Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
56. Sebuah Mimpi


__ADS_3

"Maaf anda siapa dan kenapa mencari Tuan Besar?" Tanyanya yang bertanya balik kehadapan Pak Handoko.


"Saya teman kuliahnya dulu di Inggris dan kebetulan saya sangat butuh bantuannya Tuan Besar sekarang juga kalau beliau ada di dalam," jelas Pak Handoko.


"Maaf pak Tuan besar sudah lama tinggal di Berlin Jerman sekitar satu tahun yang lalu dan beliau belum pernah kembali lagi ke Jakarta," tutur Pak Security.


"Ya Allah… kenapa kami sulit sekali untuk bertemu dengannya ?" Batinnya yang sangat sedih dengan kegagalan mereka yang kedua kalinya.


Pak Handoko tidak menduga bahwa teman sekaligus dokter spesialis jiwa itu tidak ada di rumahnya dan ternyata sudah hampir setahunan lebih beliau tinggal di Berlin, Jerman.


Pak Handoko berjalan dengan lunglai ke arah mobil tempat istri dan putranya berada.


"Bagaimana Ayah, apa dokter Bertrand ada dan kapan beliau bisa memeriksa kondisi penyakit putra kita?" Cecar Ibu Anna yang sudah menyerang suaminya dengan berbagai macam pertanyaan.


"Beliau tidak ada di dalam sana, katanya Security yang menjaga keamanan rumahnya, dia sudah pindah dan menetap di luar negeri," jawabnya yang tertunduk lesu.


"Apa!!!! Itu tidak mungkin Ayah?" Pekik Ibu Anna yang sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Pak Handoko segera memeluk tubuh istrinya yang berusaha menenangkan istrinya tersebut agar tabah dan ikhlas menerima kenyataan ini.


"Ya Allah… kenapa semua bisa seperti ini, susah sekali untuk bertemu dengan dokter Bertrand?" Keluh Bu Anna yang membalas pelukan suaminya.


"Ibu, bagaimana kalau kita menyusul Dokter Bertrand dan membawa Andra berobat di sana saja?" Tanyanya Pak Handoko yang mengusulkan kepada istrinya untuk membawa Andra berobat ke luar negeri tepatnya di Jerman.

__ADS_1


"Itu ide yang bagus Ayah, jangan menundanya lagi," jawabnya yang kemudian menghapus sisa air matanya lalu tersenyum menanggapi usulan dan rencana suaminya itu.


"Kalau gitu aku meminta alamatnya terlebih dahulu kepada penjaga rumahnya agar memudahkan kita ke sana," ucap Pak Handoko lalu berjalan turun ke arah pos Security.


Setelah berbincang-bincang beberapa menit, pak Handoko sudah mengantongi alamat rumah dan tempat kerjanya Dokter Bertrand yang ada di Berlin.


"Ayo kita segera pulang untuk mempersiapkan keberangkatan kita besok pagi," ujarnya Pak Handoko yang sudah duduk di jok belakang di sampingnya Andra yang hanya terdiam membeku di tempatnya.


"Jalan Pak supir, oiya tolong ibu-ibu yang dulu biasa datang ke rumahnya Andra mulai besok harus bekerja di sana untuk menjaga rumah dan membersihkannya selama kami berada di Jerman," perintah Ibu Anna ke hadapan Pak Supirnya.


"Baik Nyonya, perintah Nyonya besar akan saya laksanakan secepatnya," sahut Pak Supir yang melirik sepintas lalu ke arah majikannya.


Mobil mereka melaju dengan kecepatan yang sedang, yang membelah jalan ibu kota Jakarta. Mereka sudah memutuskan untuk membawa Andra berobat ke luar negeri yaitu Jerman negara yang mereka pilih.


Andra berteriak kencang di tengah malam buta. Nafasnya ngos-ngosan, peluh keringat bercucuran membasahi pipinya. Wajahnya nampak tegang.


Dia bermimpi melihat ada bayi kembar yang ingin ditabrak sebuah mobil sedan Corolla Altis yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi di atas jalan aspal.


Ia pun berteriak kencang saking takutnya melihat anak kembar yang berada di dalam masing-masing kereta dorongnya yang berwarna cerah.


"Tidak!!!!" teriaknya kemudian terbangun dari tidurnya yang baru beberapa menit terlelap itu.


ibu Anna dan Pak Handoko sama sekali tidak mengetahui dengan kejadian tersebut. Andra kembali berusaha untuk memejamkan matanya karena rasa ngantuk yang kembali menderanya.

__ADS_1


Keesokan paginya, Pak Handoko, Ibu Anna dan juga Andra sudah berada di pesawat menuju ke Jerman.


Mereka berharap agar usahanya kali ini berhasil dan membuahkan hasil yang maksimal sehingga Andra bisa segera bisa disembuhkan penyakitnya.


Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2