
beberapa hari telah berlalu Rita dan Putra hari ini berencana untuk pulang, malam pertama pun juga sudah di lakukan oleh sepasang suami istri itu, tinggal di apartemen untuk beberapa hari tanpa ada kegiatan yang dilakukan dan tanpa ada teman membuat rita merasa sangat bosan, dan beberapa hari lagi dia juga akan masuk kuliah lagi, karena libur semester akan segera berakhir beberapa hari lagi, jadi dari itu dia mau pulang
--------------------------------------
sedangkan di rumah keluarga Sanjaya, terlihat Rayhan dan Elsya baru selesai sholat dan juga mengaji, setiap mengaji Elsya selalu mendekatkan kedua anaknya dan juga membacakan surah-surah pendek, katanya agar mereka besar nanti atau sudah lancar berbicara anak-anaknya sudah bisa menghafal minimal hanya surah pendek saja
dan terlihat mereka berdua juga sangat suka saat orang tuanya mengaji, kalau biasanya saat main mereka berdua sering aktif tapi kalau mendengar orang tua nya mengaji mereka cuman diam dan memperhatikan kedua orang tua nya
dalam pikiran Elsya mengajar anak sangat baik selagi masih kecil, itu akan baik untuk mereka kedepannya, apa lagi kalau mengajar anak tentang agama
setelah selesai sholat mereka langsung makan malam dan sesudah itu mereka kembali berkumpul di ruang keluarga bersama orang tuanya
"oh ya bun Putra dan Rita emang jadi pulang hari ini?" tanya pak Rizal
"iya ayah, katanya sih mereka akan berangkat jam 11" jawab bunda Nanda
karena waktu Indonesia dan Amerika beda sekitar 12 jam, jadi karena di Indonesia sekarang malam, berarti di sana sudah pagi
"coba aku telfon mereka dulu" ucap Rayhan lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi adiknya
"halo assalamu alaikum pengantin baru" ucap Rayhan saat telfon nya tersambung
__ADS_1
"waalaikum salam,ada apa kak" tanya putra di seberang
"hari ini kalian jadi pulang nggak"
"iya kak, penerbangan nya sekitar jam 11 siang ini, emang ada apa?" tanya nya lagi
"oh nggak apa-apa, cuman mau bilang aja jangan lupa untuk membawa oleh-oleh buat kami semua, termasuk kedua keponakan kalian" ucap Rayhan
"iya nih oleh-oleh nya sudah ada semua kok" jawab putra
"emang oleh-oleh apa?"
"kok cuman pakaian aja sih untuk mereka, terus untuk kita juga kok cuman Rita yang siapin emang kamu enggak bantu" tanya Rayhan mungkin pikiran nya sudah tergeser lagi kearah yang negatif 😂
"katanya dia nggak mau di bantu"
"gimana bisa kalau kamu nggak bantu dia? kalau nggak di bantu oleh-oleh nya nggak bakal ada dong"
"ada kok kak tenang aja"
"tapi kami maunya oleh-oleh yang khusus dari kalian berdua, sudah ada kan?"
__ADS_1
"oleh-oleh khusus?, emang apaan?" tanya Putra belum mengerti
"jangan pura-pura nggak tau, kalian sudah Tinggal satu bulan di sana, masa oleh-oleh khusus buat keluarga nggak ada sih, apa lagi nih Mirza dan Zahra juga pengen punya teman main" ucap Rayhan
"iya kalau untuk mereka mainannya udah ada kok..."
"yakin nih sudah ada?" tanya Rayhan dengan intonasi mengejek
"iya aku yakin kak... oh jangan-jangan maksud kakak adalah.... hmmm kak Rayhan, ya tuhan, kok bisa sih aku punya kakak seperti kamu, kirain juga oleh-oleh apaan, ternyata itu ya?, tunggu aja, semoga saja teman untuk Mirza dan Zahra cepat jadinya" ucap Putra sudah mengerti arah pembicaraan kakaknya kemana
"hahahaha, iya jangan lupa loh, untuk oleh-oleh nya itu"
"iya kak doain aja, oh iya terus bunda, ayah dan kak Elsya mana?, kok mereka nggak kedengaran"
"mereka ada di disini" jawab Rayhan, dan Rayhan pun memberikan ponsel nya kepada bunda Nadia
"halo assalamu alaikum sayang, gimana kabarnya di sana, kalian baik-baik saja kan?" ucap bunda Nadia
"Alhamdulillah Bun kami baik-baik saja kok" jawab Putra
setelah beberapa menit berbicara lewat telpon akhirnya mereka selesai mengobrol, juga bunda Nadia mengingat kan Putra agar omongan kakaknya nggak usah di ambil hati, tentu saja Putra tau, karena kakaknya juga memang sering usil, jadi dia nggak marah, dan kalau pun itu terjadi pasti dia juga akan sangat senang
__ADS_1