Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Makan Rujak


__ADS_3

~Di rumah sanjaya~


"lagi ngapain sayang" tanya Rayhan saat turun dari tangga dan menghampiri Elsya yang masih duduk di ruang keluarga


"eh.. kak Ray.. ini kak lagi nungguin putra" jawab Elsya dan menyambut suaminya


"kok nungguin Putra sih sayang, aku kan suami mu, terus kenapa Putra yang di tunggu" tanya Rayhan sedikit cemburu


"ini loh kak, tadi itu Elsya minta tolong sama Putra buat beliin rujak, jadi Elsya tungguin dia" Jawab Elsya merangkul tangan Rayhan


"kan ada bi Ina sayang, kok bukan bibi saja yang keluar beli rujaknya" tanya Rayhan lagi


"Elsya nga mau bi Ina atau siapapun, Elsya maunya di beliin rujak nya sama Putra kak" jawab Elsya manja


"ya sudah, kita duduk dulu" ucap Rayhan dan mendudukkan istrinya di samping nya


"sayang kalau mau di beliin apa pun atau mau makan apapun, bilang sama suami kamu dulu ya, siapa tau kakak bisa bantuin" ucap Rayhan sambil memeluk istrinya


"ya kak, tapi itu maunya dedek, bukan maunya Elsya" ucap Elsya tetap manja


"ya sudah terserah, yang penting istri ku yang cantik ini bisa senang" kata Rayhan mencium kening Elsya

__ADS_1


"terima kasih kak, kakak memang selalu mengerti keinginan aku.... aku sayang sekali sama kamu kak" ucap Elsya memeluk erat tubuh suaminya


"kakak juga sayang sama kamu" ucap Rayhan ingin mencium istrinya


"ehem.. ehem" dehem Putra yang baru datang dan melihat Rayhan dan Elsya bermesraan


"Putra, gangguin orang aja" ucap Rayhan batal mencium istrinya


"kalau nggak mau di ganggu dan pengen mesra-mesraan itu jangan di sini kak, tapi di kamar, supaya nggak ada yang lihat" jawab Putra dan menghampiri mereka


"Putra.. rujaknya mana" tanya Elsya gembira saat melihat putra datang


"nih rujaknya kak" jawab Putra dan memberikan sekantong kresek, kepada Elsya


"bi' Ina, minta mangkuknya satu ya" teriak Putra memanggil bi Ina


bi' Ina pun langsung mengambil mangkuk di lemari, dan memberikan kepada Elsya..


dan terlihat Elsya sangat lahap sekali memakan rujak itu


"sayang, makanya hati-hati, jangan gitu dong" ucap Rayhan kepada istrinya, karena melihat Elsya makanya sangat cepat seperti akan ada yang akan mengambil makanan nya

__ADS_1


"he..he..he, maaf...apa kalian mau" tanya Elsya kepada kedua kakak beradik itu


"kakak ipar makan saja, nanti kalau habis kakak bisa nangis entar, atau kalau nggak, kakak ipar menyuruh putra beli lagi" jawab Putra


"kak, Putra pamit masuk kamar dulu, Putra capek mau istirahat" ucap Putra berjalan menuju kamarnya


"kak, rujaknya habis" ucap Elsya saat rujaknya habis tak tersisa


"kamu masih mau lagi sayang" tanya Rayhan


"nggak kok kak Elsya sudah puas" jawab Elsya tersenyum puas


"ya udah, kita istirahat sekarang ya sayang" ucap Rayhan dan berdiri


"ya ayo kak, Elsya juga sudah lelah nih" ucap manja Elsya dan mengangkat tangannya agar suaminya mengangkat nya untuk berdiri


"aduh istri ku sayang... manja banget sih, sini biar kakak bantu berdiri" ucap Rayhan


"aduh, berat banget sih sayang" kata Rayhan saat mengangkat istrinya


"kak Ray, baru gitu kok, udah ngeluh sih" ucap Elsya memonyongkan bibirnya

__ADS_1


"kakak nggak ngeluh kok sayang, kakak ngerti ini karena anak kita kan... udah jangan cemberut gitu dong, ayo kita naik" ucap Rayhan, dan Elsya luluh, lalu naik ke atas kamar nya untuk istirahat


__ADS_2