
"berati kita beneran jodoh, malam itu kan kamu menabrak mobil aku, terus pas aku antar kakak ipar ke kampus, kita juga ketemu... dan hari ini aku mau tau nama kamu, sampai-samapai aku ke kampus untuk ketemu kamu dan kamu juga mau kenalan sama aku, jadi apa coba namanya kalau kita tidak jodoh" ucap Putra dengan wajah yang jahil
"apaan sih, itu sih kamunya aja yang kegeeran" jawab Rita
"jujur saja deh.. kamu diam-diam suka sama aku kan" tanya Putra menggoda
"eh siapa juga yang suka kamu, seandainya saja aku tau, kalau adik pak Rayhan itu kamu, aku tidak bakalan mau di kenalkan sama kamu" jawab Rita ketus dan menyilakan tangannya di dada
"hmm beneran nih... banyak loh gadis-gadis yang cantik mau sama aku, tapi akunya saja yang tidak mau...awas nanti nyesel loh" ucap Putra
"ya itu kan mereka, bukan aku" jawab Rita cuek dan duduk di sofa
"kakak ipar, kalau menurut kakak ipar bagaimana, kami beneran jodoh kan" tanya Putra dengan mata berkedip
"oh iya dong, Elsya pasti senang kalau kalian jodoh, ya kan Rita" jawab Elsya tersenyum jahil
"bukan nya kemarin kamu yang bilang, kamu mau kenalan sama Putra agar kamu bisa dekat dengan dia dan ingin menjadi adik ip.."
__ADS_1
"ya sudah, kemarin aku khilaf, soalnya aku tidak tau siapa adik ipar kamu" ucap Rita menutup mulut Elsya, karena malu dengan kata-kata nya kemarin
"kamu ngapain sih, bekap kakak ipar aku" kata Putra melepaskan tangan Rita
"jujur saja, kamu mau kan jadi istri aku, supaya bisa jadi adik ipar kak Elsya" ucap Putra tetap jahil dan menggoda
"sudah... itu kan kemarin, sudah aku bilang kan, kalau aku hanya ingin kenalan sama adik pak Rayhan, seandainya aku tau itu kamu, aku tidak bakalan bilang seperti itu sama Elsya" jawab Rita salah tingkah dan merasa malu
"ok kalau begitu kita lupakan yang lalu, dan sekarang anggap saja kita baru bertemu hari ini, dan kamu kenal aku kerena adik kak Rayhan, dan aku kenal kamu sebagai sahabat kakak ipar.. bagaimana kamu setuju ngga" tanya Putra memberi saran
"oke kalau begitu... jadi hari ini kita berteman" ucap Putra menyodorkan tangan nya
"oke.. kita teman" balas Rita menyodorkan tangan nya
"nah gitu dong, kalau akur kan enak dilihat nya" ucap tiba-tiba Elsya yang membuat Rita tersenyum malu
"ya udah Sya, aku pulang dulu deh, ini juga sudah sore" ucap Rita pamit dan Elsya hanya mengangguk dan tersenyum
__ADS_1
"Putra aku pamit ya" ucap Rita saat berdiri
"apa mau aku antar" kata putra tersenyum jahil
"tidak usah, aku juga bawa mobil kok" jawab Rita dan berjalan keluar di susul oleh Elsya dan putra
"besok-besok kalau ke sini, tidak usah pakai mobil Lagi ya, jadi kalau pulang nya bisa aku antar" goda Putra
"terima kasih, tapi itu tidak perlu" jawab Rita
"oke sampai jumpa besok ya Sya" ucap Rita memeluk Elsya
"oke, hati-hati ya Ta'' jawab Elsya ikut memeluk
"aku ngga di peluk juga nih" kata Putra, merentangkan tangannya
"apaan sih.. udah aku pamit... bay" ucap Rita tersenyum malu dan langsung menuju mobilnya yang terparkir
__ADS_1