
beberapa bulan telah berlalu, kini perut Elsya semakin membesar, seminggu lagi tanggal yang ditentukan oleh dokter untuk Elsya melahirkan, semua persiapan telah di sediakan untuk anak-anak Rayhan dan Elsya, orang tua Rayhan sangat senang, dan sudah tidak sabar lagi untuk menunggu kehadiran cucu-cucu mereka di dunia
seperti saat ini, bunda Nadia baru datang dari berbelanja, dia sangat antusias mempersiapkan segalanya untuk cucunya, mulai dari sepatu, baju, kaos tangan dan sebagainya, walaupun Rayhan dan Elsya sudah melarangnya karena sudah terlalu banyak, tapi dia tetap tidak peduli, karena sangat senang akan mendapatkan cucu
"bunda dari mana" tanya Rayhan yang sedang menonton televisi di ruang keluarga bersama Elsya lalu melihat ibunya yang baru datang dan membawa banyak pepper bag di tangannya
"ini Ray, bunda baru dari luar sebentar, terus mampir di mall, eh malah lihat pakaian yang lucu-lucu, jadi bunda beli untuk cucu-cucu bunda" jawab Nadia sambil memperlihatkan papper bag di tangannya
"bunda, kan Rayhan sudah bilang sama bunda, tidak usah beli lagi, di dalam sudah banyak loh yang bunda sudah beli" tanya Rayhan
"hehehe mau gimana lagi, tangan bunda gatal kalau tidak membeli nya, soalnya pakaiannya Sangat lucu" jawab Nadia sambil cengengesan
"iya udah, terserah bunda saja, tapi besok-besok jangan beli lagi, tunggu anak-anak besarnya dulu baru beli lagi" tanya Rayhan
"iya deh..... ok Bunda simpan ini di kamar kalian dulu" ucap Nadia lalu masuk ke dalam kamar Rayhan dan Elsya
__ADS_1
Elsya sengaja menyiapkan tempat anak-anaknya di dalam kamarnya, karena suatu saat, apabila anaknya sudah lahir, mereka tidak susah lagi untuk mengurus anaknya saat sedang rewel
di ruang keluarga Elsya merasa lapar, walaupun tadi siang sudah makan tapi dia sering lapar saat sore hari, mungkin itu karena bawaan hamil
"kak, aku lapar, aku ke dapur sebentar ya" ucap Elsya ingin beranjak
"nggak usah, biar kakak aja yang ambilin makanan nya, kamu di sini saja sebentar" ucap Rayhan lalu beranjak mengambil kan Elsya makanan
beberapa menit kemudian Rayhan pun kembali dengan membawa sepiring makanan di tangannya dan segelas air, lalu duduk di samping Elsya
"nggak usah, biar kakak aja yang siapin" kata Rayhan menolak
"tapi kak"
"nggak ada tapi-tapi nih, aaaa" ucap Rayhan lalu memberikan suapan kepada Elsya,
__ADS_1
Elsya pun dengan senang hati menerima nya dan membuka mulutnya lalu mengunyah nya
"enak" tanya Rayhan, Elsya pun hanya mengangguk
Rayhan menyuapi istrinya Sampai makanan di piring nya habis
"nih minum" kata Rayhan setelah menyimpan piringnya di meja dan memberi kan air, Elsya pun dengan senang hati mengambilnya dan meminumnya
"terima kasih kak" ucap Elsya manja sambil memeluk lengan suaminya setelah minum
"iya sayang, kamu tidak usah berterima kasih, ini semua demi kamu Dan anak kita, supaya kalian sehat" jawab Rayhan tersenyum dan mencium kening istrinya dan memeluk nya lalu mencium bibir Elsya, Elsya pun membalas ciuman yang di berikan oleh Rayhan
tak lama Rina pun datang tanpa mengetuk pintu utama dan langsung menuju ruang keluarga, dan dia melihat Rayhan bersama Elsya ciuman di sana
"ehem...ehem" dehem Rina sambil melihat ke sembarang arah
__ADS_1
Elsya dan Rayhan pun kaget dan melepaskan ciumannya