
"iya nak kami akan melakukan apa pun yang kalian minta" jawab Rizal dan di angguki oleh Rayhan dan Elsya
"ok karena kalian sudah setuju, Empat hari lagi kalian akan tunangan" lanjut Nadia dan membuat Rayhan dan Elsya heran
"apa Bun... kok cepat banget sih" tanya Rayhan
"lebih cepat lebih baik nak, jadi kamu tinggal bersiap saja" jawab Nadia menerangkan
"terserah ayah dan bunda saja, toh juga kalau Ray tolak tidak ada yang mau mendengarkan Ray" ucap Rayhan dan pergi meninggalkan meja
"bunda, apa bunda yakin, itu tidak terlalu cepat" tanya Elsya
"tidak nak bunda sudah sangat yakin, toh juga kalau kamu cepat menikah, kamu bisa tinggal sama bunda dan tidak akan sendirian lagi" jawab Nadia dan Elsya hanya terdiam tidak tau mau bilang apa lagi
🌞🌞🌞
__ADS_1
pagi menjelang siang Elsya pun berangkat kuliah seperti biasa, Elsya ke kampus berjalan kaki karena jarak antara kampus dan rumahnya tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu sekitar 20 menit untuk pejalan kaki, saat itu Elsya berjalan menyusuri jalan dia pun masih kepikiran dengan perjodohan semalam
"aaaisssss kenapa aku harus di jodohkan dengan patung es seperti itu sih, terus kenapa juga aku bisa langsung terima perjodohan itu, kan aku masih bisa menolak" ucap frustasi Elsya, dan tiba-tiba saja Elsya mengingat kedua orang tuanya
"bapak, ibu Elsya rindu kalian, kalian pasti tau kalau Elsya mau di jodohkan sekarang dengan orang yang Elsya benci, Elsya pusing memikirkan hal ini"gerutu dalam hati Elsya
Elsya terus berjalan menuju kampus, belum jauh meninggalkan rumah, tiba-tiba ada mobil yang menghampiri nya dan berhenti di samping Elsya,
"sya kampus bareng yuk" ucap kefin dalam mobil
"ia kan ini jalan raya Sya, siapapun pasti bisa lewat sini" jawab Kefin yang membuat Elsya seperti orang bodoh oleh pertanyaan nya
"oh iya juga iya" ucap Elsya cengegesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"udah yuk masuk nanti telat" ucap kefin membuka pintu depan samping pengemudi dan Elsya pun naik, dan Kefin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang
__ADS_1
"sya nanti malam kamu ada waktu ngga" tanya Kefin dan masih fokus mengemudi
"tidak tau juga sih, tapi sepertinya tidak ada, emang kenapa" tanya balik Elsya
"kalau tidak ada, boleh tidak aku ajak kamu makan malam" tanya Kefin
"hmmm gimana iya" ucap Elsya berfikir
"mau iya pliss kali ini saja" ucap kefin
"iya udah deh, nanti malam kan" tanya Elsya yang di angguki oleh kefin,
Kefin pun merasa senang bisa mengajak Elsya dan tidak terasa mereka berdua sampai di depan kampus, Kefin pun memarkirkan mobilnya, Kefin turun lebih dulu, dan membuka pintu untuk Elsya
"terima kasih ya key" ucap Elsya saat keluar dari mobil dan di Jawab senyum oleh kefin, mereka pun berjalan menuju kelas, Elsya dan Kefin tidak tau kalau sedari tadi ada dua mata yang memperhatikan nya.
__ADS_1
"cih ternyata kamu sudah punya pacar, tapi kenapa masih menerima perjodohan itu, seperti nya kamu sayang sama dia" ucap dalam hati Rayhan, iya Rayhan yang melihat Elsya dan Kefin, Ray mengira bahwa mereka sepasang kekasih