
Putra sudah duduk di depan meja berhadapan dengan penghulu ditemani oleh keluarga, Rita juga sudah keluar di ipit oleh ibunya dan juga Sinta, Rita begitu terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin yang berwarna biru Dongker dan ada mahkota di atas kepala nya
seketika pandangan putra langsung tertuju ke wajah cantik calon istrinya itu dan tanpa sadar dia tersenyum menatap nya, hingga tak menyadari bahwa calon istri nya itu sudah duduk di sampingnya
"subhanallah inikah calon istri ku" ucap Putra tanpa sadar juga tanpa memalingkan pandangannya dan berkedip, dan semua orang yang mendengar hanya mengerutkan keningnya
"ehemm" Rayhan yang duduk di samping adiknya itu pura-pura batuk agar adiknya itu bisa fokus ke penghulu, tapi sepertinya itu sia-sia saja karena putra masih tak bergeming dari pandangan nya
"mau sampai kapan memandang dia terus, nanti kamu bosan" ketus Rayhan berbisik di telinga Putra
"sampai kapan pun aku tidak akan bosan melihat nya" jawab putra masih tetap memandang Rita, seketika semua orang yang mendengar pun tertawa dengan tingkah konyol pengantin pria itu
sedangkan Rayhan hanya menepuk jidatnya sambil menggeleng kan kepala merasa malu dengan tingkah adiknya itu
__ADS_1
"kak Putra apa kakak mau menikah atau tidak sih, kenapa kakak hanya menatap Rita saja" geram Rina mengeratkan giginya sambil berbisik di telinga Putra yang sedari tadi memperhatikan kelakuan kakak sepupu nya yang konyol itu
seketika putra sadar dengan apa yang akan di laksanakan nya sekarang setelah mendengar kata menikah dari Rina
"saya sudah siap pak" ucap Putra semangat dan langsung menjabat tangan pak penghulu, sedangkan pak penghulu karet di buatnya karena masih berbicara dengan orang yang ada di sampingnya, mungkin itu wali dari Rita yang akan memberikan hak wali kepada penghulu
semua orang kembali tertawa dengan kelakuan Putra yang terlihat semangat untuk menikah
"oh maaf pak" ucap putra salah tingkah
"iya tidak apa-apa, sekarang kita mulai saja" ucap pak penghulu dan menjabat tangan putra kembali
"ikuti saya" kata pak penghulu dan putra hanya mengangguk
__ADS_1
*"Putra Sanjaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan gadis yang bernama Rita Purnamasari Sari Mahmud binti Mahmud yang telah menyerahkan hak wali kepada saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu stel emas di bayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinnya Rita binti Mahmud dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap putra lantang tapi salah*
"maaf kita ulang sekali lagi, tolong sebutkan nama lengkap calon istrinya pak, dengar saya baik-baik" kata penghulu, putra pun mengerti dan mengangguk, lalu menghela nafas dalam untuk menenangkan pikirannya
*"Putra Sanjaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan gadis yang bernama Rita Purnamasari Sari Mahmud binti Mahmud yang telah menyerahkan hak wali kepada saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu stel emas di bayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinnya Rita Purnamasari Sari Mahmud binti Mahmud dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"* ucap putra lantang dengan satu tarikan nafas
seketika semua tamu yang hadir mengucap kata SAH dan di akhiri dengan bacaan doa yang di tuntun oleh pak penghulu
setelah selesai putra pun mengambil kotak cincin dan memasangkan di jari manis Rita begitu pun sebaliknya, setelah itu putra mencium kening Rita yang kini sudah sah menjadi istrinya dan sebaliknya Rita mencium punggung tangan putra yang sekarang menjadi suaminya itu dan pasti itu di abadikan oleh fotografer yang bertugas di sana
__ADS_1