Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
40. Kesedihan dan Penyesalan Andra


__ADS_3

Nafeesa!!!!" Teriaknya di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Andra baru menyadari jika penyesalan itu selalu datangnya diakhir sebuah kisah cerita. Penyesalan tidak akan ada artinya jika itu terus menerus dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah jalan yang terbaik berusaha memperbaiki yang sudah terlanjur rusak dan merubah semua kelakuan yang tidak baik adalah salah satu cara yang bisa dilakukan agar tidak terlalu larut dan terjatuh dalam kubangan lumpur kesedihan dan penyesalan


Andra tak hentinya menangis tersedu-sedu mengingat jika pupus sudah harapannya untuk kembali rujuk bersama dengan Nafeesa istrinya lebih tepatnya mantan istri. Mungkin seperti ini lah rasanya waktu aku menyebut kata cerai di hadapan Nafeesa," umpatnya yang mulai kesal dengan pilihannya dulu.


Andra sesekali berteriak kencang dan melampiaskan kemarahan dan penyesalannya. Sakit, hancur berkeping-keping perasaannya. Serasa ada ribuan jarum yang menghantam seluruh nadinya.


"Nafeesa maafkan aku!!!" Teriaknya di atas mobilnya yang mengemudikannya dengan kecepatan tinggi.


Bayang-bayang wajahnya dan senyuman manisnya selalu terlintas di benaknya hingga rasa penyesalan itu semakin menghimpit dadanya, terasa dia kesulitan untuk bernafas. Apa lagi semakin diperparah ketika kembali mengingat tangis pilu saat dia menyebut kata cerai di hadapannya Nafeesa.


"Mas terlalu bodoh, Mas mengakui kalau semua ini terjadi karena aku yang terlalu naif begitu mudahnya percaya pada semua kata-katanya Lidya," makinya dengan penuh sesal.


Andra segera menghentikan mobilnya tepat di depan rumahnya. Dia bersyukur karena sampai di rumahnya dengan selamat.


"Alhamdulillah untung saja tadi segera teringat dengan perkataan Ibu Laila jika tidak segera sadar mungkin aku tidak akan tahu akhir dari hidupku," ujarnya dengan mengusap wajahnya dengan gusar.


Wajahnya memucat saat tadi hampir saja menabrak seorang pengendara motor. Untungnya kakinya lincah untuk segera menginjak rem mobilnya. Andra menghembuskan napasnya dengan kasar. Andra menundukkan kepalanya lalu menyandarkan ke atas kemudi mobilnya. Lalu memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan sedikit rasa lelah dan ketakutannya.


Kegiatannya terganggu saat ibu dan ayahnya mengetuk kaca jendela mobilnya dengan cukup keras. Dia melirik sepintas lalu melanjutkan kembali memejamkan matanya tepatnya tertidur. Tapi Ibu Anna dan Pak Handoko tidak mengetahui hal tersebut.


"Ayah!! apa Andra baik-baik saja?" Tanyanya dengan penuh kecemasan dengan mendekatkan wajahnya ke arah jendela.


"Ibu harus tenang dan sabar, insya Allah putra kita baik-baik saja," balasnya yang berusaha menutupi rasa cemasnya terhadap anak sulungnya itu.


Hingga beberapa menit Andra masih tidak bergeming di dalam mobilnya dengan posisi yang masih seperti tadi. Andra seperti seseorang yang sedang pingsan.

__ADS_1


"Ayah sebaiknya kita panggil orang saja untuk membantu kita," ucapnya yang mengusulkan agar meminta bantuan pada tetangga.


Pak Handoko segera melaksanakan perintah dari istrinya. Dia berlari kecil menuju jalan raya dan berteriak meminta tolong.


"Tolong!!! Tolong!!!" Teriak Pak Handoko.


Pak supirnya yang sedari tadi tertidur di atas mobilnya segera bangun karena terkejut dengan suara teriakannya Pak Handoko yang lumayan besar bagaikan petir di siang bolong. Dia segera bangkit dari tidurnya lalu keluar dari mobil.


"Apa yang terjadi Tuan?" Tanyanya dengan raut wajahnya yang kebingungan.


"Tolong cari montir mobil yang bisa buka pintu mobilnya Andra," jawabnya lalu berjalan tergesa-gesa ke arah garasi mobil rumahnya.


"Apa yang terjadi Tuan?" Tanya seorang bapak-bapak yang berdatangan ke arah mereka setelah mendengar teriakannya Pak Handoko.


"Itu Tuan Muda kami terjebak di dalam mobilnya, dan Tuan Besar Kami tidak bisa mengeluarkannya dari dalam mobil," ujarnya yang menjelaskan duduk perkaranya.


"Baik Pak,"jawabnya kemudian segera berlari ke dalam rumahnya untuk mengambil beberapa peralatan pertukangan yang bisa mereka pakai untuk membuka pintu mobilnya Andra.


"Ya Allah… semoga putraku baik-baik saja," ucapnya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Pak Handoko segera memeluk tubuh istrinya dengan erat agar rasa khawatir mereka satu sama lain berkurang.


"Ya Allah… jaga dan lindungilah putra kami, dan jangan biarkan terjadi sesuatu padanya," batinnya yang sambil terus berusaha membuka pintu mobil anaknya.


"Andra, Ibu mohon sadarlah Nak, ayah dan ibu sudah datang, kami tahu kamu pasti sangat sedih dan kecewa, tapi jangan seperti ini berputus asa dan membahayakan keselamatan nyawamu Nak," ujarnya dengan deraian air matanya.


"Andra sadarlah Nak, dengarkan kami baik-baik Nak, kami sebagai orang tuamu sama sekali tidak pernah menyalahkan dan menghukum dirimu, kami sudah tahu semuanya jadi kamu tenanglah jangan berbuat nekat nak," ucap Pak Handoko yang sudah tidak menutupi lagi rasa khawatirnya.

__ADS_1


Beberapa orang mendatangi mereka dan bertindak untuk menolongnya. Bapak tersebut berusaha keras untuk membuka pintu mobilnya yang tiba-tiba macet. Dengan penuh perjuangan dan akhirnya, pintu itu terbuka juga. Pak Handoko segera masuk ke dalam untuk memeriksa putranya itu.


"Andra bangun dong Nak," ujarnya dengan menggoyangkan tubuhnya Andra.


Pak Handoko masih berusaha untuk melakukan hal itu hingga Andra bergerak dari kediamannya. Andra mengerjapkan matanya berulang-ulang kali dan berusaha untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya yang mengenai retina matanya itu.


Pak Handoko dan Ibu Anna bersyukur karena putranya sudah sadarkan diri. Tapi, wajah mereka kembali menampilkan raut kecemasan saat Andra kembali menutup rapat kedua matanya.


"Andra!!!" Teriak mereka berdua.


...Tetap Dukung Dilema Diantara Dua Pilihan dengan:...


...Cara Like setiap Babnya...


...Rate bintang lima...


...Gift Poin atau Koin Seikhlasnya...


...Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya....


...Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:...


...Pesona Perawan...


...Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...Aku Diantara Kalian...

__ADS_1


...Cinta dan Dendam...


__ADS_2