
Rina pun langsung mengajak Zahra untuk bermain dan terlihat Zahra sangat senang dan sesekali tertawa, mereka juga sudah mulai bisa bicara walaupun belum jelas apa yang di bicarakan dan yang hanya jelas hanya ucapan papa dan mama saja, gigi Zahra dan Mirza juga sudah tumbuh empat dua di atas dan dua di bawah
"anak aunty sepertinya udah ngantuk iya, kalau gitu Zahra tidur ya, biar aunty shalawatin supaya tidurnya nyenyak" ucap Rina membaringkan Zahra di kereta dorong nya dan mulai bershalawat, tak lama Zahra pun tidur
*"wah kakak dan kakak ipar belum keluar dari kamar, terus aku ditinggal sama Kefin, kok aku jadi gugup begini sih, biasanya kan aku fine fine aja kalau dekat dia, hmmm gimana iya" gerutu Rina dalam hati
"aduh mana Putra dan Rita main di taman belakang lagi, mau nyusul mereka takut mengganggu, hmm gimana iya, kalau aku tinggal, nanti Zahra bangun" lanjut nya*
"kamu kenapa Rin" tanya Kefin yang melihat tingkah Rina yang seperti sedang berfikir
"oh tidak apa-apa, cuman cari Putra dan Rita aja, mereka di mana ya?" pura-pura Rina mencari
"sepertinya mereka ada di taman belakang" jawab Kefin
"oh gitu ya"
__ADS_1
"oh ia Rin, aku mau tanya kamu sesuatu, boleh nggak?" tanya Kefin
"bilang aja"
"tapi kamu jangan marah atau tersinggung ya?"
"ngapain harus marah, bilang aja kali, aku nggak akan marah kok"
"maaf iya sebenarnya ini pribadi sih" tanya Kefin lagi yang tidak nyaman dengan pertanyaan yang akan di berikan dan Rina hanya mengangguk saja
"gini ya, kita kan sudah lama kenal, tapi kok aku nggak pernah ya lihat kamu sama cowok gitu, apa kamu nggak punya pacar atau teman cowok gitu"
"kok kamu tanya tentang hal itu" tanya Rina penasaran
"oh maaf, kamu jangan marah iya? aku cuman tanya kok, kalau nggak mau di jawab juga nggak apa-apa, cuman heran aja gitu, kamu kan perempuan, cantik pula, tapi kok nggak pernah sekalipun aku lihat kamu keluar sama teman cowok"
__ADS_1
"hmm iya, memang aku nggak punya teman cowok, kecuali saudara aku kak putra dan kak Rayhan, tapi sebenarnya sih aku kagum dengan satu cowok, tapi sayang nya seperti nya dia suka sama satu cewek" jawab Rina sambil menatap Zahra yang tertidur lelap
"oh gitu ya, tapi kenapa kamu menyimpulkan kalau cowok itu suka sama cewek itu" tanya Kefin penasaran
"aku juga belum yakin sih apa dia suka sama cewek itu atau tidak, tapi kalau di banding kan dengan aku, memang cewek itu lebih baik dan lebih cantik dari aku"
"Kenapa kamu nggak jujur aja sama cowok itu"
"hehehe, mau di taruh di mana muka aku, masa iya aku yang bilang sama cowok itu, kalau aku suka sama dia, nggak mungkin lah"
"iya juga sih, tapi semoga saja cowok itu, peka dengan perasaan kamu, dan kalian bisa jadian"
"semoga aja sih gitu key"
"seandainya saja kamu tau key orang yang aku maksud itu adalah kamu, apa kamu mau sama aku?" lagi-lagi Rina menggerutu dalam hati
__ADS_1