
"kenapa kamu masih keras kepala seperti ini Riska" tanya Rayhan memanas dan mulai bergetar karena emosi
"ok aku akan turun tapi dengan satu syarat" ucap Riska
"aku tidak perlu mendengar syaratmu itu, yang aku inginkan sekarang kamu keluar dari mobil ku" Kata Rayhan
"aku tidak akan turun sebelum mas mau mendengarkan syarat yang aku inginkan" ucap Riska menantang
"apa syarat nya.. cepat katakan" tanya Rayhan
"hemmm syaratnya gampang.. mas harus jadi kekasih aku, dan kita akan bahagia seperti dulu lagi" jawab Riska
"hemm dasar perempuan tidak tau malu, sampai kapan pun aku tidak akan kembali kepada mu lagi" ucap Rayhan menyunggingkan senyum di bibirnya ke atas
"terserah mas.. kalau mas tidak mau, aku juga tidak akan turun dari sini" ucap Riska tetap kekeh dan tetap Tersenyum licik
"cukup.. cukup, sampai kapan pun aku tidak akan kembali, dan tidak akan memberikan kamu kesempatan lagi" ucap Rayhan
__ADS_1
"terserah mas Ray saja kalau tidak ingin memberikan aku kesempatan, tapi jangan salahkan aku, bila aku akan selalu mengikuti mas sampai mas mau kembali lagi sama aku" ucap Riska
"cukup Riska, sekarang juga kamu keluar"
"aku bilang aku tidak akan turun, sebelum mas mau mengabulkan persyaratan ku" ucap Riska tetap kekeh
"sekali lagi aku juga bilang sampai kapan pun aku tidak akan kembali lagi kepada mu, karena aku sekarang sudah punya istri, dan aku sangat mencintai istriku, lebih dari apapun" ucap Rayhan
"aku tetap tidak percaya" ucap Riska
"terserah kalau kamu tidak percaya, tapi itu sebuah fakta, aku sudah menikah dan aku bahagia bersama nya...apa lagi yang kamu inginkan, itu tidak bisa kau ganggu" ucap Rayhan
"sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan dia, karena aku tau dia orangnya sangat baik, tidak seperti kamu" ucap Rayhan menunjuk ke arah Riska
"jadi sekarang juga kamu turun, dan jangan menggangguku lagi" lanjut Rayhan
"terserah mas tapi aku tidak akan turun, jadi mas antar aku pulang, atau kalau tidak mau, biar aku ikut sama mas kerumah mas, aku ingin ketemu sama keluarga mas" ucap Riska
__ADS_1
"Riska.... turun aku bilang" bentak Rayhan
"mas aku tidak akan turun, aku akan ikut sama mas Rayhan" jawab Riska menyilang kan tangannya
"cukup Riska... jangan ganggu aku lagi, aku sudah bahagia dengan kehidupan aku sekarang, jadi sekarang kamu menghilang seperti yang dulu" ucap Rayhan
"tidak... aku tidak akan pergi" kata Riska cuek dan menggelengkan kepalanya
"cukup Riska... jangan buat aku tambah emosi, sekarang juga kamu keluar.. kalau tidak jangan salahkan aku, kalau kamu tidak akan bisa bernafas lega lagi" ucap Rayhan menggertak Riska
"hemmm aku yakin mas, kamu tidak bisa melakukan itu sama aku" ucap Riska tersenyum licik dan melihat Rayhan
Plakkk
suara tamparan Rayhan yang mendarat di pipi Riska, sontak Riska langsung mengelus pipinya yang sakit dan memerah
Rayhan yang spontan menampar pipi Riska karena emosi langsung menatap tangannya dengan bergetar
__ADS_1
"mas... kenapa mas tega menampar aku" tanya Riska mulai menangis