyanya Nyonya Dea.
"Eh anu Nyonya, mereka butuh biaya karena kakakku akan melahirkan," ucapnya yang sedikit bumbu kebohongan walaupun kakaknya memang hamil tapi baru delapan bulan.
"Baiklah aku akan kirimkan sejumlah uang untuk biaya melahirkan kakakmu tapi, ingat setelah ini bekerja lah dengan sebaiknya dan jangan mengulang lagi untuk terus melamun itu berbahaya, bisa-bisa kamu membawa masuk hantu ke dalam sini," terangnya Nyonya Dea yang mulai ketakutan dengan makhluk halus.
"Baik Nyonya perintah siap dilaksanakan," ujarnya lalu berjalan ke arah luar setelah dia diperintahkan pergi dari sana oleh Nyonya Dea dengan kode dan isyarat menggunakan jari tangannya.
Nyonya Dea tersenyum penuh kemenangan,"akhirnya apa yang telah lama aku tunggu bertahun-tahun lamanya akan segera terwujud juga, Nafeesa terlalu lugu,polos dan naif sehingga sangat mudah untuk membohongi, menipunya, memanfaatkan, memanipulasi keadaan," cecarnya.
__ADS_1
Dia lalu tertawa terbahak-bahak karena tinggal selangkah lagi menuju kemenangan dan keberhasilannya untuk menguasai seluruh harta kekayaan Sakti.
...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Cinta dan Dendam...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Pelakor Pilihan...
...8. Hanya Sekedar Pengasuh...
__ADS_1
...9. Ceo Pesakitan...
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......