Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Masa Depan Rayhan


__ADS_3

Di taman belakang


"kakak ipar kak Rayhan di mana, kok nggak ikut kesini sih" tanya Rina saat melihat Elsya menghampiri mereka semua


"dia masih di ruang kerjanya, sebentar lagi juga kesini" jawab Elsya dan duduk di dekat bunda nya


"emang kakak lagi ngapain dari tadi di ruang kerja" tanya Rina lagi


"katanya ada berkas dari kantor yang harus dia selesaikan, karena besok ada meeting" jawab Elsya dan Rina pun mengerti


"ma ma ma" ucap Zahra menghampiri maminya dan membawa mainan nya


"eh sayang, anak mami sepertinya senang banget mainnya" kata Elsya mencium Zahra


"oh ya putra dan Rita kemana, kok mereka nggak ada" tanya Elsya


"mereka berdua lagi keluar, katanya nanti sore mau acara bakar-bakar, jadi mereka pergi membeli bahan makanan untuk acara nanti sore" jawab Kefin


"ooh gitu"


terlihat Rayhan menghampiri mereka semua dengan wajah yang malas, mungkin karena tadi gagal karena istrinya datang bulan, atau ada hal lain yang di pikirannya, entah lah hanya dia yang tau itu


"Rayhan ada apa, kok kayak lesu gitu sih" tanya bunda Nadia saat melihat ekspresi wajah anaknya itu


"nggak apa-apa kok Bun, cuman sedikit kecewa aja" jawab Rayhan masih dengan wajah lesu nya dan duduk di samping Kefin Elsya hanya tersenyum melihat suaminya seperti itu

__ADS_1


"kecewa?, kecewa karena apa kak" tanya Rina


"kecewa sama seseorang" ketus Rayhan


"nggak biasa nya kamu lesu seperti ini, apa ada kerjaan kantor yang buat kamu pusing atau orang di kantor ada yang buat salah" tanya Nadia lagi


"bukan masalah kantor kok Bun" jawab lesu Rayhan


"terus kalau bukan masalah kantor, masalah apa dong" tanya Rina


"ini masalah masa depan aku, soalnya nggak tersalurkan" jawab ketus Rayhan dan membuat semua mengerutkan keningnya karena tidak mengerti apa yang di maksud Rayhan, kecuali elsya, dia hanya tersenyum sudah tau apa maksud suaminya


"maksud kakak? masa depan itu apa?" tanya Rina polos


"ia udah, kalau nggak mau bilang" ketus Rina


tiba-tiba Mirza dan Zahra menangis karena berebut mainan, Elsya dan Rayhan pun langsung menggendong anaknya


"sayang ada apa kok nangis sih, cup cup cup cup" ucap Elsya menenangkan tangisan anaknya begitu pun dengan Rayhan


"mungkin mereka sudah lapar dan pengen tidur nak, lebih baik kalian bawa mereka masuk kamar dulu, soalnya mereka dari tadi main terus" kata bunda Nadia


Rayhan dan Elsya pun membawa anaknya masuk ke kamar, Elsya juga menyusui anaknya tak lama mereka pun tertidur, Elsya dan Rayhan pun memperbaiki tidur anaknya lalu kembali keluar, karena sudah waktunya makan siang


"assalamu alaikum" ucap Rita dan putra yang baru datang membawa kantong kresek

__ADS_1


"waalaikum salam" Jawab semua dari dalam


"Bi Ina, tolong ini dibawa ke dapur dulu ya" ucap putra memberikan kantong kresek itu ke BI Ina


"baik tuan muda" jawab bi' Ina dan mengambil barang yang di bawa oleh putra untuk acara bakar-bakar nanti sore


"wah pas banget nih kalian sudah pulang, kita juga baru mau makan, kalian berdua cepat sini, aku udah lapar nih" ucap Rina yang sudah ada di meja makan


"kalian makan aja tadi kita sudah makan di luar kok" jawab Putra


"kalian curang banget sih, kita kan kumpul disini kok kalian makan di luar sih" ucap Rina


"udah kita makan saja nggak usah ladeni kakak mu itu" jawab Rizal


"aduh pasangan ini baru keluar dari kamar ya, pasti habis.." ucap Putra saat melihat Elsya dan Rayhan keluar dari kamar


"Plaaakkk.."


"habis apa, kamu anak kecil jangan sok tau tuh keponakan mu baru tidur, pikiran nya kok udah ngeres aja, udah kebelet kawin ia" ucap Rayhan menjitak kening Putra


"tau aja, kalau adiknya Udah kebelet kawin hahaha" jawab Putra ketawa


"dengar tuh pacar kamu udah kebelet kawin" ucap Rayhan kepada Rita


Rayhan pun hanya menghela nafas sambil menggeleng dan menuju meja makan menyusul istrinya yang sudah berjalan duluan

__ADS_1


__ADS_2