Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
48. Kecemasan Sakti


__ADS_3

Cinta adalah penghormatan, maka jika dia tidak menghormati kamu, dia tidak mencintai kamu apa pun penjelasannya..


"Apa yang terjadi di sini, kenapa kalian berkerumun di depan kamarku?" Tanyanya dengan wajah keheranan.


"Anu.. anu Tuan Muda, Nyonya Nafeesa sedari tadi kami bangunkan tapi hingga kedatangan Tuan belum bangun juga," jawab Alina.


"Iya Tuan Muda, kami takut jika terjadi sesuatu hal yang tidak baik pada Nyonya dan kedua calon bayinya," balas Alia yang ikut menambahkan.


Perkataan mereka membuat langkah sakti semakin lebar dan tergesa-gesa ke arah mereka. Raut wajahnya tampak sangat cemas. Dia mulai ketakutan jika terjadi sesuatu kepada istrinya dan calon anaknya.


"Minggir!!!" Teriaknya.


Sakti segera mendobrak pintu itu sekuat tenaganya.


"Panggil Security untuk membantuku," teriaknya lagi.


Sakti tanpa henti berusaha sekuat tenaga untuk mendobrak pintu itu tapi, saking kuatnya pintu itu, hingga sama sekali tidak berubah atau bergeser sedikit pun dari posisi awalnya.


Sakti tidak menyerah, dia terus berusaha mendobrak pintu itu. Ia kembali bersiap dan mengambil ancang-ancang untuk mendobraknya, tapi langkahnya terhenti saat pintu itu akhirnya terbuka sendirinya dari arah dalam tanpa bantuan dorongan dan dobrakan dari tubuhnya Sakti.


Nafeesa keheranan melihat banyaknya orang yang berdiri di depan pintu masuk kamarnya. Dan pandangan matanya tertuju pada sosok pria yang Semalaman dia pikirkan hingga dia susah dan kesulitan untuk tertidur, dan berakhir jam 4 subuh baru bisa terpejam kedua bola mata indahnya.


Nafeesa berjalan cepat ke arah Sakti lalu segera memeluk tubuh suaminya dengan erat. Semua orang yang berada di sana, mulai menundukkan kepalanya dan tidak ada yang berani melihat ataupun hanya sekedar melirik saja ke arah kedua Tuan dan Nyonya apa yang mereka berdua lakukan saat.

__ADS_1


Nafeesa memeluk dengan erat tubuh suaminya, walaupun dengan tubuhnya yang sudah seperti buntelan pakaian yang mau dicuci,hal itu sama sekali tidak menjadi masalah buatnya.


"Mas maafkan Nafeesa yah, Naf sudah meminta sesuatu yang seharusnya Naf terlebih dahulu bicarakan dengan Mas sebelumnya," ujarnya dengan sangat menyesali perbuatannya kemarin.


"Mas yang seharusnya meminta maaf padamu sayang, Mas yang sudah banyak salah dan lari dari masalah yang seharusnya menjelaskan semuanya kepadamu," terang Sakti yang wajahnya sendu karena melihat kondisi istrinya yang Sedih gara-gara perbuatannya yang tidak mampu menghadapi masalah dengan berani dan jujur.


Sakti segera menggendong tubuh istrinya yang cukup berat itu dengan susah payah. Nafeesa yang tiba-tiba digendong langsung terkejut serta ketakutan,dia pun langsung melingkarkan tangannya di lehernya Sakti.


"Aaahhh takut Mas!!" Pekik Nafeesa yang tubuhnya tiba-tiba melayang di udara.


"Kamu tidak perlu takut sayang, tubuhmu bertambah berapa kilo pun Mas tetap bisa angkat dan gendongmu," gurau Sakti yang membuat Nafeesa spontan murung dan cemberut.


"Iiihhh turunin Naf kalau Mas bilang berat berarti Mas tidak suka kalau Nafeesa bertambah gemuk," gerutu Naf dengan wajah kesalnya.


"Maaf sayang,apa yang terjadi padamu hingga akhir hayatnya Mas kamu tetap cantik dan seksi dan kamulah satu-satunya perempuan yang paling aku sayang dan cintai dalam kehidupannya Mas," bujuk Sakti yang menjelaskan tentang apa yang dia rasakan selama ini padanya Nafeesa.


"Serius dengan apa yang dikatakan oleh Mas Sakti?" Tanyanya dengan menatap intens kedalam bola matanya Sakti.


"Mas sangat serius dengan apa yang Mas katakan, suer disambar gledek," sumpah Sakti dengan mengacungkan dua jarinya ke atas tepat dihadapan Nafeesa sesaat setelah menurunkan tubuhnya Nafeesa ke atas ranjang.


"Kalau emang Mas sangat sayang dan mencintai Nafeesa, tapi kenapa kemarin tidak memenuhi permintaan dari Naf yang sangat gampang itu?" Tanyanya Naf yang ingin melihat raut wajah dan jawaban dari Sakti yang hingga sekarang Nafeesa masih tidak tahu dan tidak mengerti.


Nafeesa berusaha untuk mengorek informasi dari mulutnya Sakti langsung dan dia tidak ingin hanya menduga dan menerka-nerka saja.

__ADS_1


...Tetap Dukung Dilema Diantara Dua Pilihan dengan:...


...Cara Like setiap Babnya...


...Rate bintang lima...


...Gift Poin atau Koin Seikhlasnya...


...Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya....


...Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Cinta dan Dendam...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...

__ADS_1


...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......


__ADS_2