Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Kebersamaan


__ADS_3

beberapa menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di taman kota itu, mereka pun turun dan berjalan mencari bangku yang kosong tapi tidak ada yang di temukan, akhirnya dia pun mencari tempat duduk lesehan yang bagus, mereka melihat ada tempat duduk lesehan yang bagus di bawah pohon, Elsya dan Rayhan pun berjalan ke tempat itu dan duduk sambil menunggu teman-temannya datang sambil melihat anak-anak yang asik bermain di dampingi oleh orangtua nya


"kak lihat deh, anak-anak itu lucu iya" tanya Elsya menunjuk anak-anak yang bermain tidak jauh dari nya


"iya sayang, anak kita kalau sudah lahir pasti mereka lucu juga seperti mereka" jawab Rayhan merangkul pundak istrinya dan menyandarkan kepala Elsya di pundaknya, dan Elsya pun memeluk pinggang suaminya



"iya kak, aku sudah tidak sabar menanti kan saat itu tiba, aku juga ingin seperti orang tua itu, yang bermain bersama anaknya, memandikan nya, menyuapinya makan, menidurkan nya dan banyak lagi, aku ingin saat itu tiba sekarang" ucap Elsya yang terus menatap anak-anak yang sedang asik bermain bersama teman-temannya dan orang tuanya


"kakak juga, pokoknya kalau anak kita nanti lahir, kita akan merawat mereka sampai besar sama-sama, menyayangi mereka itu kewajiban kita sebagai orang tua" kata Rayhan


"iya kak, terima kasih karena sudah menjadi bagian dari hidup ku, aku sangat bahagia mempunyai suami seperti kakak yang sangat pengertian dan penyayang" ucap Elsya mempererat pelukannya, begitu pun dengan Rayhan


"kakak juga bahagia banget, karena punya istri yang sangat cantik, baik, pengertian pintar, dan ingin mengandung anak ku" kata Rayhan menangkup wajah Elsya dengan kedua tangannya lalu mencium pucuk kepalanya dan memeluk nya erat

__ADS_1


"ehem..ehem..... aduh seperti nya waktu nya belum tepat nih kita datang" ucap Putra yang baru datang bersama Rita dan Kefin dan menghampiri suami istri yang lagi bermesraan itu


"eh kalian sudah datang" ucap Elsya yang ingin melepas pelukannya dari pinggang rayhan tapi di tahan


"kalian ini iya, ganggu orang yang sedang bermesraan aja" kata Rayhan ketus, tanpa melepas pelukannya dari punggung Elsya


"iyeee yang suruh kita datang siapa... kalau kalian mau bermesraan, kenapa juga harus mengajak kita kesini" ucap Putra tak mau kalah


"iya, kalau tau begini, kita nggak usah datang saja" kata Kefin


"pasangan yang mana? aku kan belum punya pasangan" jawab Kefin dan duduk di samping rayhan di ikuti oleh Rita dan Putra dengan berbentuk lingkaran


"hmm kamu tidak usah pura-pura deh, kamu pasti suka kan sama sinta" tanya Rayhan


"mana ada, sudah aku kesini bukan untuk di buli ya sama kalian" ucap Kefin ketus dan membuat semua tertawa

__ADS_1


"kok kalian malah tertawa sih, emang ada yang lucu?" tanya Kefin


"enggak kok, oh iya benar nih Sinta kemana, kok dia tidak ikut" tanya Rayhan serius


"dia tidak bisa datang kak, soalnya banyak kerjaan yang harus dia kerjakan, setelah meninggal kan kantor beberapa hari" jawab Putra, karena dia adalah atasan Sinta di kantor


"assalamu alaikum" ucap perempuan yang baru datang


"waalaikum salam" jawab semuanya dan melihat perempuan itu


"maaf aku telat iya" ucap perempuan itu


"enggak kok, mereka juga baru datang, ayo duduk" jawab Elsya dan Rina pun duduk di antara Elsya dan Putra dan langsung merangkul pundak Putra


Kefin dan Rita pun menatap Rina karena mereka belum tau siapa perempuan itu, dan langsung merangkul pundak Putra seperti itu

__ADS_1


__ADS_2