
setelah sampai di mobil, Kefin membuka pintu mobil lalu meletakkan Rina di kursi depan samping kemudi, dan setelah itu Kefin juga langsung masuk dan memasangkan sabuk pengaman untuk Rina, saat itu mereka sangat dekat entah kenapa saat memasang kan sabuk pengaman itu, Kefin merasa jantungnya berdetak kencang begitu pun dengan Rina
Kefin pun langsung memasang kan ya dengan cepat dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit
setelah sampai di rumah sakit, Kefin kembali turun dengan cepat dan kembali menggendong Rina
awalnya Rina menolak untuk di gendongan karena dia tidak ingin di lihat oleh orang-orang yang ada di sekitarnya, tapi Kefin tidak mempedulikan hal itu, Kefin pun masuk kedalam dan memanggil suster yang sedang bertugas di sana
setelah lukanya selesai di bersihkan dan di perban, suster itu pun meninggalkan mereka berdua, lalu Kefin pun mendekat
"apa ini sangat sakit" tanya Kefin saat dia di dekat Rina
"ini nggak terlalu sakit kok, kamu nggak usah khawatir seperti itu, lebih baik sekarang kita pulang saja, soalnya mobil aku masih ada di mini market tadi" kata Rina
"tunggu.. kenapa bisa kamu keserempet motor?" tanya Kefin penasaran
"jadi tadi itu aku keluar dari mobil, aku nggak lihat tuh ternyata ada motor yang baru keluar dari mini market tadi, jadi nya gini" jawab Rina mengingat kejadian itu
__ADS_1
"lain kali kalau mau keluar dari mobil, harus hati-hati, jangan sampai hal ini terulang lagi" kata Kefin menasehati
"iya, terima kasih untuk bantuan nya hari ini"
"lupakan saja, kalau begitu sekarang biar aku antar kamu pulang, masalah mobil biar nanti di aku suruh orang untuk mengambil nya" kata Kefin dan menggendong Rina kembali
"key, biar aku jalan sendiri saja, aku masih bisa jalan kok"
"lebih baik kamu diam saja" ucap Kefin dan Rina pun hanya diam
sepanjang perjalanan Kefin dan Rina hanya terdiam, mereka sama-sama memiliki rasa canggung untuk memulai berbicara
sesampainya di rumah Rina Kefin meletakkan Rina diatas sofa ruang tamu, lalu Rina menyuruh pelayanan nya untuk membuat minuman untuk Kefin setelah minum di berikan oleh kefin pelayanan pun kembali ketempat nya
"Rin kalau ada apa-apa, kamu hubungi aku saja, biar nanti aku bisa membantu mu"
"makasih key, tapi itu tidak perlu kok, di sini juga kan masih ada bibi yang bisa mengurus aku"
__ADS_1
"Rin, aku ingin Jujur sama kamu, apa kamu bersedia mendengarkannya" tanya Kefin serius
"emang ada apa bilang aja, aku bersedia kok" jawab Rina menatap Kefin
Kefin pun mencoba menarik nafas dan memengang kedua tangan Rina
"Rin sejujurnya aku suka sama kamu"
"apa? key kamu nggak sedang bercanda kan?" tanya Rina tak percaya ternyata selama ini dia tidak bertepuk sebelah tangan
"hemm maaf mungkin ini lucu buat kamu, secara umur aku lebih mudah dan pasti kamu akan mencari orang yang setidaknya seumuran sama kamu, tapi aku harus jujur tentang perasaan ini sama kamu"
"key, kamu jangan bilang seperti itu, umur kita emang beda, tapi Jujur aku juga suka sama kamu sejak lama, tapi aku malu untuk bilang tentang hal ini" jawab Rina
"jadi apakah kamu mau jadi pacar aku?" tanya Kefin dan Rina pun hanya mengangguk sambil tersenyum, Kefin pun langsung memeluk Rina
"semenjak kapan kamu suka sama aku" tanya Rina saat melepas pelukannya
__ADS_1
"sebenarnya semenjak kita bertemu pertama kali aku sangat kagum dengan sikap mu yang bisa bela diri, berbeda dengan gadis-gadis kebanyakan, dan juga sangat sayang kepada keluarga kamu, dan rasa kagum itu semakin berkembang saat kita bersama-sama menyelamatkan kak Rayhan dari perempuan jahat itu, aku sangat kagum dengan mu, dan kamu juga sangat baik kepada semua orang, itu yang aku kagumi dengan mu" ucap Kefin panjang lebar