
Nafeesa masih terdiam di tempatnya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Jawab tidak, pasti Nyonya Dea sedih dan kecewa. Jawab ya, itu juga tidak mungkin dia lakukan dimana dia masih sangat mencintai Andra mantan suaminya. Nafeesa bungkam seribu bahasa. Nyonya Dea memperhatikan Nafeesa yang terdiam mematung tanpa kata.
"Bagaimana Nafeesa, apa jawabanmu?" Tanya Nyonya Dea.
"Apa aku bisa berfikir beberapa hari untuk memutuskannya Bu?" Tanyanya Nafeesa yang berharap agar diberikan waktu untuk berfikir beberapa hari.
"Maaf Naf, Nenek sangat berharap kamu menyetujui permintaan dari Nenek, dan anggap saja kamu menolong seorang Nenek yang ingin melihat cucunya bahagia disisa hidupnya," jawab Nyonya Dea yang meneteskan air matanya sembari memegangi kedua tangannya Nafeesa.
"Tapi, Nyonya statusku yang masih istri orang secara negara, walaupun suamiku sudah menceraikan aku secara agama," jelasnya yang sama sekali tidak membuat Nyonya Dea mempermasalahkan hal itu.
"Kalau gitu, urus semua surat-surat perceraian kamu dulu setelah selesai barulah kamu menikah dengan cucuku Sakti," ujarnya.
Nafeesa sebenarnya sangat tidak ingin menginjakkan kakinya di Pengadilan Agama,karena dia masih berharap suaminya dan dia kembali bersatu lagi. Dia juga sama sekali tidak membenci Suaminya karena setahu dia Andra adalah tipe pria yang baik, tapi setelah dia bertemu dan menikah dengan Lidya semuanya sudah berubah.
"Kamu jangan khawatirkan masalah pengacara yang akan membantumu, Nenek akan mengutus seorang pengacara untuk membantu kamu mengurus semuanya agar tidak membutuhkan waktu yang lama," terang Bayinya Dea.
Nafeesa menjadi bimbang, hingga kepalanya tiba-tiba pusing, pandangannya mulai kabur, apa yang dilihatnya sudah berputar seperti dengan wajahnya Nyonya Dea yang dilihatnya sudah seperti orang yang kembar siam saja.
__ADS_1
Nafeesa sudah tidak mendengar baik perkataan dari Nyonya Dea. Dia tidak bisa menangkap perkataan dan suara Nyonya Dea dengan baik, hingga pandangannya kabur dia pun terjatuh ke atas lantai.
"Nafeesa!!!" Teriak Nyonya Dea.
Teriakan Nyonya Dea masih mampu dia dengar sepintas saja, lalu matanya sudah terpejam. Prita yang mendengar teriakannya Nyonya Dea segera membuka pintu itu. Dia melihat Nyonya Dea sudah memangku kepalanya Nafeesa.
"Apa yang terjadi Nyonya?" Tanyanya yang kebingungan melihat kondisi dari Nafeesa yang tidak sadarkan diri.
"Jangan banyak tanya, panggil orang cepat untuk mengangkat tubuhnya Nafeesa, aku yang akan menelpon dokter Hana," jelasnya.
Prita segera berlari ke arah luar," kenapa meski berlari, padahal ada nomor hp Security,"
"Apa yang terjadi Mbak Prita?" Tanyanya setelah berada di hadapan Prita.
"Ayo masuk, Nyonya Dea memerlukan tenaga kalian," ujarnya sembari membuka pintu itu.
Nafeesa sudah dibaringkan di dalam kamarnya Sakti. Nyonya Dea memilih kamar itu karena ingin agar Nafeesa dan Sakti bisa lebih dekat lagi, sehingga untuk menyatukan mereka dalam tali pernikahan akan lebih muda.
__ADS_1
"Maaf Nyonya Dokter Hana sudah ada di depan," jelas Prita saat berdiri di depan Nyonya Dea yang mengoleskan minyak putih di keningnya Nafeesa.
"Selamat sore Nyonya," ucapnya sambil membuka tasnya untuk mengambil perlengkapan kedokterannya.
"Tolong periksa cucuku dokter, entah kenapa dia tiba-tiba pingsan," tutur Nyonya Dea yang memperbaiki posisi anak rambutnya Nafeesa.
Dokter Hana segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Nyonya Dea, dengan telaten dan teliti memeriksa keadaan Nafeesa dengan cermat. Hingga kedua alisnya bertautan satu sama lain. Raut wajahnya langsung berubah Nyonya Dea yang melihat perubahan raut wajahnya timbul pertanyaan di dalam benaknya.
"Apa yang terjadi dengan cucuku dokter, karena sudah cukup lama dia pingsan dan belum sadarkan diri," tanyanya yang mulai ketakutan.
Dokter Hana tersenyum manis ke arah Nyonya Dea lalu menjawab pertanyaan darinya,"cucu perempuan Nyonya Alhamdulillah baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan Nyonya dan seharusnya Nyonya bersyukur karena Anda akan segera memiliki cicit," terangnya diiringi dengan senyuman khasnya.
Nyonya Dea terkejut mendengar penuturan dari dokter Hana yang mengatakan, jika Nafeesa hamil. Dokter Hana melihat Nyonya Dea yang terdiam yang raut wajahnya menyiratkan tanda tanya besar.
"Kalau Nyonya ingin mengetahui lebih detail dan rinci silahkan ke Rumah Sakit untuk lebih meyakinkan lagi," tutur Dokter Hana sambil mengemasi barang-barang kedokterannya.
"Makasih banyak Dokter, Prita tolong antar Dokter sampai kedepan," perintahnya kepada Prita.
__ADS_1
"Baik Nyonya," ucapnya.
"Bagaimana ini? Nafeesa hamil dari mantan suaminya, apa perlu aku beritahukan kenyataan ini pada Sakti atau menyembunyikan kebenaran ini," Nyonya Dea dilema harus memilih dua pilihan yang cukup sulit untuk dia pilih.