Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Pindah Kamar


__ADS_3

☀️☀️☀️


keesokan harinya, setelah selesai sarapan Elsya dan Rayhan menuju taman belakang rumah untuk mencari udara segar


dan terlihat disana mereka berdua sangat mesra, berpelukan dan tangan Rayhan yang mengelus-elus perut istrinya yang sudah terlihat besar, dan sesekali mereka tertawa sangat bahagia


mereka berdua terlalu asik bercanda sampai-sampai mereka tidak merasakan kalau mereka sudah tiga jam berada di tempat itu, dan Nadia pun menghampiri mereka berdua


"aduh...aduh.. anak-anak bunda sepertinya bahagia banget sih, ada apa nih" ucap Nadia berjalan mendekati mereka


"hahaha, ini Bunda perut Elsya terlihat besar sekali, padahal kan baru lima bulan, tapi kok terlihat sangat buncit gini sih, kan lucu, kalau sudah delapan bulan gimana gede'nya tuh perut" ucap Rayhan terus tertawa


"husst... jangan bilang gitu, ini semua gara-gara kamu loh, yang buat Elsya seperti ini, emang kamu kira hamil itu gampang apa" ucap Nadia


"rasain tuh, kan Elsya sudah bilang jangan ejek Elsya terus, di marahi bunda kan" ucap Elsya membela

__ADS_1


"hehehe bukan itu maksud Ray bunda, maksud Ray itu, kok perut Elsya besar sekali sih, kan usia kandungan nya baru lima bulan, gimana kalau sudah delapan bulan sembilan bulan pasti tambah besar" ucap Rayhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"iya juga ya, padahal bunda waktu hamil kamu dan putra tidak Segede ini perutnya saat lima bulan kehamilan bunda, ini seperti umur delapan atau sembilan bulanan kalau bunda dulu mengandung kamu" jawab Nadia


"gitu ya Bun, tapi kok perut Elsya besar?" tanya Elsya tidak tau


"hmm entah lah" jawab Nadia menaikkan bahunya


"gimana kalau besok kita bawa kamu USG, kan selama kehamilan kita belum pernah USG jadi kita bisa tau anak kita jenis kelaminnya apa, dan apakah dia juga sehat seperti mammy dan Dedi nya" tanya Rayhan


"iya deh, kan besok kita semua akan kumpul, putra juga akan ada, jadi sekalian saja" jawab Elsya bahagia


"ya udah, kalian siap-siap gih ini sudah hampir jam sebelas loh, jam satu nanti kita akan berangkat ke Bandara, jadi kalian mandi dulu gih sana" ucap Nadia memperingati


"iya deh Bun, kita akan naik... yuk sayang" jawab Rayhan menuntun Elsya

__ADS_1


"oh iya Sya, jangan lupa Rita dan Kefin nanti di hubungi, nanti mereka lupa kalau kita berangkat jam satu" tanya Nadia


"iya bunda, mereka sudah tau kok, mungkin mereka akan datang setelah dzuhur nanti" jawab Elsya


"iya udah naik sana" tanya Nadia dan mereka langsung berjalan masuk ke dalam rumah


"oh iya sayang, apa Rita dan Kefin kuliah hari ini" tanya Rayhan


"iya kak, kemarin mereka bilang, mereka akan kuliah dulu, setelah selesai kuliah mereka akan pulang mengambil barang terus kesini" jawab Elsya


"oh ya udah, hati-hati naik nya sayang" ucap Rayhan saat menuntun istrinya naik tangga


"sepertinya kita harus pindah kamar sayang, melihat keadaan mu Sekarang ini, kamu tidak bisa naik turun tangga lagi, takutnya ada apa-apa, jadi sepulang dari Amerika, kita pindah ke kamar bawah saja.. nggak apa-apa kan sayang" tanya Rayhan saat mereka sudah berada di dalam kamar


"iya terserah kakak saja, bagaimana baiknya" jawab Elsya

__ADS_1


"Udah sana mandi dulu kak, aku mau istirahat dulu sebentar" ucap Elsya dan Rayhan pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri


__ADS_2