
walaupun tinggal sendiri, Elsya masih seperti dulu, dia Bagun lebih awal untuk sholat dan membersihkan rumah sebelum berangkat ke kampus, tapi hari ini Elsya masuk kuliah jam 10.00 jadi Elsya menyempatkan dirinya untuk ke makam orang tuanya terlebih dahulu, setelah selesai, Elsya pun menyusuri jalan menuju kampus, saat sampai, Elsya langsung masuk ke dalam kelas Tampa mempedulikan orang di sekitarnya dan duduk di tempat yang biasa di tempati
"Hay sya bagaimana kabarmu" ucap Rita saat melihat sahabatnya dengan wajah sedikit pucat
"baik-baik aja kok Ta" ucap Elsya tanpa memperhatikan Rita
"Sya kamu sakit iya, kok kelihatan pucat sih" tanya Rita
"nga kok mungkin cuman capek aja, soalnya tadi aku ke makan orang tua ku dulu, terus ke sini dengan jalan kaki, iya mungkin karena itu aku terlihat pucat" jawab Elsya agar sahabatnya tidak khawatir
"Sya kamu jangan sedih terus dong, ibu dan ayak kamu pasti sudah tenang di sana, kalau kamu sedih mereka juga pasti ikut sedih" ucap Rita memeluk sahabatnya seakan tau kalau sahabatnya itu belum bisa menerima kepergian ibunya
Kefin yang melihat pun mendekati ke duanya
"Hay sya" ucap kefin dan duduk di samping Elsya
__ADS_1
"Hay" balas Elsya
"gimana kabar kamu sya, baik aja kan" tanya Kefin, walaupun dia tau kalau keadaan Elsya masih terpukul dengan kepergian ibunya, beberapa hari yang lalu
"Alhamdulillah baik kok" jawab Elsya
"oh iya Sya boleh nga aku cerita sama kamu" ucap kefin meminta izin, dan di angguki oleh Elsya
"tau nga kemarin itu ada hal yang memalukan loh di kelas kita" ucap kefin yang memandang kearah Rita sambil tersenyum sinis
"ih apaan shi, nga usah cerita-cerita seperti itu, malu-maluin tau nga" ucap Rita memotong pembicaraan Kefin
"nga tau tuh si key" jawab Rita menunjuk key
"udah deh nga usah dengerin" lanjut Rita agar Kefin tidak melanjutkan omongan nya, tapi beda dengan Elsya, Elsya malah penasaran, kemarin ada apa yang tidak di ketahui nya
__ADS_1
"key emang kemarin kenapa sih" tanya Elsya penasaran" udah cepat bilang, nga usah lihat Rita " lanjut Elsya
"ih key nga bisa tutup mulut banget sih, itukan memalukan, ngapain juga harus bilang sama Elsya" ucap Rita dalam hati, dan menatap tajam ke arah key
"kemarin itu Rita sakit perut, tapi di tahan karena ada pak Rayhan di depan, tiba-tiba Rita k*nt*t" ucap kefin yang berhasil membuat Elsya kembali ketawa dan membuat Rita merasa malu di depan sahabatnya sendiri
"ih Ta kamu kamu jorok banget sih" ucap Elsya sambil tertawa, mereka pun bercerita panjang kali lebar, dan tertawa lepas, sampai dosen pertama masuk
##Di Rumah Sanjaya##
"yah, ayah yakin mau jodohin dia dengan anak kita" ucap Nadia
"iya bun ayah sudah yakin, kan anak kita juga sudah setuju, jadi tinggal persetujuan dari dia" jawab Rizal
"kalau bunda iya, pasti sangat senang kalau dia menerima anak kita, bunda sudah tidak sabar kalau dia menjadi menantu kita yah" ucap Nadia lagi
__ADS_1
"iya jujur saja sih Bun dari dulu ayah memang mau jodohin anak kita dengan gadis itu, tapi sepertinya tidak mungkin, jadi ayah suruh Rayhan menggantikan ayah menjadi dosen, agar Rayhan juga bisa menilainya" ucap jujur Rizal, sebenarnya Rizal sudah menanti momen agar anaknya bisa menerima gadis itu sebagai pendamping hidup nya
"semoga saja anak kita bisa menerimanya dengan tulus iya" ucap nadia