
Beberapa Maid yang ada di dalam sana melihat usaha yang dilakukan oleh Sakti ikut terhanyut dalam kesedihannya. Air mata mereka diam-diam menetes. Mereka ikut ketakutan jika ada hal-hal yang tidak baik terjadi pada Nyonya Muda mereka yang sangat baik dan mereka hormati.
Pintu kamarnya terbuka lebar dan masuklah dokter beserta Nyonya Dea yang sengaja datang mengunjungi mereka hari itu.
"Apa yang terjadi di sini!!! Sepertinya di sini bukan pasar tradisional yang harus berkerumun," geram Nyonya Dea yang tidak menyukai banyaknya orang yang berada di dalam kamar cucunya.
Sakti hanya melirik sekilas ke arah Neneknya yang baru datang dari Indonesia.
Prita segera memerintahkan kepada beberapa maid yang kebetulan berada di sana agar segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Apa yang terjadi dengan cucu menantuku?" Tanyanya Nyonya Dea yang sudah duduk di sampingnya Sakti.
"Sepertinya Nafeesa pingsan saat mandi," jawabnya Sakti yang masih berusaha membangunkan Nafeesa.
Nyonya Dea menatap ke arah Dokter kandungan yang menangani kesehatan Nafeesa selama berada di Jerman.
"Tolong minggir sedikit Tuan Muda, saya akan memeriksa kondisi dari Nyonya Muda," tuturnya lalu mengeluarkan alat kedokterannya.
__ADS_1
"Kamu siapa? Aku tidak ingin ada dokter yang tidak aku kenal memeriksa istriku apalagi menyentuhnya," protes Sakti yang tidak menyukai hal tersebut.
"Sakti!! Dia adalah adik dari dokter yang kemarin memeriksa keadaan calon anak dan istrimu, kamu tidak perlu khawatir dengan semua itu, Nenek sudah mengenalnya dengan baik," jelas Nyonya Dea dengan suara yang cukup tegas agar Sakti menerima sarannya.
"Sakti harus menerima saranku itu, jika tidak aku pasti akan kesulitan untuk melakukan semua rencanaku yang sudah aku susun dengan sangat baik dan matang," Nyonya Dea membatin sembari berusaha menenangkan Sakti yang sudah terlanjur ketakutan.
"Kalau itu rekomendasi dan sarannya Nenek pasti itu yang terbaik untuk Nafeesa dan anak kami nantinya," papar Sakti.
Sakti semakin sedih melihat istrinya yang sudah lebih satu jam tidak sadarkan diri itu.
"Kamu harus sabar dan kuat sayang, Nenek yakin Nafeesa dan calon anakmu baik-baik saja," terangnya yang berusaha menenangkan Sakti yang sangat terpuruk melihat kondisi dari istrinya.
"Kamu harus yakin dan percaya jika di kembar dan Maminya baik-baik saja," balasnya Nyonya Dea Sambil melirik ke arah Dokter Brinetta.
Dokter Brineta segera menyelesaikan pemeriksaannya di atas tubuhnya Nafeesa.
"Bagaimana dengan cucu mantu sama calon si kembar dokter?" Tanyanya Nyonya Dea yang menatap tajam ke arah Dokter kandungan tersebut.
__ADS_1
"Kondisi bayinya baik-baik saja, dan dimana Ibunya juga baik hanya butuh istirahat yang cukup tapi, Saya pinta dijaga perasaannya agar moodnya selalu tenang dan bahagia, karena hal itu sangat berpengaruh pada kondisi bayinya," pungkas Dokter agar Sakti bisa tenang dan menerima penjelasan dari Dokter.
"Alhamdulillah kalau begitu dokter, kami sangat senang dan bahagia dengernya, semoga saja mereka semua sehat hingga lahiran," harap Nyonya Dea dibarengi dengan senyuman penuh kelicikan.
"Nyonya Dea pasti sangat senang saat mengetahui informasi jika Nafeesa hamil anak kembar, sehingga dia kembali membuat dan menyusun kembali rencananya, tapi miris juga dengan nasibnya Nafeesa untuk kedepannya," gumam Prita yang sedikit kasihan dan simpati pada nasibnya Nafeesa yang hanya diperalat oleh Nyonya Dea saja.
...Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Cinta dan Dendam...
...5. Cinta yang tulus...
__ADS_1
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......