
malam ini setelah selesai makan malam, Elsya, Rayhan, Nadia dan Rizal berkumpul di ruang tamu, bercerita tentang kehamilan Elsya, dan mereka sangat senang karena tidak lama lagi akan mendengar tangisan suara bayi di rumah itu
"Ray, mulai sekarang kamu harus jaga istrimu dengan baik, karena sekarang dia lagi mengandung cucu ayah, dan jangan biarkan menantu ayah sampai kecapean apalagi sampai bersedih, kalau Sampai ayah lihat menantu ayah bersedih, ayah akan pastikan kalau kamu akan di hukum" ucap Rizal bercanda
"ya bunda Sangat setuju dengan ayah" kata Nadia mengiyakan ucapan suaminya
"anak bunda dan ayah siapa sih, kok mala belain dia sih, kan Ray anak kandung bunda dan ayah" tanya Rayhan juga bercanda
"hmm anak ayah cuman Elsya, ayah tidak punya anak bandel seperti kamu, hahaha" jawab Rizal terus bercanda dan tertawa
"ya bunda perasaan cuman melahirkan satu anak perempuan dan satu lagi laki-laki, dan perasaan bunda kasih nama Elsya dan putra jadi kamu anak siapa hahaha" ucap Nadia
"ya kakak anak siapa sih, kok ada di sini" ucap Elsya juga
mereka pun terus bercanda dan tertawa senang, karena kehamilan Elsya dan dia hampir melupakan putra
"Bunda, ngomong-ngomong soal anak, kita hampir lupa loh dengan pamannya dedek sekarang, dia juga harus tau loh bunda, tentang keponakannya ini" ucap Elsya yang baru mengingat adik iparnya
__ADS_1
"oh ya, bunda sampai lupa, kita telfon sekarang ya" ucap nadia dan langsung mengambil ponsel nya
"hmm cepat banget kepikiran dengan putra" umpat Rayhan pada Elsya
"kakak kenapa sih masih saja cemburu sama adik sendiri, kakak tidak lihat nih, sekarang saya sudah mengandung anak kakak, mana berani saya selingkuh, apa lagi dengan Putra" ucap Elsya pada Rayhan
"ya deh kakak percaya" ucap Rayhan
"assalamualaikum bunda" ucap putra dalam telpon dan sedang video call
"waalaikum salam sayang, oh iya a sekarang kamu lagi di mana" tanya Nadia
"hallo nak, kamu baik-baik kan di sana" tanya Rizal yang kini memegang ponsel
"Alhamdulillah putra baik-baik saja ayah,...
oh iya ada apa nih tumben-tumbenan nelpon putra, biasanya juga putra yang nelpon duluan" tanya putra penasaran
__ADS_1
"oh ya kita ada kabar gembira nih buat kamu" ucap Nadia
"kabar gembira apa bunda"
" sebentar lagi kamu akan menjadi Paman" ucap Nadia senang dan Putra masih bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Nadia
"maksud bunda apa" tanya putra tidak mengerti
"kakak ipar kamu sedang hamil Putra Elsya hamil anak Rayhan"
"yang benar bunda"
"ya benar sayang "
"horee sebentar lagi putra akan jadi paman dong,.. kakak ipar mana bunda, putra mau bicara sama dia sebentar" tanya Putra dan tiba-tiba Rayhan langsung mengambil ponsel Nadia di tangannya
"hey anak nakal, kenapa kamu cari-cari istri orang, emang di situ tidak ada perempuan apa, sampai-sampai istri orang di cari seperti itu" ucap Rayhan tegas tapi bercanda
__ADS_1
"apaan sih kak Ray ini, kan aku cuman mau bicara sama kakak ipar, kalau kakak selalu marah begitu nanti cepat tua loh, kalau kakak tua nanti kakak ipar naksir sama aku bagaimana, apa kakak mau di tinggal sama kakak ipar karena sudah tua, lihat aja tuh, mukanya mulai keriput begitu karena sering marah" ucap Putra menggoda
sebelumnya putra memang sangat manja dengan kakaknya dan sering bercanda dengan Rayhan, tapi semenjak Rayhan di tinggal pergi dengan mantan nya Rayhan langsung berubah dengan adiknya, tapi Putra tidak berubah sama sekali, dia tetap seperti putra yang dulu yang selalu membuat kakaknya tersenyum dan selalu menggoda nya walaupun Rayhan selalu marah tapi, itu di anggap candaan oleh putra