Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
86. Kesedihan Daffa


__ADS_3

"Nenek!! Lepaskan tangannya adikku kalau seperti ini Nenek sama saja menyakiti adikku," tutur Daffa.


Nyonya Dea menatap jengah ke arah Daffa," kamu masih kecil kamu tidak tahu apa-apa dan diamlah karena kamu tidak ada hubungannya dengan Daffin dan aku lagi, kamu bukanlah cucuku tapi hanya Daffin seorang!" Bentak Nyonya Dea dengan tega berkata seperti itu.


Beberapa orang yang masih kebetulan ada di sana terkejut setelah mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Nyonya Dea. Mereka saling berbisik dan bertatapan dengan keheranan.


"Apa seperti ini sifat aslinya Nyonya Dea yang tidak punya perasaan dan rasa iba sedikit pun?" Prita membatin dan tidak menyangka jika ternyata Nyonya dea adalah ular berkepala dua.


"Kalian yang ada di sini tolong secepatnya bubar dan tinggalkan kami di sini," geram Nyonya Dea.


Semua orang yang mendengar suaranya nyonya Dea yang cukup terbilang kasar itu membuat mereka harus segera berjalan meninggalkan area lokasi tempat pemakaman umum itu dengan berbagai pikiran yang berbeda-beda.


"Pak Ruslan saya mohon jaga Daffa dengan baik karena mulai detik ini Daffa dan ibunya tidak boleh datang lagi menginjakkan kakinya di rumah keluarga besar Permana, ingat baik-baik jika tidak dipenuhi permintaanku maka kalian yang harus menanggung akibatnya," ucap Bu Dea sambil menarik tangannya Daffin yang sudah ingin berlari ke arahnya Daffa kakaknya.


Pak Ruslan tersentak kaget mendengar penjelasan dari mulutnya Nyonya Dea. Daffa segera berlari kembali ke arah Nyonya Dea untuk memegang tangannya Daffin yang kebetulan ditarik paksa oleh Nyonya Dea untuk meninggalkan Daffa dan pak Ruslan di depan pusara makam Sakti.


"Hey!! jangan sentuh tangannya Cucuku lagi, aku tidak suka jika kamu menyentuhnya dengan tanganmu yang kotor itu," gertaknya Nyonya Dea dengan menyingkirkan segera tangannya Daffa dan mengambil tissue untuk melap bekas pegangan Daffa diatas punggung tangannya Daffin adik kembarnya.


"Kenapa Nenek tega memisahkan kami, apa salahku pada nenek?" Tanya Daffa dengan tangisannya yang sudah semakin besar saja.


Hahahaha," kenapa? Aahh apa kamu ingin mengetahui alasanku haaa,!!!"

__ADS_1


Daffa spontan menganggukkan kepalanya ke arah Nyonya Dea dengan sesekali melap air matanya yang terus membasahi pipinya.


"Karena kamu penyakitan dan hanya Daffin lah cucuku seorang tidak ada yang lain lagi," jawab Nyonya Dea dengan suara yang cukup lantang.


Daffa yang mendengar perkataan dari Nyonya Dea langsung terdiam dan semakin mengeraskan suara tangisannya.


"Kami kan kembar kenapa aku bukan cucunya Nenek?" Tanya lagi.


"Iya kalian kembar memang tapi, Aku sama sekali dari dahulu tidak pernah menganggapmu cucuku, jadi mulai detik ini pergi jauhlah dari hidupku jangan sekali-kali muncul di depan kami lagi!! Camkan baik-baik semua perhatianku," jelasnya Bu Dea.


Nyonya Dea dengan menarik dagunya Daffa lalu segera menghempaskan tubuh kecilnya Daffa hingga terjatuh tepat di atas pusaranya Sakti yang dipenuhi oleh taburan bunga.


Daffa tidak putus asa dan menyerah dia kemudian bangkit lalu kembali berlari ke arah mereka berdua dan menarik tangannya daffin dengan sekuat tenaganya.


Nyonya Dea semakin murka dengan ulahnya Daffa, andai saja pak Ruslan ada di tempat mungkin hal ini tidak akan terjadi. Pak Ruslan mendatangi rumahnya pengurus pemakaman umum itu untuk meminta bantuan kepada pihaknya Agar menjaga dan merawat makamnya Sakti sehingga peristiwa ini terjadi


"Kamu itu anak sial yang terlahir penyakitan dan karena kamu adalah cucu asli dari Tuan Besar Permana makanya aku sangat membencimu dan mamimu juga," lirihnya Nyonya Dea di telinganya Daffa dengan suara yang sangat lirih dan pelan.


Tubuh Daffa langsung tergerak mundur kebelakang saat mendengar hinaan dan cacian yang dilayangkan oleh Nyonya Dea untuknya.


"Mami Nafeesa!!" Pekiknya Daffa.

__ADS_1


Daffa terduduk di atas pusara Papinya saat Nyonya Dea sudah meninggalkan area pemakaman umum tersebut beserta rombongan antek-anteknya itu.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Cinta dan Dendam...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Pelakor Pilihan...


...8. Hanya Sekedar Pengasuh...


...9. Ceo Pesakitan...

__ADS_1


...10. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2