
"assalamualaikum" salam Elsya saat sampai di rumah
"waalaikum salam" jawab Nadia dan Putra dari dalam yang sedang berkemas karena sore ini Putra akan pulang
"kakak ipar, kak Ray mana?" tanya Putra saat Elsya menghampiri mereka
"oh dia sedang ada kerjaan lain yang harus dia selesaikan hari ini" jawab Elsya
"kebetulan kalau begitu, kakak ipar, boleh tidak aku curhat sama kakak ipar sebelum aku kembali ke Amerika"tanya Putra
"oh boleh kok, bilang saja" jawab Elsya
"tapi tidak di sini, bagaimana kalau kita ke taman belakang, boleh ya kak..... boleh kan bunda" tanya Putra memohon
"iya boleh" jawab Nadia
lalu mereka berdua berjalan menuju taman belakang rumah
"kamu mau curhat apa" tanya Elsya saat sudah sampai di taman belakang dan duduk di atas kursi ayunan
"sebenarnya sih aku malu mau bilang, tapi karena kak Elsya baik dan bisa di percaya jadi aku yakin bisa cerita ini sama kak Elsya
"emang mau bilang apa sih Putra" tanya Elsya lagi kerena di buat penasaran
"sebenarnya aku menyukai seseorang kak Elsya, tapi kita ketemu nya baru dua kali, menurut kak Elsya bagaimana" tanya Putra
"hmm bagaimana apa" tanya Elsya balik karena tidak mengerti
__ADS_1
"menurut kak Elsya bagaimana, apa aku tidak terlalu cepat suka sama gadis itu, padahal kita ketemu nya baru dua kali" ucap Putra menjelaskan
"ooh... itu sih tergantung hati kamu saja, kalau menurut hati kamu dia cocok kenapa tidak" Jawab Elsya
"tapi apa dia juga suka sama kamu" tanya balik Elsya
"nah itu dia masalah nya kak, dua kali ketemu tapi dia selalu marah-marah sama aku, tapi saat marah dia gemesin kak, dan dia juga cukup cantik" jawab Putra
"hmm dasar..., tapi kamu tau nggak namanya siapa dan tinggal di mana" tanya Elsya
"tidak kak" ucap Putra menggeleng kepala
"haha terus gimana mau dekat sama dia, tempat dan namanya saja kamu tidak tau" ucap Elsya tertawa
"tapi dia kuliah di kampus kak Elsya kuliah juga kok, kemarin waktu aku antar kak Elsya aku sempat ketemu sama dia, tapi tidak sempat kenalan kak, karena dia duluan marah-marah sama Putra" ucap Putra
"soalnya aku minta uang nya dua puluh juta kak" jawab putra
"pantas saja... parah banget sih minta uang orang seperti itu" ucap Elsya heran karena seorang Putra Sanjaya minta uang sama gadis yang tidak di kenal
"ah sudahlah kak, bahasnya kapan-kapan lagi, ini aku harus pergi nanti terlambat" ucap Putra dan kembali masuk ke dalam rumah
terlihat dari pintu, Rayhan sedang memperhatikan mereka sedari tadi
"kak Ray, sejak kapan Kakak berdiri di situ" tanya Putra saat berjalan dari taman
tapi Rayhan hanya terdiam dan menatap Elsya yang berjalan di belakang Putra
__ADS_1
"kak Ray kenapa tatap kakak ipar seperti itu" tanya Putra saat di samping Rayhan
"sudah kamu berangkat sana, nanti kamu telat" ucap Rayhan acuh dan tetap menatap ke arah Elsya
sedangkan Putra langsung masuk karena buru-buru ingin ke bandara dan tidak mempedulikan dua orang itu
"sepertinya asik ya ngobrol sama putra, sampai-sampai ketawa seperti itu" ucap Rayhan saat Elsya sudah mendekat
"kak Rayhan apaan sih, kak Ray cemburu ya..hayo ngaku" tanya Elsya tersenyum dan menunjuk Rayhan
"siapa yang cemburu biasa aja kok" jawab Rayhan
"udah kak, Putra juga sudah mau balik, ayo kita lihat dia pergi" ajak Elsya
"kenapa sih kamu perhatian banget sama dia" ucap Rayhan sedikit emosi
"kak Ray kenapa sih, dia itu adik ipar aku, dan sekarang dia juga mau kembali ke Amerika, apa salah kita temui dia dulu" ucap Elsya
"aku tanya ngapain tadi di sana"
"ooh, tadi putra curhat kalau dia suka sama seseorang, tapi dia tidak kenal perempuan itu siapa" Jawab Elsya
"benar kan cuman itu"
"iya kak Rayhan sayang, benar kok" jawab Elsya memeluk Rayhan dan Rayhan langsung tersenyum
"ya udah ayo kita lihat Putra" ucap Rayhan dan mereka pun berjalan menuju ruang keluarga yang terlihat keluarga mereka di sana
__ADS_1