Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Berangkat


__ADS_3

setelah selesai mandi dan sholat Dzuhur mereka pun siap-siap, Rayhan dan Elsya turun ke ruang keluarga untuk menunggu kedatangan Rita dan Kefin, barang-barang pun sudah di ada di atas mobil


"assalamu alaikum" salam Rita dan Kefin saat baru datang


"waalaikum salam" jawab semua orang yang ada di dalam rumah


"Hay Sya" ucap Rita menghampiri Elsya dan memeluk nya


"Hay" balas Elsya


"siang bunda, ayah, kak Ray" ucap Rita dan Kefin saat menyalami mereka semua dan mereka hanya tersenyum menyambut kedatangan teman-teman Elsya


"Alhamdulillah kalian sudah datang, jadi sekarang kita berangkat" ucap Nadia


"yuk" ucap semuanya


"bi' Ina, tolong jagain rumah ya" tanya Nadia saat mereka ingin keluar


"iya nyonya" jawab bi' Ina sambil menundukkan kepalanya


dan mereka pun berjalan keluar

__ADS_1


"assalamu alaikum" ucap Sinta yang baru datang saat mereka di depan pintu


"waalaikum salam" jawab semuanya


"kak Sinta, kok kakak ada di sini" tanya Rita


"maaf pak, Bu, pak Putra menyuruh Sinta untuk ikut di rombongan keluarga bapak dan ibu, jadi Sinta kesini karena pak Putra menyuruh Sinta kesini" jawab Sinta kepada semuanya


"oh jadi kak Sinta juga ikut" tanya Rita lagi


"iya Ta, dia menyuruh aku ikut" jawab Sinta


"oh bagus dong kan kita bisa ramay ke sana" ucap Elsya


mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing, rayhan bersama Elsya dan Kefin di mobil kefin, Rita dan Sinta di mobil Rita, dan Rizal bersama Nadia di mobil Rizal mereka semua membawa supir masing-masing, agar mobilnya bisa di bawa pulang oleh mereka


~Di mobil Kefin~


terlihat di belakang Elsya dan Rayhan saling berpelukan, Elsya yang bersandar di pundak suaminya dan Rayhan yang bersandar di kepala istrinya dan tangan yang saling berpegangan dan sesekali Rayhan mengusap lembut perut istrinya


"ehem" dehem Kefin

__ADS_1


"pak Ham, sepertinya enak ya kalau punya istri yang kita sangat sayang, serasa milik berdua pasti, apa lagi kalau istri kita sedang hamil, pasti bawaannya rindu terus ya pak" tanya Kefin kepada supir nya dan melirik ke belakang melalui kaca yang ada di depannya


"hehehe pasti lah den, apa lagi kalau istri kita sudah hamil besar, rasanya pengen di dekat dia terus untuk jagain, agar kita sebagai suami bisa merasakan apa yang istri rasakan walaupun tidak semua sih, kan dia yang mengandung hahaha" jawab pak ham supir Kefin


"apaan sih key, bicara tentang istri yang hamil" tanya Rayhan mengerutkan keningnya


"hahaha, maaf kak, soalnya kak Ray dan Elsya mesra banget, disini kan ada orang jomblo, pastilah merasa iri, dan ingin segera mendapat pasangan juga" jawab Kefin spontan


"oh.. jadi ceritanya kamu sudah mau menikah juga nih" tanya Rayhan usil


"iya lah, emang laki-laki normal mana yang tidak ingin menikah" jawab Kefin


"iya sudah, sana cepat lamar Sinta, nanti keduluan sama orang lain lagi, kan bisa menyesal dua kali, di tinggal nikah terus" ucap Rayhan bercanda dan tertawa


"isstt kak Rayhan, kok ngomong nya gitu sih" ucap Elsya mencubit perut pinggang rayhan


"hahaha, cuman bercanda sayang" jawab Rayhan


"iya tau tuh kak Ray, mentang-mentang dia sudah merebut Elsya dari aku, ngomong nya gitu" ucap Kefin


"tapi kak Rayhan benar juga sih, mending kamu lamar Sinta saja" ucap Elsya

__ADS_1


"ketemu juga baru beberapa kali.. sudah ah, aku tidak mau dengar lagi" ucap Kefin menutup telinga nya, dan membuat Elsya dan Rayhan tertawa


__ADS_2