Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Mengantar Putra


__ADS_3

~Di ruang tamu~


Putra, Rita, Kefin dan Nadia bercanda bareng dan mengobrol banyak, sesekali mereka terlihat tertawa, entah apa yang Kefin bicarakan sampai, Nadia tidak berhenti untuk tertawa, tapi putra hanya melihat jam karena kedua kakak mereka belum turun juga dari atas kamar, sampai akhirnya Putra kesal karena harus menunggu lama


"mereka kemana sih, kok belum turun juga, katanya mau antar Putra, tapi malah tinggal di dalam kamar, apa mereka lupa kalau Putra mau pulang" ucap Putra mulai kesal


"tunggu sebentar lagi, mungkin mereka sibuk" kata Nadia


"sibuk apaan sih bunda, kan mereka hanya ingin mengantar Putra saja, kok dia yang sibuk" tanya Putra emosi


"ada apa nih, kok kamu marah sama Bunda" tanya Rayhan saat mereka menghampiri putra dan yang lainnya


"siapa juga yang marah sama Bunda, aku itu marah sama kakak" kata Putra ketus


"kok marah sama aku sih, emang aku salah apa?" tanya Rayhan belum mengerti


"salah lah, aku mau pergi tapi kalian turunnya sangat lama, kalau aku telat gimana" jawab Putra


"maaf deh, tapi kamu jangan marah nanti cepat tua loh, kan kamu juga sekarang mau pergi, masa iya kamu marah sama kakak" ucap Rayhan merangkul pundak adiknya


"bagaimana nggak marah, ini penerbangan nya setengah jam lagi, perjalan ke sana kan dua puluh menit, iya kalau jalanan lancar tidak macet, tapi kalau macet kan bisa telat aku" ucap Putra


"iya maaf kan kakak deh" kata Rayhan

__ADS_1


"ya udah, ayo sekarang kita berangkat" ucap Putra


"Putra kamu hati-hati ya nak di sana, maaf bunda nggak bisa antar" ucap Nadia


"iya bunda, nggak apa-apa kok, salam iya sama ayah, kalian juga baik-baik di sini" ucap Putra memeluk Nadia dan mencium pipi kanan kiri bundanya


"iya, kalau sudah sampai kamu langsung hubungi kami ya" kata Nadia dan di balas anggukan oleh Putra


"oke kalau begitu aku pamit ya bunda... assalamu alaikum" ucap putra mencium punggung tangan Nadia


"waalaikum salam" jawab Nadia


"bunda, Rita juga langsung pamit pulang ya" ucap Rita salaman


"kami pergi dulu ya bunda" ucap Elsya ikut mencium tangan Nadia dan di ikuti oleh Rayhan


"kalian hati-hati ya di jalan" ucap Nadia


"ya Bunda" ucap mereka bersamaan dan menuju mobil


Putra bersama Rayhan dan Elsya, karena Rayhan memaksa adiknya untuk bersama mereka karena buru-buru agar cepat sampai di bandara, sedangkan Rita bersama Kefin


~Di Mobil Kefin~

__ADS_1


"Ta, kamu ada hubungan apa sama adik pak Rayhan" tanya Kefin saat mobil mulai jalan


"nggak ada hubungan apa-apa kok" jawab Rita


"emang kenapa" tanya Rita balik


"sepertinya dia suka deh sama kamu, dan kamu juga suka kan sama dia" jawab Kefin


"kok kamu bilang gitu" tanya Rita yang padahal sangat senang mendengar ucapan Kefin kalau Putra suka sama dia


"ya aku tebak aja" jawab Kefin


"tapi benar kan kamu suka sama dia" tanya Kefin


"udah jangan urus yang itu" ucap Rita malu


"kan aku sahabat kamu, masa iya kamu tidak mau bilang sama aku, katanya tidak ada rahasia" ucap Kefin


"iya aku suka sama dia, tapi dia belum nyatakan perasaannya sama aku" jawab Rita


"oh jadi di gantungin nih ceritanya" ejek Kefin sambil tersenyum jahil


"apaan sih key, udah fokus aja mengemudinya" ucap Rita ketus

__ADS_1


dan Kefin pun tertawa karena merasa lucu menjahili Rita sampai dia malu seperti itu


__ADS_2