Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Keseruan Bersama Keluarga 2


__ADS_3

hari ini authorr krazi up, tau nggak kenapa?


soalnya author merasa senang karena bisa naik peringkat jadi 40 besar, itu baru 40 besar authorr sudah senang loh apa lagi kalau sudah 10 besar, senang nya pasti luar biasa


jadi untuk membalas terima kasih para readers author hari ini krazi up, tapi kalau besok masuk 20 besar atau 10 besar lagi authorr bakal krazi up lagi untuk kalian, jadi kalau mau update setiap hari jangan lupa juga untuk VOTE setiap hari juga untuk authorrx ok, kakak senang karena krazi up, authorr juga senang kalau naik peringkat jadi kita sama-sama senang


ok deh sudah dulu lanjut lagi cerita keluarga mereka yang harmonis itu


--------------------------------------------


"kak Putra kamu kok iri banget sih melihat kak Ray suap-suapan seperti itu" kata Rina


"aku nggak iri tapi cuman mau praktekin juga kepada Rita, supaya kalau menikah nggak kaku lagi" jawab nya


"apaan sih, nggak harus di praktekin juga kali" ketus Rayhan menjitak jidat adeknya


"iya tapi kepala ku jangan di jitak juga kali kak, sakit tau" kata putra sambil mengelus jidat nya yang sakit


"makanya jangan halu" ucap Rina


"kalian ini ya, kalau sudah bicara nggak ada yang mau berhenti, makan tuh cepat nanti keburu dingin kan nggak enak" ucap Nadia menegur karena kalau mereka bertiga sudah seperti itu nggak ada yang mau berhenti sebelum di tegur


semua pun kembali makan pembantu rumah tangga juga ikut gabung di antara mereka, si kembar juga ada di sana


setelah semua merasa kenyang, putra ber isianitif untuk bermain bersama mereka


"oh ia dari pada kita nggak ada kerjaan bagaimana kalau kita main" kata putra


"main apa" tanya Kefin

__ADS_1


"main apa ya... kalian mau main apa?" tanya balik Putra


"gimana tanya Jawab, siapa yang kalah bakal di hukum" kata Rayhan


"gimana ya, ada yang lain nggak"


"kalau main Truth or dare bagaimana" ucap Kefin


"ide yang bagus tuh" jawab mereka serentak


"bi' tolong cari botol bekas deh di dapur atau di mana gitu" ucap Putra


bi' Ina pun segera melaksanakan perintah tuan mudanya itu, sedangkan orang tua hanya bermain bersama cucunya dan juga Ema


"ok kita mulai, karena aku kakak di sini jadi yang memberi pertanyaan duluan adalah aku" kata Rayhan saat botolnya sudah ada, dan semua pun setuju


Rayhan mulai memutar botolnya dan ujung botol berhenti tepat di depan Sinta


"truth aja deh"


"oke kamu kan sudah lama kita kenal nih, tapi kok kita belum pernah lihat kamu pacaran, nah pertanyaannya adalah apakah kamu dulu pernah suka sama Kefin atau tidak dan apakah sekarang kamu sudah punya pacar?" tanya Rayhan panjang kali lebar


"pertanyaan apaan tuh kok bawa-bawa nama aku sih" protes Kefin


"nggak boleh membantah, ini pertanyaan aku untuk Sinta, gimana sin"


"ok Jujur saja sih saat pertama ketemu sama Kefin aku pernah merasa kagum dan suka sama dia, tapi sukanya cuman sebatas kakak aja kok nggak lebih, dan sekarang aku suka sama seseorang dan belum punya pacar, udah kan" jawab Sinta percaya diri


"ok jadi pernah suka tapi hanya sebatas kakak aja, boleh juga" ucap Putra memberi kesimpulan

__ADS_1


"nah sekarang giliran aku" kata Sinta dan memutar botolnya dan pas berhenti di depan Rita


"truth or dare"


"truth dong"


"pertanyaan nya adalah apakah kamu siap kalau putra sekarang menikah sama kamu dan punya anak saat masih kuliah"


"hmm pertama kalau untuk menikah aku sudah siap, tapi kalau untuk punya anak mungkin setelah lulus kuliah aja deh" jawab Rita


"kenapa kan kalau punya anak cepat kan bagus sayang" kata Putra


"bagus sih, tapi kan sebentar lagi aku juga sudah semester akhir, jadi selesaikan kuliah dulu lah, supaya nggak ambil cuti juga"


"ok deh terserah bagaimana baiknya saja" Jawab lesu Putra


"hey apaan sih belum menikah juga udah lesu begitu" ucap Rina


"udah lanjut aja tuh" ucap Putra dan Rita pun memutar botolnya kembali dan menunjuk ke arah Kefin


"truth or dare"


"karena kalian pilih truth jadi aku pilih truth juga deh" jawab Kefin tersenyum


"apakah kamu setia dengan Rina atau tidak dan kapan kamu mau melamar nya"


"kalau setia sih sudah pasti itu nggak usah di tanya lagi, dan kalau untuk pertanyaan kedua itu mungkin setelah selesai kamu menikah aja deh" jawab Kefin


sebelum permainan selesai tiba-tiba saja Mirza menangis mungkin mereka sudah mengantuk karena Zahra saja sudah tidur di pangkuan neneknya, terpaksa permainan itu di selesaikan begitu saja, setelah itu mereka pun pamit pulang karena malam juga sudah semakin larut apa lagi Kefin sedang membawa adiknya

__ADS_1


"bunda Ema pulang dulu ya soalnya besok harus sekolah juga" kata Ema pamit begitu pun dengan kefin, Rita dan Sinta


"hati-hati di jalan" ucap Nadia semua pun mengiyakan dan masuk ke dalam mobil mereka masing-masing


__ADS_2