
tiga hari telah berlalu setelah Rita dan Putra jadian, mereka pun kembali ke Indonesia, dan ingin memulai kembali aktifitas masing- masing, kecuali Elsya, Elsya kini sudah mengambil cuti untuk fokus dengan kehamilannya, karena itu desakan semua keluarga Rayhan termasuk sahabatnya
"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga dengan selamat" ucap putra setelah turun dari mobil
"kalau begitu, kita juga langsung pulang saja, mau istirahat juga nih" kata Kefin pamit yang masih didalam mobil bersama Sinta dan Rita
"ok bro, thanks ya" kata Putra
"bunda, ayah kami pamit" kata Rita pamit dan melambaikan tangan
"iya kalian hati-hati di jalan" jawab Nadia ikut melambaikan tangan
"bro pacarnya aku bawa pulang dulu iya, kalau kangen telfon dia saja" ucap Kefin jahil, Putra hanya tersenyum, sedangkan Rita wajahnya langsung memerah karena malu, apalagi ada orang tua Putra yang mendengar nya
mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah keluarga Sanjaya
"Bunda duluan iya" kata Nadia masuk kamar di susul oleh Rizal, Putra pun sama karena kelelahan di dalam pesawat
"Assalamu alaikum" ucap seorang perempuan saat rayhan dan Elsya masih di dekat ruang tamu ingin berjalan masuk kamar
__ADS_1
"waalaikum salam" ucap Rayhan dan Elsya langsung berbalik melihat siapa yang datang
"Hay kak Ray" kata perempuan itu langsung memeluk Rayhan, Tanpa memperhatikan Elsya di dekatnya, yang tadi di rangkul oleh Rayhan
"Hay Rin" kata Rayhan membalas pelukan nya
Elsya yang melihat suaminya ikut memeluk perempuan itu pun langsung mengerutkan keningnya kaget dan sedikit marah
"aku kangen sama kak Ray" kata perempuan itu masih memeluk
"kak Ray juga kangen sama kamu" balas Ray yang tidak sadar ada orang yang sudah terbakar api cemburu
"Putra, bunda dan ayah mana kak" tanya perempuan itu dan melepaskan pelukannya
"oh.. kemarin aku kesini kak tapi kata bi Ina kalian semua ke Amerika, untuk wisudawan Putra... kok nggak ajak aku sih" kata perempuan itu manja
"maaf, kami lupa" jawab Rayhan mengusap kepala perempuan itu
"ini siapa Kak?" tanya perempuan itu menunjuk Elsya
__ADS_1
"maaf aku bukan siapa-siapa" kata Elsya yang langsung berjalan cepat menuju kamarnya dan menutup pintu dengan keras
Elsya dan Rayhan kini sudah memindahkan isi kamarnya ke bawah, Rayhan sengaja menyuruh bi Ina untuk memindahkan barang-barang nya, mumpung mereka masih ada di Amerika
"loh dia kenapa kak, kok kelihatan marah sih" tanya perempuan itu lagi karena dia belum tau siapa Elsya
dia tau kalau Rayhan sudah menikah tapi dia belum tau siapa istrinya
"dia itu istri kakak, pasti dia sedang cemburu, melihat kita pelukan" jawab Rayhan dan langsung menghampiri pintu kamar
tok...tok..tok..
rayhan langsung mengetuk pintu agar Elsya mau membuka nya tapi rayhan hanya mendengar suara tangisan dari dalam
"sayang buka pintu nya, ini tidak seperti yang kamu lihat" ucap Rayhan sambil mengetuk pintu, karena khawatir istri kenapa-napa
"engga aku tidak mau membukanya, lebih baik kak Ray temani perempuan itu saja" ucap Elsya dari dalam dengan suara parau karena menangis
"sayang kamu salah faham, buka pintu nya dulu, biar kakak jelasin"
__ADS_1
"tidak, aku tidak akan buka pintu nya" kata Elsya tetap kekeh
di dalam kamar Elsya menangis sambil mengingat kejadian yang baru di lihat nya tadi, Rayhan berpelukan sama seorang perempuan yang tidak di kenal oleh nya