
"bunda kok dia bisa di sini sih,....jangan bilang kalau dia....." tanya Rayhan menggantung, dan seakan-akan Nadia mengerti apa yang di maksud anaknya itu,
"iya nak memang betul" jawab Nadia tersenyum, Rayha memang sudah tau kalau dia akan di jodohkan, tapi Rayhan tidak tau siapa gadis itu
*Flashback**
sehari sesudah kecelakaan ibu Elsya, Nadia bercerita kepada keluarganya, kalau Rika meninggalkan seorang anak perempuan, Rayhan juga sudah tau kalau Rika adalah orang yang sudah menyelamatkan bundanya
"ibu sangat kasian dengan gadis itu, sekarang dia tinggal sendiri dan selalu bersedih, dan itu yang membuat bunda selalu di bayang-bayangi oleh kesalahan bunda" ucap Nadia kepada Rayhan
"Ray ibu minta sama kamu nak, kamu mau kan kalau kamu menjadikannya seorang istri" lanjut Nadia kepada anaknya
"tapi, bunda kan tau kalau Ray sudah punya pacar Bun" tolak Rayhan
"iya bunda tau, tapi kan kamu juga tau kalau pacar kamu itu sudah meninggalkan kamu 3 tahun lalu bersama pacarnya, mungkin dia juga sudah menikah terus sampai kapan kamu mau menunggu nya kembali, kalau dia bisa melupakan mu kenapa kamu tidak bisa," bentak Nadia
__ADS_1
"bunda mohon lupakan Riska, lihat dirimu sekarang, kamu seperti tidak ada semangat hidupnya, dan kamu juga tau, kalau bukan ibunya mungkin bunda sudah mati, jadi bunda mohon, cuman ini yang bunda bisa lakukan buat membalas kebaikan ibu gadis itu" lanjut Nadia panjang lebar
" maaf kan Ray bunda, baik Ray terima kalau harus di jodohkan dengan gadis itu" jawab Rayhan memeluk Nadia dan tidak ingin mengecewakan Nadia
"janji jangan tarik kata-kata mu lagi ya nak" ucap Nadia dan di angguki oleh Rayhan
"mungkin cuman ini yang bisa Ray lakukan untuk berterima kasih kepada ibu gadis itu, dengan cara menikahi anaknya" ucap dalam hati Rayhan
*flashback off*
"apa... di jodohkan" teriak Elsya sambil berdiri dan membuat orang di sekitarnya menoleh
"bunda dan paman lagi bercanda kan" lanjut Elsya tidak percaya apa yang di dengar nya barusan
"tidak sayang, kami tidak bercanda, dan bunda minta maaf karena tidak bilang terlebih dahulu dengan mu, tapi kamu mau kan menikah dengan Rayhan" tanya Nadia
__ADS_1
"maaf bunda Elsya tidak bisa" jawab Elsya dengan nada pelan
"paman mohon iya Sya kamu terima permohonan kami, kami juga tidak tega membiarkan mu sendiri terus, kalau kamu ikut kami pasti kami akan bahagia" ucap Rizal memohon
" iya cuman itu satu-satunya permintaan maaf bunda dengan ibumu nak, jadi bunda mohon kamu terima iya" ucap Nadia sambil menjajarkan telapak tangannya di hadapan Elsya, Elsya yang melihat Nadia memohon seperti itu tidak bisa menolaknya, karena Elsya sudah menganggap Nadia sebagai ibu kandungnya, dan tidak bisa melihat orang yang lebih tua memohon di hadapannya seperti itu
"iya, baik bunda Elsya terima, tapi bunda jangan seperti ini lagi iya" jawab Elsya sambil memegang tangan Nadia
"terima kasih ya Sya" ucap Nadia dan langsung memeluk Elsya
Rayhan hanya memelaskan wajahnya, sedangkan Rizal tersenyum mendengar ucapan Elsya
" tapi dengan satu syarat pernikahannya di rumah saja dan jangan mengundang banyak orang, cukup keluarga kita saja" ucap Rayhan yang di angguki orang tuanya
"oh iya dan juga boleh kan pernikahan ini di rahasiakan jangan sampai teman kampus Elsya tau tentang pernikahan ini" ucap Elsya kepada semuanya
__ADS_1
"iya nak kami akan melakukan apa pun yang kalian minta" jawab Rizal dan di angguki oleh Rayhan dan Elsya