Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Berangkat Bareng


__ADS_3

Elsya berlari keluar untuk membuka pintu kamar dan tanpa sengaja


BRUGGG....


Elsya dan Rayhan tabrakan saat Rayhan juga baru keluar dari kamar dan hendak turun


"kamu lagi, kamu punya mata ngga sih" tanya Rayhan


"ma...maaf pak saya tidak sengaja" ucap Elsya terbata-bata


"kamu bilang kamu tidak sengaja, sudah berapa kali kamu menabrak aku, dan kamu masih bilang kalau kamu tidak sengaja, oh apa memang ini cara kamu supaya kamu bisa menyentuh aku, iya kan jujur saja" bentak Rayhan


"tidak pak" ucap Elsya


"jangan bohong, di luar sana banyak perempuan seperti kamu, pura-pura menabrak padahal dia cuman mau dekat-dekat dan menyentuh ku, itu juga pasti alasan kamu kan"


"tidak pak, aku beneran tidak sengaja" ucap Elsya


"udah, aku mau turun, tidak penting juga bicara sama kamu" ucap Rayhan dan berlalu menuruni tangga

__ADS_1


"isst dasar si patung es, geer banget sih, siapa juga yang mau menyentuh mu, asal kamu tau kalau sampai aku menyentuh mu pakai tangan, aku akan cuci tangan ku sampai tujuh kali" gerutu dalam hati Elsya


"apaan sih semalam kan dia pegang tangan aku untuk memakaikan cincin, ih bisa gila aku kalau ketemu dia terus" ucap Elsya


"maaf nona sarapan nya sudah siap, dan nyonya memanggil nona untuk turun" kata bi Ina


"oh iya bi terima kasih" ucap Elsya dan ikut turun bersama bi Ina menuju meja makan


"nah ini dia calon mantu bunda, yuk duduk di sini kita sarapan sama-sama" ucap Nadia menepuk kursi yang ada di samping nya


"terima kasih bunda" ucap Elsya dan dia pun duduk berhadapan dengan Rayhan, Elsya melihat ke arah Rayhan dengan wajah yang di tekuk, begitu pula dengan Rayhan, dan mereka pun mulai makan


"oh iya apa ayah berangkat nya sendiri" tanya Nadia


"tidak bunda, ayah pergi sama pak totok untuk mengantar ayah karena perjalanan nya jauh, kalau begitu ayah pamit duluan, kalian lanjut kan sarapan nya" jawab Rizal dan beranjak dari duduknya


"hati-hati ya ayah" ucap Nadia mencium punggung tangan Rizal


"iya udah kalian lanjut sarapan, oh iya Sya karena pak totok ikut sama ayah jadi nanti kamu ikut sama Rayhan"

__ADS_1


UHUK... UHUK... UHUK


suara batuk Elsya karena kaget


"kamu kenapa Sya, ni minum dulu" ucap nadia dan memberikan air kepada Elsya


"tidak apa-apa bunda, oh iya nanti biar Elsya berangkat sendiri saja" ucap Elsya dan menghadap ke arah Rayhan


"jangan Sya kamu dan Rayhan kan ke tempat yang sama, jadi lebih baik kamu ikut Ray saja" paksa Nadia


"tidak usah di paksa bunda, terserah dia kalau mau pergi sendiri" ucap Rayhan


"tidak Ray kamu harus bareng sama Elsya, bunda tadi sudah bilang sama dia biar di antar, tapi pak totok kan ikut sama ayah, jadi sekalian saja Elsya ikut sama kamu, kalian kan ke kampus yang sama, dan jangan ada penolakan lagi" ucap Nadia


"terserah bunda saja, saya pamit dulu" kata Ray dan berdiri mencium punggung tangan Nadia


"kamu ikut Ray gih" ucap nadia kepada Elsya dan Elsya pun beranjak dan mencium punggung tangan Nadia


"assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikum salam, hati-hati iya nak" ucap Nadia saat mereka masuk ke dalam mobil setelah mereka pergi Nadia pun masuk kembali ke dalam rumah


__ADS_2