Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
ngidam


__ADS_3

keesokan harinya Elsya dan Rayhan, telah selesai siap-siap untuk ke kampus, dan mereka menuju meja makan di sana sudah ada Rizal dan Nadia yang sudah menunggu


"sayang, kamu benar hari ini mau masuk kuliah" ucap nadia saat melihat Elsya dan Rayhan menghampiri mereka


" ya bunda, Elsya yakin, kan Elsya tidak apa-apa, Elsya masih kuat untuk belajar kok bunda" ucap Elsya dan duduk di kursi yang biasanya dia tempati bersampingan dengan suaminya


"ya sudah, sekarang sarapan dulu ya" ucap nadia dan ingin mengambil kan makanan di piring Elsya dan


"hooowweeek... hoowweeek"


tiba-tiba Elsya langsung mual dan berlari menuju toilet


"bunda Elsya kenapa" tanya Rayhan heran karena tiba-tiba Elsya langsung mual


"mungkin dia tidak suka makan yang ada di meja ini" jawab Nadia


"emang orang hamil seperti itu ya bunda" tanya Rayhan lagi


"ya, dulu saat bunda juga hamil kamu seperti itu, kalau ada makanan yang bunda tidak suka pasti mual"Jawab Nadia

__ADS_1


"dan dulu juga bunda tidak suka dekat dengan ayah, kalau ayah dekat-dekat pasti langsung mual, nah saat itu beberapa bulan ayah tidak pernah sekamar sama bunda kamu, dan kamu harus bersyukur karena Elsya ngidam nya tidak terlalu aneh" jawab Rizal


"gitu ya ayah" tanya Rayhan


"ya... sudah coba lihat istri mu dulu" ucap Rizal dan Rayhan pun langsung berdiri


sebelum melangkah Rayhan langsung melihat Elsya keluar dari toilet dan berjalan mendekati keluarga nya


"sayang kamu tidak apa-apa kan" ucap Rayhan saat Elsya sudah dekat dan lagi


"hoowweek....hoowweek


"sayang kamu tidak apa-apa kan, apa perlu kita ke dokter?" tanya Rayhan khawatir


"tidak usah kak, sepertinya cuman makanan yang ada di meja saja, sepertinya saya tidak suka" jawab Elsya


"terus sarapannya gimana, masa mau ke kampus tidak sarapan" tanya Rayhan dan memapah istrinya keluar


"kak saya mau makan bakso ayam, boleh ya" ucap Elsya manja

__ADS_1


"ya udah kita bilang sama bunda dan ayah, biar kita sarapan di luar saja" jawab Rayhan lalu menghampiri orang tua nya


"bunda sepertinya Elsya tidak nafsu makan sarapan di meja ini, katanya dia ingin makan bakso di luar" ucap Rayhan


"ya sudah, tidak apa-apa kok, bunda juga mengerti...kamu pergi nya hati-hati ya" ucap Nadia


Rayhan pun mengambil tas kerja nya dan tas istrinya di kursi, lalu menghampiri istrinya yang sudah menunggu di depan pintu utama


lalu mereka pun berangkat dan menuju tempat yang di inginkan Elsya untuk makan bakso kesukaannya


sesampainya di warung bakso kesukaan Elsya, mereka langsung memesan dan tak perlu waktu lama dua mangkuk bakso pun datang


tanpa sabar Elsya langsung menyuapi mulutnya dengan bakso kesukaannya itu, Rayhan yang melihat istrinya makan seperti itu hanya mengerutkan keningnya


"sayang, makannya hati-hati, kakak tidak akan ambil baksonya kok, tenang saja kalau perlu tambah lagi, tapi makannya jangan begitu, seperti tidak pernah makan seminggu saja" ucap Rayhan menggoda


tapi Elsya tidak mempedulikan suaminya yang berbicara dan menatap nya lekat, Elsya hanya fokus dengan bakso yang ada di depannya


Rayhan pun hanya mendengus kecil dan kembali menyantap bakso yang ada di depannya

__ADS_1


__ADS_2