
Raut wajah kebingungan dan keheranan diperlihatkannya. Dia tidak tahu apa maksud dari ucapan pamannya itu.
"Santai saja Nak, jangan jadikan beban dan diambil hati perkataan Paman, dan apa yang akan paman katakan padamu nanti, paman Hanya berharap jangan berubah pada Nenekmu," tuturnya Pak Ruslan.
Bagi Sakti itu adalah sebuah teka-teki yang cukup mampu membuatnya kebingungan.
"Apa maksudnya Paman berkata seperti itu dan apa hubungannya dengan Nenek?" Batinnya Sakti.
"Paman akan cerita secara keseluruhan agar tidak ada kesalahpahaman dan salah duga yang berakibat fatal nantinya," timpal Pak Ruslan yang kembali menjelaskan maksud dari perkataannya.
Sakti tak mampu berucap sepatah katapun dia hanya duduk terdiam dan bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari Pamannya itu.
Pak Ruslan mulai bercerita tentang kehidupan Kakeknya masih muda dan pernikahan pertamanya hingga datangnya Nyonya Dea ke dalam kehidupan Kakeknya.
Pak Ruslan menjelaskan semuanya secara detail dan rinci. Dia tidak ingin Sakti salah paham yang berakibat tidak baik kedepannya.
Sakti tidak kuasa mendengar perkataan dari Pak Ruslan hingga kenyataan itu mampu membuat hatinya gentar, sedih,kecewa dan marah bercampur menjadi satu bagian utuh di dalam hatinya.
"Itu tidak mungkin!!! Paman, aku yakin Paman ada kesalahan du di sini?" Tanyanya yang tidak percaya dengan penuturan Pak Ruslan barusan.
Saking tidak percayanya dia langsung berdiri dari tempat duduknya. Dia tidak habis fikir ternyata kenyataan itu sangat memilukan buatnya.
"Paman pasti bohong, ini pasti hanya akal-akalan paman saja yang ngeprank Sakti kan Paman?" Tanyanya yang mulai menunjukkan reaksi yang tidak baik.
"Maafkan Paman tapi itulah kenyataannya Nak, kalau kamu bukanlah cucu kandung Tuan Besar Permana Sing Bundela," terangnya Pak Ruslan.
"Jadi aku hanya cucunya saja Nenek Dea tanpa ada ikatan apa pun dengan Kakek?" Tanyanya lagi dengan wajahnya yang sudah berubah sendu.
Pak Ruslan sangat prihatin dan terharu serta sedih melihat kondisi dari Sakti, tapi kebenaran tetap harus diungkap dan diceritakan semuanya sebelum terlambat.
__ADS_1
"Karena itu lah Paman buat dua arsip berkas hibah warisan kamu yang sudah Paman atur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, agar tidak ada lagi pihak yang memperebutkan atau pun memanfaatkan keadaan semua ini," ucap Pak Ruslan dengan tegasnya.
"Jadi siapa sebenarnya yang berhak atas seluruh hartanya Kakek?" Tanyanya Sakti yang ada beberapa tetes air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.
"Kalau masalah itu hingga saat ini Paman belum mengetahuinya siapa anaknya karena ada seseorang yang memanipulasi dan mengatur semuanya hingga satu orang pun mengetahui kenyataan yang ada, hanya Tuan Besar saja yang mengetahui itu, tapi Paman sudah memacarinya hingga detik ini belum menuai titik terang pencarian Paman," jelasnya Pak Ruslan dengan panjang lebar.
"Jadi apa cucu asli dan kandungnya Kakek masih hidup sampai sekarang dengan putranya?" Tanyanya Sakti yang sangat penasaran dengan hal tersebut.
"Kalau masalah putranya berita terakhir yang kami dapatkan, beliau sudah meningga dunial sebelum anaknya lahir ke dunia dan istrinya pun hanya dua bulan dari setelah melahirkan dia pun menyusul suaminya," jawabnya Pak Ruslan yang terharu dan ikut menangis tersedu-sedu.
"Tapi, paman cari anaknya kan hingga sekarang? Kasihan kalau dia punya hak tapi tidak diberikan padanya," ujar Sakti.
"Semoga pencarian orang-orangku membuahkan hasil yang maksimal dan kalau Paman sudah mendapatkan informasi pasti paman akan beritahu kamu," timpalnya Pak Ruslan.
"Amin ya rabbal alamin, jadi kamu pilih berkas surat harta warisan yang pertama atau yang kedua?" Tanyanya sembari menyodorkan sebuah berkas dua rangkap ke depannya Sakti.
Sakti menghapus jejak air matanya lalu mulai membaca satu persatu lembaran kertas tersebut dengan sangat teliti. Lalu dia memutuskan berkas kedua yang paling cocok dengan kondisi Keluarganya.
"Insya Allah… Sakti akan jaga rahasia besar ini sampai mati, Sakti hanya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih banyak kepada Paman yang selama ini paman sudah membantu Sakti kapan pun Sakti butuhkan," tuturnya Sakti.
"Tidak apa-apa,ini semua sudah tanggung jawab dan kewajibannya paman untuk selalu melindungimu sesuai pesan dan amanah dari kakekmu," jawab Pak Ruslan dengan wajahnya yang sedikit sedih dan kecewa.
"Kalau gitu Sakti pamit pulang dulu Paman, dan Sakti mohon selalu jaga dan lindungilah anak-anakku dan istriku Paman," tutur Sakti sembari memeluk tubuh tinggi tegap milik Pak Ruslan.
"Sama-sama Nak, insya Allah," balas Pak Ruslan lalu mengamankan bukti dan beberapa lembar berkas yang sudah ditandatangani oleh Sakti.
Sakti meninggalkan ruangan itu dengan perasaan yang gamang. Pak Ruslan merasa plong karena sudah menceritakan tentang amanah yang selama ini dipikulnya untuk Sakti.
"Ya Allah… semoga Sakti tidak marah dan mengamuk di depan Neneknya," Pak Ruslan membatin.
__ADS_1
Pak Ruslan sama sekali tidak mengetahui jika Sakti punya penyakit yang sangat parah dengan stadium akhir.
Sedangkan di tempat lain, seorang putri kecil yang cantik dan imut sedang merajuk karena keinginannya tidak terpenuhi.
"Pokoknya Ara tidak mau makan jika Papa tidak pulang dan menemani Ara makan titik!!" Ucapnya Dilara Aisyla Airene.
"Tapi sayang, papamu sedang banyak kerjaan kasihan Papa kalau harus bolak balik Kantornya," jelas Ibu Anna yang sudah kehabisan cara dan akal untuk membujuk cucu pertamanya itu.
Bye Anna merasa sedih melihat cucu kesayangannya itu yang sakit gara-gara kemarin bermimpi melihat Mamanya.
"Ya Allah… kenapa semakin hari semakin aku melihat wajahnya Andra dan Nafeesa ada di dalam wajahnya Ara seakan-akan dia ada adalah putri kandungnya Andra," batin Bu Anna.
Sendok yang berisi makanan itu terpaksa Bu Anna letakkan ke atas piringnya yang masih penuh dengan berbagai lauk pauk makanan yang sedikit pun belum tersentuh dan dimakan oleh yang punya makanan.
...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...
...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...2. Diantara Dua Pilihan...
...3. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...
...4. Pelakor Pilihan...
...5. Aku hanya sekedar baby sitter...
...6. Cinta Ceo Pesakitan...
...7. Tetanggaku Idola Suamiku...
__ADS_1
...Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.....
...I love you all Readers…....