
di saat semua lagi asik bermain di taman belakang bersama keluarga
Di ruang kerja Rayhan, Elsya masuk dan melihat suaminya sedang fokus menatap layar laptop nya dan sesekali mengetik, entah apa yang sedang di kerjakan
"sayang, papi lagi ngapain, kok nggak ikut gabung ke belakang sih?" tanya Elsya menghampiri suaminya yang lagi fokus
"ini sayang kerjaan kantor lagi menumpuk, dan besok mungkin papi nggak ke kampus dulu, soalnya ada meeting yang harus papi hadiri dan berkas-berkas juga harus di handle oleh papi" jawab Rayhan melihat istrinya masuk dan kembali menatap layar laptop nya lagi
"kalau papi sibuk di kantor, lebih baik papi fokus di kantor saja, nggak usah jadi dosen lagi kan untuk sementara papi bisa cari asisten dosen, sambil mencari dosen pengganti" kata Elsya
"kan papi sudah bilang sayang, kalau papi akan berhenti jadi dosen kalau istriku ini juga sudah lulus" jawab Rayhan tersenyum dan menarik Elsya kepangkuan nya
"sayang jangan seperti ini, kalau ada orang yang masuk bagaimana?" ucap Elsya sambil berusaha ingin berdiri dari pangkuan suaminya tapi tidak bisa karena Rayhan memeluk istrinya dengan erat
"nggak ada yang bakal masuk kok, semua orang kan lagi di taman" jawab Rayhan sambil menyandarkan kepalanya di pundak istrinya dan kembali mengerjakan tugas nya
"sayang mami buatkan minum buat papi ia dan bawakan makan juga supaya papi nggak bosan untuk kerja" kata Elsya di pangkuan suaminya
"nggak usah, kalau ada mami di sini papi nggak perlu yang lain lagi" jawab Rayhan
"papi ia udah punya anak dua juga masih saja pintar gombal"
"siapa yang gombal sih sayang, emang benar kok, kalau ada mami, papi nggak perlu yang lain lagi" kata Rayhan terlihat serius sambil menatap istrinya
__ADS_1
"iya tapi jangan menatap mami seperti itu, mami jadi takut saja lihat tatapan papi... udah lebih baik mami turun nanti papi capek kalau pangkuin mami terus" kata Elsya ingin turun dari pangkuan suaminya
"kalau mami berani turun, jangan salahkan papi kalau berbuat sesuatu" ancam Rayhan
"silahkan saja mami nggak takut kok" ucap Elsya tetap berusaha
tiba-tiba Rayhan langsung memeluk Elsya dan memengang gunung kembar Elsya di depan
"papi lepasin nggak, katanya papi mau kerja" ucap Elsya melepaskan tangan suaminya
"katanya nggak takut, kok di lepas sih" ucap Rayhan tersenyum
"iya tapi nggak seperti itu juga" ketus Elsya di pangkuan Rayhan dan memonyongkan bibirnya
"hmm seperti nya papi nggak bisa fokus kerja lagi, soalnya ada yang godain papi" kata Rayhan tersenyum jahil
Cup
seketika Rayhan langsung mendarat kan ciuman di bibir Elsya yang terlihat sangat menggoda itu, awal nya Elsya memberontak tapi dengan kelembutan Rayhan, Elsya juga terbawa suasana dan mengalungkan tangannya di pundak suaminya
Rayhan pun langsung mengangkat istrinya ke sofa di ruang kerjanya itu dan membaringkan tubuh istrinya, lalu melanjutkan ciumannya
tak terasa Rayhan merasa sudah sangat agresif dan Rayhan pun berdiri dan ingin membuka ikat pinggang nya tapi di tahan oleh Elsya
__ADS_1
"sayang mau ngapain" tanya Elsya kaget
"masa nggak tau sih sayang" jawab Rayhan sambil membuka ikat pinggang nya
"tapi mami nggak bisa Pi"
"kenapa tidak bisa"tanya Rayhan heran
"soalnya mami lagi datang bulan" jawab Elsya tersenyum melihat perubahan wajah suaminya
"hmmm mami kok nggak bilang sih dari tadi, kan harus di tahan lagi" ucap Rayhan merasa kecewa dan kembali duduk di meja kerjanya
"hahahaha muka papi kok di tekuk gitu sih"
"puas kan lihat papi seperti ini, kalau sudah seperti ini, papi nggak bisa fokus kerja lagi gara-gara mami nih" ketus Rayhan
"salah papi juga, kenapa harus cium mami, seperti tadi" ucap Elsya
"udah, papi nggak bisa berfikir lagi nih" ucap Rayhan mematikan laptop nya
"ia udah lebih baik kita ke taman belakang aja main sama anak-anak" ucap Elsya beranjak dan menghampiri suaminya
"mami duluan aja, nanti papi nyusul" ucap Rayhan merasa tak bersemangat
__ADS_1
"yakin nih"
"iya yakin, mami duluan aja" jawab Rayhan dan Elsya pun menuruti ucap suaminya