
beberapa hari kemudian, sore tadi Rizal dan Nadia sudah kembali dari luar kota, setelah istirahat dan makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, sambil bermain bersama si kembar sebelum Mirza dan Zahra tidur
setelah beberapa menit bermain si kembar akhirnya tertidur dan Elsya membawa mereka masuk kedalam kamar, putra pun mencoba untuk berbicara kepada ayah dan bunda nya tentang waktu pernikahan nya bersama Rita
"bunda, ayah, Putra mau bilang kalau Rita sekarang sudah siap untuk menikah dengan putra apa ayah dan bunda juga setuju?" tanya putra langsung ke intinya tanpa basa-basi terlebih dahulu
"wah bagus dong, kalau Ayah dan bunda pasti setuju-setuju saja nak, itu sih terserah kalian saja" jawab Rizal
"jadi menurut ayah dan bunda untuk pernikahan baiknya kapan?" tanya Putra lagi
"kan kalian juga sudah tunangan, jadi menurut ayah dan bunda kapan pun kalian siap itu terserah kalian saja nak kapan baiknya, soalnya ayah rasa tiga bulan lagi Rita juga akan ujian penaikan semester, jadi bagaimana kalau setelah dia ujian saja, kan setelah ujian dia juga libur, tapi kamu harus bilang dulu sama Rita, apakah dia siap untuk itu" kata Rizal memberikan pemahaman
"baik ayah, nanti putra akan bilang soal ini kepada Rita" kata Putra sambil tersenyum
__ADS_1
"semangat banget sih" kata Rayhan yang sedari tadi hanya mendengarkan
"iya pasti lah, kan mau menikah, kakak nggak tau sih senangnya kalau Meu menikah sama pacar rasanya gimana, kan kakak dulu cuman di jodohkan hahahaha" kata Putra mengusili kakaknya
"iya deh, kakak memang nggak tau antusiasnya mau menikah, tapi kakak bersyukur karena punya istri seperti kakak ipar kamu, dan kamu juga nggak tau rasanya pacaran setelah menikah" kata Rayhan membalas usilan Putra
"tapi nggak apa-apa lah, kan kalau aku dan Rita sudah pacaran juga, jadi kalau sudah menikah nanti bisa tambah mesra gitu" jawab putra tak mau kalah
"tapi kan pacaran sebelum menikah dan pacaran setelah menikah itu beda, kalau pacaran setelah menikah itu, kita mau apapun nggak akan ada yang larang, sedangkan pacaran sebelum menikah banyak rintangan, mau pelukan dan ciuman masih ada batasanya, dan juga masih dosa" kata Rayhan tersenyum jahil
"sudah-sudah kalian ini kalau ketemu nggak ada yang mau kalah ia" ucap Nadia yang sedari tadi mendengar perdebatan kecil kedua putranya itu
"tau kakak tuh yang duluan" ketus Putra
__ADS_1
"lah kok aku sih" tanya Rayhan
"iya emang, siapa lagi coba kalau bukan kakak"
"sudah kalian sebaiknya istirahat saja sana, ini juga sudah larut" kata Rizal beranjak bersama istrinya
"iya nih Rayhan juga sudah mengantuk, pengen peluk maminya si kembar" kata Rayhan melirik Putra dan berdiri
"selamat tidur sendiri adik ku sayang" kata Rayhan tersenyum dan memegang rambut putra dan mengacak nya
"hmm tunggu aja, kalau aku juga sudah menikah, jangan marah kalau aku bermesraan di depan kakak" teriak putra karena Rayhan sudah berjalan menuju kamar nya
"nggak bakal, kan aku juga sudah punya istri, kita lihat aja nanti siapa yang paling mesra hahaha" jawab Rayhan sambil terus berjalan
__ADS_1
Putra pun ikut beranjak dan masuk kedalam kamar nya untuk istirahat, dan akan membicarakan tentang jadwal pernikahan nya bersama Rita esok setelah Rita pulang kampus besok
Assalamualaikum alaikum kakak-kakak, terima kasih masih setia dengan novel ini, jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya iya klik LIKE, KOMENTAR dan yang terpenting VOTE nya, agar novel ini bisa masuk sepuluh besar 😘😘😊