
"kalau kamu tidak selingkuh, terus siapa perempuan itu, dan apa maksud pesan kamu kalau aku ini cuman bisa mengganggu kamu saja key?" tanya Rina
"maksud nya" tanya balik Kefin karena tidak mengerti sampai sekarang
"kamu nggak usah pura-pura lagi key, semuanya sudah jelas" jelas rina
"aku beneran tidak tau apa maksud kamu Rin" tanya kefin lagi
"lihat, kamu lihat pesan kamu ini key, semua buktinya ada di sini" ucap Rina memperlihatkan pesan Kefin yang di kirim oleh perempuan itu
"sekarang kamu mengerti kan apa maksud aku" ucap Rina saat Kefin telah membaca pesan itu
"tapi ini bukan aku Rin" jelas Kefin
"kamu nggak usah ngeles lagi key, buktinya sudah ada, dan hari itu aku juga menelpon kamu, tapi yang mengangkat perempuan, dan dia bilang dia itu pacar kamu" ucap Rina
"tunggu, kamu bilang dia mengangkat telepon kamu terus bilang dia pacar aku?" tanya Kefin heran dan kembali melihat pesan yang di kirimkan perempuan itu lagi
"coba perhatikan tulisannya Rin, ini itu bukan tulisan aku" ucap Kefin memperlihatkan pesan itu dan Rina pun juga memperhatikan nya
"lihat kan tulisan ini dengan tulisan aku beda, oh iya, pesan ini kapan kamu terima" tanya Kefin
"ini seminggu yang lalu" jawab Rina
__ADS_1
"seminggu lalu?"(sambil berfikir)"hari itu kan ponsel aku hilang, iya pasti orang itu yang mengirim pesan ini" ucap Kefin mengingat kembali saat ponselnya hilang
"maksudnya" tanya Rina
"iya jadi seminggu yang lalu ponsel aku itu hilang, dan kebetulan yang dapat ponsel aku itu perempuan, sebenarnya dia teman kuliah aku, tapi aku nggak terlalu akrab dengan nya, jadi ada kemungkinan perempuan itu yang membalas pesan kamu dan juga mengangkat telepon nya" jelas Kefin
"jadi beneran kamu nggak selingkuh?, dan bukan kamu juga yang balas pesan aku?" tanya Rina
"benar sayang, kapan coba aku bohong sama kamu, dan saat ponsel aku kembali, orang pertama yang aku hubungi itu adalah kamu, tapi kamu nya aja nggak mau angkat telpon aku di SMS juga nggak di balas, jadi aku langsung pulang untuk menemui kamu" ucap Kefin sambil memengang tangan Rina
"maaf, aku yang salah, karena tidak mau mendengar kan penjelasan kamu dulu" ucap Rina memeluk Kefin
"untung aja aku nggak langsung kembali tadi, coba kalau aku langsung pulang ke kota D tadi, pasti kamu masih marah sama aku, dan mata kamu ini pasti sudah bengkak seperti telur ayam" ucap Kefin menghibur Rina
"ih nggak lucu tau" ucap Rina
"siapa suruh punya pacar cemburuan" ucap Rina
"siapa suruh juga punya pacar terlalu ganteng"
"ihh pede banget sih, emang kamu ganteng"
"iya dong, kalau nggak mana mungkin kamu mau sama aku" jawab Kefin
__ADS_1
"kamu bisa aja sih" ucap Rina tersenyum
"nah gitu dong senyum kan cantik"
"jadi kalau aku nggak senyum berarti aku jelek, gitu maksudnya" ucap Rina
"nggak lah, siapa bilang kamu jelek, kamu itu bagaimana pun tetap cantik kok"
"kamu udah mulai pintar ngegombal ya, yang ngajarin siapa"
"yang ngajarin aku pasti nya pacar aku lah, siapa lagi coba" jawab Kefin, sedang kan Rina hanya tersenyum malu saja
"oh ia sayang ini sudah lewat jam 3, aku harus kembali, soalnya tugas aku lagi menumpuk, dan besok harus di periksa" ucap Kefin saat melihat jam tangannya
"baru juga sebentar, kok udah mau balik aja sih" tanya Rina, karena harus berpisah lagi dengan Kefin
"bukan aku yang sebentar, aku sudah tiga hari disini tapi kamu nya aja nggak mau ketemu sama aku" ucap Kefin
"ya maaf, aku nggak gitu lagi deh" ucap Rina merasa menyesal
"ya udah lain kali kalau aku punya waktu senggang pasti aku akan pulang untuk ketemu sama kamu, dan kita akan kumpul lagi, soalnya aku juga kangen sama semuanya, apa lagi sama si kembar" ucap Kefin
"ya udah deh, kamu hati-hati ia" ucap Rina dan langsung memeluk Kefin kembali
__ADS_1
"maafkan aku, karena tidak percaya sama kamu"
"aku sudah maafkan kamu kok sayang, jadi kamu nggak usah minta maaf lagi" ucap Kefin membalas pelukan Rina, lalu mencium kening nya dan berpamitan untuk kembali kota D tempat dimana dia kuliah saat ini