
Beberapa orang yang menjadi saksi mata dari kejadian itu segera menghubungi nomor telpon Polisi dan rumah sakit untuk segera mengirimkan ambulans ke lokasi kejadian kecelakaan beruntun tersebut.
Suasana jalan di sekitar tempat kejadian itu menjadi ramai dan macet. Karena ternyata tidak hanya mobilnya yang ikut jadi korban tapi, ada beberapa pengendara motor yang ikut menjadi korban kecelakaan maut tersebut.
Suara sirine dari ambulans dan mobil polisi menambah kebisingan suasana saat itu. Hingga memekakkan telinga dari pengguna jalan raya tersebut.
"Semoga saja setelah Sakti mengetahui kebenarannya jika dia hanya cucu angkat saja di dalam keluarga besar Permana dan anak kandungnya sebenarnya hingga detik ini belum ditemukan karena kepintaran dan kelicikan Nyonya Dea yang menyembunyikannya bahkan apa dia masih hidup atau sudah meninggal pun Tuan Besar belum diketahui hingga detik ini," gumamnya Pak Ruslan selaku salah satu tim pengacara keluarga besar Permana.
Pak Ruslan mengetahui dengan sangat jelas tindak tanduk Nyonya Dea untuk mengambil alih seluruh hartanya Permana tapi ada satu hal yang tidak diketahuinya jika cucunya masih hidup.
Karena itu lah tuan Permana membuat surat wasiat yang mengatakan jika Sakti tidak memiliki keturunan maka sebagian aset kekayaan Permana diserahkan dan dihibahkan ke anak panti asuhan dan kaum duafa dan sisanya untuk keturunannya anak cucunya.
Tuan Permana sudah mengetahui penyakit yang diderita oleh Sakti karena itu lah beliau memilih Sakti untuk menjadi cucu angkatnya dan hartanya sebagian tidak terganggu sampai keturunan aslinya ditemukan dalam batas waktu yang tidak ditentukan.
"Semoga saja anak buahku secepatnya menemukan keberadaan dari anaknya Tuan Besar Permana," ujarnya yang sangat menaruh harapan besar kepada pencariannya kali ini.
Sejak Tuan Permana mengetahui jika dirinya ternyata tidak mandul dan memiliki anak dari istri pertamanya yaitu ada di kampung dia segera memerintahkan untuk mencarinya tapi apa daya usaha yang dilakukannya terlambat karena rahasia tersebut bocor hingga ke telinga Nyonya Dea yang langsung bergerak cepat untuk berencana membunuh istri pertamanya serta anak tunggalnya Pak Permana.
Tapi info yang beliau dapatkan rencana itu gagal tapi hingga sampai sekarang sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan dari Nayla putri tunggalnya Pak Permana.
Nyonya Dea sangat lihai dan pintar memanipulasi data dan keadaan yang ada. Pernikahan Sakti pun baru beberapa bulan terakhir terendus dan ketauan olehnya saking pintarnya Nyonya Dea mengatur semuanya. Dengan menggunakan kekuasaan Permana untuk melakukan apapun bagaikan hanya menjentikkan jarinya saja semuanya sudah beres.
Pak Ruslan mendapatkan informasi itu sebelum istri pertamanya Pak Permana sebelum meninggal dunia karena akibat penyakit yang sudah sekian lama dia derita dan menggerogoti tubuhnya yang lemah itu.
"Ya Allah bantulah aku menemukannya keberadaan Nayla dan keluarganya," doa dan harapannya sambil memandangi sebuah Foto yang ada di dalamnya Nyonya Larasati yang sedang duduk bersama dengan putrinya yang baru berusia 15 tahun waktu itu sekaligus saat terakhir mereka bersama dan berkumpul lagi.
__ADS_1
Hingga hpnya berdering yang membuyarkan lamunannya dan pikirannya yang fokus tertuju pada pencariannya terhadap Nayla.
"Apa!!! Itu tidak mungkin,kalian pasti salah mengenali orang!!" Jelasnya dengan shock dan terkejut dengan mendengar berita tersebut.
Pak Ruslan terduduk di kursi kebesarannya dengan wajahnya yang pucat pasi sedangkan air matanya menetes membasahi pipinya.
Prang!!!!!
Sebuah gelas kaca yang berisi air putih itu langsung terlepas dari dalam genggaman tangannya tanpa sengaja hingga menimbulkan kegaduhan suara dari arah dapur.
Beberapa maid yang mendengar hal tersebut segera berlari ke arah sumber suara. Mereka terkejut dan tersentak kaget karena melihat Nyonya Muda mereka dalam kondisi yang tidak baik saja.
"Nyonya Nafeesa!!" Pekik mereka yang sudah menyadari apa yang terjadi di dalam ruangan dapur tersebut.
"Adeli!! tolong bawa kotak p3k ke sini" teriak Aida yang sudah memegang jarinya Nafeesa yang terluka itu akibat goresan halus dari pecahan gelas yang dipungutnya dari atas lantai.
"Nyonya seharusnya memanggil kami saja, kenapa harus repot-repot mengambilnya," ucap Aida yang sangat kasihan melihat Nafeesa yang tampak seperti orang linglung kebingungan terdiam saja tanpa ada kata yang terucap dari bibirnya.
"Emili tolong bersihkan pecahan kaca ini hingga tidak tersisa aku akan membawa Nyonya ke dalam kamarnya," perintahnya Aida yang sedih melihat keadaan Nafeesa.
"Ya Allah… apa yang terjadi padaku kenapa perasaanku sangat tidak tenang, gelisah dan ada perasaan was-was, firasatku ini pertanda apa ya Allah... aku sangat takut," gumaman Naf yang mulai ada keanehan lagi yang dia rasakan.
Aida dan Maid lainnya sangat khawatir melihat Nafeesa yang sudah seperti orang yang kerasukan dan kesetupan sesuatu.
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
__ADS_1
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1