Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Melamar


__ADS_3

sebenarnya Rita malu di siapin di tempat umum seperti itu, tapi mau gimana lagi dia juga senang, ternyata Putra bisa romantis juga sama pasangan nya, padahal selama ini, yang Rita lihat putra cuman tau jahilin orang, dan sering bercanda aja, malah Rita menganggap kalau Putra nggak bisa romantis seperti laki-laki kebanyakan di luar sana, walaupun cuman di suap saja tapi bagi Rita itu sudah romantis baginya, karena selama ini dia belum pernah jalan berdua dengan Putra, karena setiap kali bertemu pasti sahabat nya juga bakal ada di sana


"terima kasih ya" ucap Rita tersenyum malu sambil mengunyah


"hemm, gimana?.. enak?" putra juga menyuapi dirinya sambil menatap Rita


"iya, enak banget" Rita menjawab sambil mengangguk


pasti enak lah, apalagi kalau di siapin sama pacar sendiri, beda kalau kita yang menyiapkan diri kita sendiri, rasanya itu waw banget, pangen lagi di suapin tapi malu untuk minta hehehe,..Rita kamu pikir apa sih di kasi hati malah minta jantung


"kamu mau lagi"


"enggak usah, ini makanan kita juga kan sama" jawab Rita sambil mengambil makanan nya

__ADS_1


"seingat aku kita sudah lima bulan pacaran dan kita jarang benget loh cuman berdua seperti ini, mungkin ini hari pertama kita makan berdua, biasanya kita sering kumpul dengan Kefin dan Rina"


* * * * * * * *


sebelum Rita turun dari mobil, Putra meminta agar Rita ke kampus di antar oleh Putra, dan akan ikut masuk ke dalam rumah dan menunggu nya bersiap


Rita pun dengan senang hati menerima permintaan Putra, dan menyuruhnya untuk menunggu di ruang tamu, setelah Rita masuk ke dalam kamar untuk bersiap, ibu Rita pun datang dan menghampiri Putra


"eh ternyata ada tamu" Putra langsung bangkit dan mencium punggung tangan ibu Rita


"iya sudah bu', nama cewek, Zahra dan yang cowok namanya Mirza" jawab putra


"wah namanya Sangat bagus, pasti mereka lucu-lucu, hmm rasanya ibu juga pengen cepat-cepat punya cucu, supaya ibu ada teman untuk bermain, apa lagi sekarang ibu sudah sakit-sakitan seperti ini"

__ADS_1


maksud ibu Rita apaan ya, apa dia sedang memberikan kode kepada Putra agar dia cepat-cepat menikah dengan Rita dan memberikan nya seorang cucu, iya kalau maksud ibu Rita seperti itu, kalau tidak kan bisa malu,


tapi enggak apa-apa lah, kalau Hanya sekedar menanyakan saja, kali aja ibu Rita mau terima lamaran Putra, mendengar cerita dari calon mertua nya ingin agar cepat di berikan cucu


aduh Putra kamu pikir kejauhan banget sih, belum juga ngelamar, udah mau berikan cucu aja sama calon mertua,.... tuh kan sebut ibu Rita aja sudah calon mertua, iya kalau kamu bakal di terima untuk jadi menantu, kalau tidak, gagal deh jadi calon mertua,.. tapi nggak apa-apa deh, kan sekarang Rita pacar putra jadi enggak salah lah kalau sebut dengan calon mertua


"apa Rita sudah siap menikah bu'? kan dia masih kuliah" memberanikan diri untuk bertanya


"ibu sih tidak tau, apa Rita sudah siap menikah apa belum, tapi cuman dia anak aku satu-satunya yang bisa memberikan aku cucu"


tak lama Rita pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu


"nanti biar saya coba bilang sama Rita" ucap Putra pelan saat melihat Rita sudah mendekat

__ADS_1


Rita pun pamit kepada ibunya sambil mencium punggung tangan nya dan langsung keluar di susul oleh Putra dari belakang


__ADS_2