Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Pengganggu


__ADS_3

Rita dan putra sibuk bermain dengan Mirza, di sofa tamu sedangkan Kefin dan Rina bermain dengan Zahra di depan televisi sedangkan Elsya dan Rayhan hanya menonton sambil melihat adik-adiknya bermain bersama anak-anaknya


"mami sayang, apa mami nggak mau buat adik untuk Mirza dan Zahra, kan kasihan kita, mereka bermain dengan anak-anak kita, tapi kita cuman melihat kesenangan mereka bermain bersama anak kita, apa mami nggak mau buat adik lagi" goda Rayhan kepada istrinya


"isss papi apaan sih, disini ada mereka, masa iya kita tinggal untuk buat adik, untuk si kembar, kan papi hampir tiap malam buat nya, apa itu belum cukup" jawab Elsya pelan agar tak terdengar oleh kefin dan Rina yang ada di depannya


"iya tapi kan adik mereka berdua belum jadi, jadi kita usahakan sampai adik mereka sudah ada, bagaimana"


"huss nggak, aku nggak mau" kata Elsya


"sayang ayolah, apa mami nggak kasihan, melihat papi seperti ini, papi juga pengen main dengan anak-anak tapi sudah di ambil duluan sama mereka, jadi kita buat satu lagi yuk" goda Rayhan sambil memeluk istrinya


"papi kalau ada maunya, terus nggak di kabulkan pasti maksa"

__ADS_1


"papi nggak maksa sayang, cuman papi pengen main aja sama adik mereka nanti" ucap Rayhan


"papi nggak usah banyak alasan, bilang aja kalau papi pengen, nggak usah alasan buat bikin adik untuk mereka, kalau pun papi mau bermain sama anak kita pasti sudah papi ambil tuh mereka dari putra atau Rina" kata Elsya ketus, dia tau kalau keinginan suaminya nggak ada habisnya


"istriku memang pintar" ucap Rayhan sambil memeluk dan mencium istrinya


"kak Rayhan, kalau mau bermesraan sama istri jangan di depan kita dong, apa kakak nggak lihat kita berdua ini jomblo, apa kakak nggak kasihan apa" tanya Rina yang melihat kelakuan kakak dan kakak iparnya


"Rin jangan salahkan kakak, salahkan kakak ipar kamu, kakak sudah ajak dia masuk kamar tapi dia nya nggak mau" jawab Rayhan sambil tersenyum


"nggak tau kakak kamu nih Rin, dia selalu saja maksa"


"Rin apa kamu nggak kasihan sama kakak, kalian main sama anak kakak, jadi kakak juga pengen main lah sama istri kakak, apa kalian nggak mau punya keponakan lagi"

__ADS_1


"isskk, kakak apa-apaan sih, lebih baik kalian berdua masuk aja ke kamar, dari pada di sini, ganggu pemandangan saja" Rina berdecak kesal


"tuh dengar kan, Rina aja nggak mau di ganggu sama kita, karena dia mau berduaan juga sama key, jadi mending kita masuk kamar aja sayang" kata Rayhan jahil


"eh siapa yang bilang nggak mau di ganggu, maksud aku, dari pada kalian pelukan di depan kami, mending kalian masuk kamar aja" jawab Rina cepat


"nah itu maksud nya apa tuh, suruh kami masuk kamar, pasti kalian nggak mau di ganggu kan" kata Rayhan lagi


"ia udah sekarang kita masuk kamar aja sayang, jangan ganggu mereka yang mau pacaran dulu" lanjut Rayhan berdiri dan menggandeng istrinya


"kak, bukan itu maksud aku" kata Rina teriak


"udah terima kasih Rin, berkat kamu istri kakak mau ikut masuk ke kamar" kata Rayhan tertawa

__ADS_1


"hmm ini cuman alasan kakak kamu aja Rin" Elsya hanya menggeleng dan mengikuti langkah Rayhan masuk ke kamar meninggalkan kan Rina dan Kefin bermain dengan Zahra


__ADS_2