
"nona yang sabar iya, ibu anda....." ucap dokter menggantung
" ibu saya kenapa dok, ibu baik-baik saja kan" ucap Elsya memotong ucapan dokter
" ibu anda sudah di panggil oleh sang pencipta" ucap dokter sedikit ragu
Elsya yang mendengar ucapan dokter merasa kakinya sudah tidak kuat lagi menahan tubuhnya, dan langsung terjatuh di lantai
"tidak, hiks hiks, ibu tidak mungkin meninggalkan Elsya, Elsya tidak mau sendiri" ucap Elsya dalam tangisnya, nadia yang melihat Elsya menangis langsung mendekati nya, nadia adalah orang yang di tolong oleh ibu Elsya
"nak maafkan Tante, ini semua gara-gara Tante, seandainya ibu mu tidak menolong Tante dia tidak akan seperti ini" ucap nadia lalu memeluk Elsya dan ikut menangis
Elsya beranjak dari depan pintu kamar rawat ibunya, lalu masuk kedalam ruangan Rika, Elsya yang melihat kain kafan sudah menutupi wajah Rika air matanya tidak bisa terbendung lagi mereka keluar dengan deras, Elsya pun membuka kain dari wajah ibunya itu lalu memeluk tubuh Rika,
__ADS_1
"ibu...hiks hiks ibu Jagan tinggalin Elsya Bu, Elsya tidak punya siapa-siapa lagi kecuali ibu, kenapa ibu cepat sekali ikut bapak, Elsya masih butuh ibu, jadi Elsya mohon ibu bangun, jangan buat Elsya kesepian seperti ini, Bagun Bu...bangun hiks...hiks" ucap Elsya sambil menggoyangkan tubuh Rika yang sudah kaku dan pucat itu
Nadia merasa sangat bersalah setelah mendengar kata-kata Elsya barusan, karena dia lha penyebab ibu Elsya meninggal, lalu Nadia pun mendekati Elsya
"nak Tante minta maaf, ini semua kesalahan Tante, sebagai permintaan maaf Tante, Tante berjanji di depan ibumu, kalau Tante akan selalu menjagamu dengan baik, jadi jangan merasa sendiri lagi iya" ucap nadia yang memeluk Elsya, dan Elsya pun membalas pelukan Nadia
"kenapa secepat ini mereka meninggalkan Elsya, baru tadi Elsya melihat senyum ibu sangat lebar tapi kenapa dia langsung menggantinya dengan kesedihan seperti ini hiks hiks hiks" tangisan Elsya pecah
"tidak ini pasti mimpikan, (melepaskan pelukan) ibu pasti sedang tidur, dia tidak akan meninggalkan Elsya sendiri, ini mimpikan Bu, Bu Bagun dan bilang kalau ini cuman mimpi" Elsya menggoyang ibunya
*******
Elsya masih duduk di tempat peristirahatan terakhir ibunya, air mata di pipinya belum bisa berhenti
__ADS_1
"Sya sudah iya, kita pulang, ibu pasti tidak senang kalau kamu seperti ini, biarkan mereka tenang di sana" ucap Rita menarik pelan sahabatnya untuk berdiri
"kamu tidak akan sendiri Sya masih ada aku di sini" lanjut Rita
#####
Elsya masih sering bersedih, sudah beberapa hari ini sejak kepergian ibunya, dia tidak pernah ke kampus, sesekali Rita dan Kefin menjenguk Elsya, memastikan kalau Elsya baik-baik saja, begitu pun dengan Nadia dan suaminya Rizal, tapi Nadia selalu datang pagi atau malam untuk menjenguk dan membawakan makanan untuk Elsya
"Sya kamu jangan sedih lagi iya, kamu harus memulai hidup kamu yang baru, Jagan buat dirimu seperti ini" ucap nadia agar Elsya tidak bersedih terus-terusan dan Elsya pun mengangguk tanda setuju dan memperlihatkan senyum yang masih di paksa di bibir nya itu
"iya Tante Elsya akan berusaha" ucap Elsya berusaha tegar
"oh iya dan satu lagi kamu jangan panggil bunda dengan sebutan Tante lagi tapi panggil BUNDA, karena sekarang saya akan menjadi bunda yang akan menjagamu" ucap Nadia
__ADS_1
"iya Tan...eh bunda, maaf belum terbiasa" ucap Elsya
"iya tapi mulai sekarang harus di biasakan, oh iya kalau begitu bunda pulang dulu iya, besok kamu harus mulai kuliah lagi" ucap nadia