
"Mami! Jangan tinggalin Daffa, kalau Mami juga pergi pasti Daffa tidak akan tahu bagaimana nasibnya Daffa lagi," ujarnya Daffa dengan berlinang air matanya.
Nafeesa memeluk erat tubuh putra pertamanya itu dengan penuh kasih sayang dan cinta kasih. Air matanya pun sudah menetes tanpa aba-aba. Ia tidak tahu harus berbicara apa menyambut kedatangan anaknya itu.
Hanya air mata kesedihan dan kegundahan hatinya mampu mewakili apa yang saat itu dia rasakan.
"Daffa tidak mau sendirian tanpa Mami," Daffa sesegukan dalam pelukan Nafeesa.
"Ya Allah… aku tidak boleh terus larut dalam kesedihan, pasti Mas Sakti juga akan sedih melihatku seperti ini, aku harus kuat dan sabar menghadapi semua ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT kepadaku," gumam Nafeesa.
Nafeesa sudah bertekad untuk lebih kuat, strong dan ikhlas menjalani kehidupan dan takdirnya. Waktu terus berlalu dan waktu tidak akan menunggu kita sampai berubah.
Keesokan paginya.. Pak Ruslan kembali ke rumah sakit karena kemarin hanya datang untuk mengantarnya Daffa. Pak Ruslan tidak lupa membawa beberapa makanan dan cemilan untuk mereka berempat.
Tetapi, tadi pagi sebelum kedatangannya di rumah sakit belaiu menyempatkan dirinya untuk singgah ke rumahnya Nafeesa. Tapi, apa yang terjadi di sana matanya melihat terpasang sebuah segel yang bertuliskan rumah itu dijual.
Betapa terkejutnya Pak Ruslan setalah melihat dan mengetahui hal tersebut. Dia tidak menyangka jika, rumah pribadi yang dibeli oleh Sakti mengunakan gajinya sendiri pun diakuisisi oleh Nyonya Dea.
"Ya Allah.. apa yang harus aku katakan pada Nafeesa dan anak-anaknya, walaupun aku menuntut dan membawa ke jalur hukum pasti kami tetap akan kalah tapi aku harus bertanya pada Nafeesa mungkin saja dia yang sudah pegang sertifikat dari rumah mereka," cicitnya Pak Ruslan.
Dia segera masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena tidak sabar ingin bertemu dengan Nafeesa kemudian membicarakan hal itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Pak Ruslan sudah sampai di dalam kamar ruangan perawatan Nafeesa. Dia melihat Nafeesa sedang duduk berdampingan dengan Daffa putranya.
Nafeesa yang menyadari kedatangan Pak Ruslan segera tersenyum menyambut kedatangan pria yang sudah seperti bapak kandungnya sendiri.
"Pak Ruslan,makasih banyak atas bantuannya,Saya dan Mas Sakti sangat bersyukur karena bapak selalu ada disaat kami butuh bantuan," ucap Nafeesa yang berterima kasih dan bersyukur karena masih dikelilingi oleh orang-orang baik.
Aida dan Aimah yang sejak kemarin bersamanya ikut tersentuh hatinya. Air matanya mereka menetes melihat kondisi dari Nafeesa dan Putranya.
"Sama-sama Nak, ini sudah menjadi tanggung jawabnya Paman, kamu sudah Paman anggap anakku sendiri jadi jangan lagi sekali-kali berkata seperti itu karena Ayah dan anaknya tidak pernah ada kata terima kasih," tutur Pak Ruslan.
Pintu terbuka lebar dan masuklah dokter serta beberapa perawat bersamanya. Mereka memeriksa kondisi dari Nafeesa dengan teliti.
"Bagaimana dokter, kapan saya bisa keluar dari sini?" Tanyanya Nafeesa setelah selesai diperiksa.
"Alhamdulillah, kalau seperti itu Dok, berarti sekarang juga saya sudah bisa pulang," tutur Nafeesa yang sumringah karena akan segera keluar dari RS setelah dua hari di rawat.
"Ibu bisa pulang karena kondisi ibu yang sudah sehat tapi tolong dijaga baik-baik kondisi psikologisnya jangan biarkan terlalu berlarut larut dalam kesedihan, wajar jika ibu sedih dan kecewa, tapi pesanku jangan sampai itu berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya Ibu yang akan berakibat fatal," terangnya Dokter Fadli dengan penuh pesan dan mewanti-wanti Nafeesa.
"Insya Allah dokter, makasih banyak atas bantuannya," pungkasnya Nafeesa yang bahagia karena kesehatannya sudah membaik.
Daffa dan maid dua orang itu hanya melihat interaksi mereka secara bergantian sembari menyantap makanan yang dibawa oleh Pak Ruslan sebagai sarapan paginya.
__ADS_1
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Cinta dan Dendam...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Pelakor Pilihan...
...8. Hanya Sekedar Pengasuh...
...9. Ceo Pesakitan...
...10. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...