
Perkataan dari Ibu Laila membuat Andra tidak berdaya. Di dalam hatinya yang paling terdalam, dia sangat ingin mengajak Nafeesa rujuk kembali, tapi semuanya sudah terlambat.
Andra sama sekali tidak menggubris perkataan dari Ibu Laila dan langsung berjalan masuk ke dalam mobilnya. Hatinya sangat hancur bahkan berkeping-keping,sakit tapi tidak berdarah.
Air matanya meleleh membasahi pipinya. Dia tidak menduga jika hanya dalam waktu kurang lebih lima bulan, Nafeesa memilih untuk membina rumah tangga lagi. Andra baru ingin mengemudikan mobilnya, tapi usahanya kembali terhambat dikarenakan teriakan dari Ibu Laila.
"Andra, tunggu!!!" Teriak Ibu Laila dan di dalam genggamannya ada sebuah map coklat yang dipegangnya.
Langkah Ibu Laila tergopoh-gopoh karena takut jika dia terlambat dan amanah dari Nyonya Dea belum sempat ia sampaikan sebelum Andra meninggalkan rumahnya.
Andra segera turun dari mobilnya dan mendekati Ibu Laila," pelan-pelan saja ibu, tunggu Andra yang akan ke sana," balasnya dengan mempercepat langkahnya.
"Nak Andra, Maafkan Ibu tadi melupakan memberikan map ini untuk kamu nak," ucapnya dengan nafas yang ngos-ngosan karena tadi sempat berjalan tergopoh-gopoh.
__ADS_1
Andra segera meraih map yang diserahkan oleh Ibu Laila kedalam tangannya. Dia menatap ke arah Ibu Laila dan seakan-akan bertanya dengan maksud dari map itu.
"Kamu buka saja, kalau kamu sudah baca pasti kamu akan mengerti," jawabnya karena itu semua bukan kapasitasnya.
Andra kemudian membuka map tersebut lalu membacanya, matanya melotot membulat sempurna, mulutnya menganga tangannya mengepal kuat saking tidak percayanya dengan apa yang tertulis di dalam map itu.
"Maaf ini pulpennya Nak, dan tolong bekerjasama lah demi kebaikan kalian berdua," jelasnya sembari menyodorkan sebuah bolpoin ke arah Andra.
Ibu Laila sangat sedih tapi, jalan hidup mereka sudah tidak bisa bersatu kembali, mereka berdiri di dua persimpangan jalan yang berbeda. Ibu Laila dari awal sangat menyayangkan hubungan mereka harus kandas di tengah jalan. Dan ibu Laila sedikit tidak menyukai perbuatannya Andra terhadap Nafeesa. Tapi, dia tidak ingin menambah masalah dengan membenci Andra ataupun orang lain.
"Kamu sabar nak, dan Ibu berharap agar kamu bisa belajar dari kesalahanmu di masa lalu, dan berusaha lah bangkit, Ibu yakin suatu saat nanti akan ada secercah bahagia untukmu," terangnya dengan memberikan nasehat dan masukan untuk Andra sambil mengelus lengan Andra yang sudah dianggap putranya sendiri.
"Makasih banyak ibu, kalau gitu, Saya pamit dulu," ucapnya lalu meraih tangan kanannya ibu Laila untuk dia cium.
__ADS_1
"Perbanyaklah berdoa dan memperbaiki dirimu, intropeksilah nak insya Allah hidupmu akan menjadi lebih baik dari sebelumnya," tutur Ibu Laila lalu berjalan meninggalkan Andra yang sudah menandatangani surat cerainya.
Jari jemari Andra susah untuk bergerak seakan-akan ada benda dengan beban yang berat terikat di atas jarinya. Sehingga membuatnya sangat sulit untuk menandatangani surat cerai itu. Hingga senyuman tulus dari Nafeesa jelas tergambar di ujung pelupuk matanya itu. Yang membuatnya bisa menandatangani surat cerai itu.
"Makasih banyak ibu, kalau gitu saya pamit dulu," ucapnya lalu meraih tangan kanannya ibu Laila untuk dia cium.
"Waalaikumsalam, hati-hati nak, salam Ibu sama Ibu dan Ayahmu nak," ujarnya.
Andra segera mengemudikan mobilnya dan tidak ingin menolehkan kepalanya. Air matanya yang sedari tadi menetes membasahi pipinya semakin deras saja bagaikan air matanya tidak akan kering. Dia berulang kali meremas pakaiannya silih berganti dengan memukul setir mobilnya. Seakan cara itu dia lakukan untuk menutupi rasa sakit hati dan kecewa yang terasa amat sangat menusuk jantung hingga ke tulang rusuknya itu.
"Nafeesa!!!!" Teriaknya di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Andra baru menyadari jika penyesalan itu selalu datangnya diakhir sebuah kisah cerita. Penyesalan tidak akan ada artinya jika itu terus menerus dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah jalan yang terbaik berusaha memperbaiki yang sudah terlanjur rusak dan merubah semua kelakuan yang tidak baik adalah salah satu cara yang bisa dilakukan agar tidak terlalu larut dan terjatuh dalam kubangan lumpur kesedihan dan penyesalan.
__ADS_1