
saat kejadian pagi tadi di kampus, sampai sekarang Kefin masih tidak percaya, tentang kebenaran tentang Elsya dengan dosennya itu, dan mengurungkan dirinya di dalam kamar, sampai malam pun dia belum pernah makan dan hanya terdiam tanpa menjawab apapun dari adiknya
"kak kefin, kakak makan dulu ya, dari tadi semenjak pulang kuliah kakak cuman diam dan tidak mau makan, nanti kakak sakit" ucap Ema adik Kefin, tapi Kefin hanya terdiam
"kak kefin, kakak kenapa sih, dari tadi kakak diam saja, bagaimana caranya saya bisa tau, masalah kakak apa, kalau kakak tidak mau bilang sama Ema" tanya Ema pada kakaknya
tapi tetap tidak ada kata yang keluar dari mulut Kefin, dia hanya terus menatap keluar melalui jendela kamarnya
"kak, kakak makan sedikit saja ya, kalau kakak tidak mau makan nanti kakak sakit, terus tidak bisa kuliah lagi" ucap Ema terus menerus
"kak.." ucap Ema
"Ema sekarang kamu Keluar.. kakak mau sendiri" ucap kefin membentak
__ADS_1
"kakak kenapa sih marah gitu sama Ema, emang Ema salah apa sama kakak,...kakak bukan kak kefin yang dulu, kak kefin tidak pernah marah sama Ema apa lagi membentak, seperti itu" ucap Ema pada Kefin dan menangis
Ema adalah adik satu-satunya Kefin dia hanya tinggal berdua, ibu Kefin sudah meninggal saat Ema berumur 3 tahun dan sekarang Ema berumur 15 tahun sedangkan ayah Kefin tinggal di Inggris untuk mengembangkan bisnisnya di sana
ayah Kefin hanya mengirimkan uang untuk anaknya dan saat ada waktu kosong, dia menyempatkan untuk pulang dan bertemu dengan anak-anaknya itu
"maafkan kakak ya Ema, kakak tidak bermaksud untuk membentak kamu seperti itu... kakak hanya pusing dan tidak ingin di ganggu sekarang" ucap kefin dan memeluk adiknya yang menangis
"tapi kak, kalau kakak pusing kenapa harus bentak Ema, kan Ema tidak salah, Ema cuman mau, kalau kakak makan, supaya kakak tidak sakit" ucap Ema melerai pelukannya
"Emang kakak kenapa, sampai mengurung diri seperti ini dan tidak mau makan" tanya Ema duduk di depan kakaknya
"tidak ada apa-apa kok" jawab Kefin
__ADS_1
"kakak pasti bohong, kakak tidak pernah seperti ini, pasti kakak ada apa-apa kan" tanya Ema lagi karena Kefin tidak jujur
"iya ema, kakak memang sedang ada masalah" jawab jujur Kefin
"masalah apa kak" tanya Ema penasaran
"jadi gini.. kakak sedang suka sama perempuan, dan kakak juga sudah menyatakan perasaan kakak sama dia, tapi waktu itu dia bilang, kalau dia tidak ingin pacaran sebelum kita semester lima, jadi kakak tunggu sampai kita semester lima nanti"
"tapi tadi pagi... tadi pagi kakak tidak percaya dengan kebenaran ini Ema" ucap kefin sudah tidak tahan mengeluarkan kesedihannya
"kebenaran apa kak" tanya Ema penasaran
"ternyata dia sudah menikah dengan dosen kakak di kampus, dan itu tidak ada yang tau... sekarang kakak merasa tidak punya semangat hidup lagi Ema, dia sudah menikah dan sekarang dia hamil, padahal kakak sangat sayang sama dia, dan kakak tidak ingin dia pergi dari kakak" ucap Kefin dengan kesedihan
__ADS_1
"sabar ya kak, kalau kakak cinta dan sayang sama dia tidak begini caranya, kakak harus ikhlas, kalau dia bahagia kakak juga harus bahagia, karena itu cinta yang sebenarnya" ucap Ema menenangkan kakaknya dan Kefin diam mendengarkan ucapan adiknya itu yang sangat dewasa
Ema memang anak yang baik, dia selalu berfikir dewasa itu karena didikan dari Kefin yang sejak kecil mangajar adiknya agar selalu tegar dan berbuat baik dengan orang lain