
Sakti ingin dan bahkan sangat ingin melakukan hal itu, tapi apa daya dia tidak mungkin bisa melakukannya hingga sampai kapanpun itu. Sakti segera menyadarkan Nafeesa untuk berhenti melakukan hal itu. Dengan menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi dan memasukkan ke dalam bathtub nya dan segera mengisi air dingin kedalamnya.
"Mas!! Kenapa??" Teriaknya dengan penuh kekesalan dan amarah di hadapan Sakti yang hanya terdiam membeku di tempatnya.
"Maaf," hanya kata itu yang mampu terucap dari bibirnya Sakti lalu keluar dari kamar mandi.
"Aaaaahhhhh!!!" Teriak Nafeesa dengan kesalnya sambil memukul permukaan air.
Sakti segera berjalan meninggalkan Nafeesa yang berendam di dalam bathtubnya. Dia tidak menduga jika suaminya tidak ingin memenuhi permintaannya yang baginya sangat sederhana dan mudah.
"Kenapa Mas!!!! Apa salahku?? Apa karena aku seorang janda yang sedang hamil Mas nikahi, jadi Mas menolak memenuhi keinginanku??" Teriak Nafeesa di dalam kamar mandi yang masih mampu Sakti dengar dengan kedua telinganya.
Sakti meneteskan air matanya, setelah mendengar perkataan dan teriakan dari Nafeesa. Sakti sangat menyesali ketidakmampuan dirinya untuk membahagiakan istrinya di atas ranjang. Air matanya Nafeesa berlinang air pipinya.
"Mas, apa salahnya Nafeesa? Kenapa Mas tega sekali memperlakukan Naf seperti ini!!!" Nafeesa menangis meraung-raung meratapi nasibnya yang begitu malang.
Sakti segera berpakaian dan bersiap untuk berangkat ke luar. Dia tidak tega terus menerus melihat kondisi Nafeesa yang seperti itu. Kesedihan Nafeesa adalah kehancurannya.
"Naf, andai saja kamu tahu, Mas sangat ingin memenuhi tanggung jawab Mas sebagai seorang suami tapi, apa lah daya aku tidak mampu melakukan hal itu Naf," tangisnya dalam sesalnya yang tidak bertepi.
Sakti segera masuk ke dalam mobilnya, dia ingin pergi keluar jauh dari Nafeesa untuk sementara waktu dan menenangkan dirinya. Air matanya perlahan membasahi wajahnya. Dia kemudian melajukan mobilnya menuju ke arah jalan raya. Dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu bagian di dalam hatinya yang membuatnya hancur dan penuh dengan penyesalan.
"Andai saja kamu tahu lebih dulu tentang kondisiku mungkin kamu tidak akan pernah ingin menjadi istriku Naf," gumamnya.
Mobil dengan tipe keluaran baru dengan simbol lingkaran dua saling berhimpitan dengan warna putih metalik melaju dengan kecepatan cukup tinggi di atas lintasan jalan raya.
__ADS_1
"Aaaahhhh!!!" Teriaknya sambil memukul-mukul setir mobilnya hingga tangannya sakit.
Sakti Permana Ardianto adalah seorang cucu dari pemilik tunggal Perusahaan Permana. Sejak lahir dia sudah memiliki kelainan pada organ intimnya. Sejak kecil itu pula kedua orang tuanya dan Neneknya berusaha untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi hasilnya masih sama. Tidak ada perubahan sedikit pun. Hingga neneknya memutuskan untuk merahasiakan hal tersebut dari orang lain hingga detik ini.
Sakti mengalami penyakit yang dinamakan mikropenis atau microphallus yaitu sejenis penyakit kelamin karena ukuran pe nis yang berukuran sangat kecil. Sejak masih dalam kandungan, intim laki-laki akan terbentuk sebagai respon dari berbagai hormon di tubuh, terutama hormon androgen. Hormon androgen adalah hormon **** pada pria. Jika tubuh bayi atau janin tidak memproduksi hormon Androgen dalam jumlah yang cukup maka akan mempengaruhi ukuran dari bagian intim pria.
Dengan penyakit yang diderita oleh cucu tunggalnya itu, Nyonya Dea memutuskan untuk mencari perempuan yang 🤰 dan bersedia menikah dengan Sakti dan bersedia menerima segala kekurangan Sakti. Dan pilihan Nyonya Dea jatuh pada Nafeesa yang menurutnya bisa diajak bekerja sama dengannya.
Sakti terus mengemudikan mobilnya hingga ke sebuah Cafe yang sering didatangi. Cafe yang sudah menjadi tempat langganan dan Favoritnya jika berada di Berlin, Jerman.
"Nafeesa Maafkan Mas yang belum bisa jujur di hadapanmu,Mas terlalu takut jika harus jujur padamu tentang apa yang dialami oleh Mas selama hidup, ini aibku yang cukup aku yang tahu," lirihnya sembari menyandarkan ke depan kepalanya ke setir mobilnya tanpa mematikan mesin mobilnya sehingga lampu mobilnya menyala hingga berkedip-kedip terus.
Tangannya Sakti tanpa sengaja menyentuh tombol lampu mobilnya sehingga lampu sorot dari mobilnya terus menerus menyala, hingga membuat beberapa pengunjung Kafe mengalihkan perhatiannya ke arah mobil yang dipakai oleh Sakti.
Orang-orang pun berdatangan ke arah mobil Sakti, terutama Security cafe yang sangat hafal dan mengetahui siapa Sakti sebenarnya.
Orang-orang pun berlarian dan mengelilingi mobil tersebut. Dan memeriksa keadaan mobilnya.
"Pintunya tidak terkunci,ayo buruan kesini dan kita periksa bersama supirnya," pinta Seseorang yang memeriksa pintu mobil yang kebetulan tidak terkunci itu.
"Ribery tolong telpon bos untuk segera kesini, Bos sangat mengenal dengan Tuan Sakti," ujarnya ke arah rekan kerjanya.
Sedangkan yang lain membawa tubuh Sakti yang sudah tidak sadarkan diri lagi ke dalam ruangan pribadi Lusia sebagai pemilik Kafe tersebut sesuai dengan arahannya setelah ditelpon.
"Kita baringkan Tuan Sakti di atas sini, biarkan saja dia berbaring sambil menunggu kedatangan Nona Lusia," terangnya Robert dengan seringai liciknya.
__ADS_1
Lusia segera menyusul ke kafe saat mendengar kabar dari anak buahnya jika pria yang selama ini dia inginkan berada di dalam ruangan pribadinya sedang tidak sadarkan diri.
"Aku harus segera ke sana, dan menjalankan rencana ku untuk menjebaknya dan dia pasti akan menikahi ku nanti," ujarnya dengan menambah kecepatan mobilnya dengan wajahnya yang kegirangan.
...Tetap Dukung Dilema Diantara Dua Pilihan dengan:...
...Cara Like setiap Babnya...
...Rate bintang lima...
...Gift Poin atau Koin Seikhlasnya...
...Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya....
...Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Cinta dan Dendam...
...5. Cinta yang tulus...
__ADS_1
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...Makasih banyak, i love you all......