
"pak Rayhan kenapa" tanya pak Khairul membuyarkan tatapan Rayhan
"eh tidak apa-apa pak, maaf" jawab Rayhan gugup
"ini asisten saya, namanya Riska" ucap pak Khairul memperkenalkan asistennya
"oh silahkan duduk" ucap sekretaris Rayhan dan Rayhan hanya menatap nya dengan tatapan amarah
"jadi langsung saja ya pak" ucap sekretaris Rayhan meminta izin dan di angguki oleh pak Khairul dan Rayhan
sekretaris Rayhan pun menjelaskan materi yang di bahas pada meeting kali ini dan sesekali di ambil alih oleh Rayhan
tapi pandangan asisten pak Khairul yang bernama Riska tidak lepas dari Rayhan, dia masih tidak percaya, kalau mereka akan bertemu lagi setelah sekian lama, dan sesekali Riska memperlihatkan senyum di bibirnya untuk Rayhan
Rayhan yang merasa dirinya di tatap hanya memperlihatkan wajah emosi nya kepada perempuan itu, dan menghindari kontak mata dengan nya dan tersenyum saat melihat pak Khairul
__ADS_1
beberapa menit telah berlalu, mereka pun telah selesai dengan penjelasan Rayhan dan sekretaris nya pak Khairul menerima untuk bekerja sama dengan perusahaan Rayhan
lalu mereka pun pamit dan berpisah di depan pintu, Rayhan pun langsung menuju ruangannya sedangkan sekretaris nya ada beberapa hal yang harus di kerjakan di luar
setelah di depan lift pak Khairul dan asisten nya hendak masuk dan tiba-tiba asisten berkata kepada pak Khairul
"pak, maaf sepertinya saya melupakan sesuatu di ruangan tadi, bapak duluan saja kembali ke kantor nanti saya akan nyusul" ucap Riska meyakinkan bosnya
"baik, kalau begitu saya duluan" ucap pak Khairul yang di angguki oleh Riska dan langsung masuk ke dalam lift
"selamat sore pak" ucap Riska saat membuka pintu ruangan Rayhan dan langsung masuk sebelum di persilahkan oleh sang pemilik
Rayhan yang mendengar suara perempuan yang di rasa di kenalnya langsung membuka matanya dan melihat siapa yang datang menemuinya di dalam ruangan nya
"KAMU" ucap Rayhan kaget dan langsung berdiri dari duduknya dan perempuan itu
__ADS_1
hanya menyunggingkan senyum di bibir nya
"kamu ngapain di ruangan aku, sekarang juga kamu kaluar dari sini...kalau tidak aku akan panggil security untuk mengusir kamu dari sini" ucap Rayhan sangat emosi dan menunjuk pintu keluar dan menunjuk wajah perempuan itu
"tenang Ray, aku kesini hanya ingin melihat kamu saja kok.. soalnya aku belum percaya, Rayhan yang dulu belum punya apa-apa, tapi sekarang menjadi pemimpin di perusahaan yang besar seperti ini" ucap Riska tersenyum licik sambil melihat Rayhan
"aku tidak ingin mendengar ucapan mu, Sekarang juga kamu keluar dari sini" ucap Rayhan meninggikan suaranya yang terlihat sangat emosi
"Ray dengar kan aku dulu" ucap Riska dan
Rayhan pun langsung menelfon security yang ada di depan kantor nya, dan tak lama security itu pun langsung masuk dan menundukkan kepalanya
"usir perempuan ini dari sini" ucap Rayhan tegas, dan security itu pun langsung menarik tangan perempuan itu untuk keluar dari ruangan Rayhan
"Ray dengar aku dulu... aku minta maaf ray.. Ray" teriak perempuan itu yang di seret security untuk keluar
__ADS_1
"lepas, saya bisa jalan sendiri" ucap Riska menepis tangan nya dan berjalan keluar