
"yang nelfon siapa Rin" tanya putra saat Rina mematikan teleponnya
"kakak ipar, katanya dia tidak bisa tidur kak" Jawab Rina
"kasian kakak ipar, pasti dia sangat khawatir dengan kak Ray sekarang" ucap putra
"kak Putra titik merah nya dekat dari sini kak, mungkin kak Rayhan ada di sekitar sini" kata Rina saat melihat titik merah di ponsel Putra
"stop kak Putra, kak Rayhan seperti nya ada di rumah ini, soalnya titik merahnya mengatakan demikian" kata Rina saat sampai di depan rumah Riska
di sana putra, Rina dan Kefin melihat mobil Rayhan yang terparkir di depan rumah seseorang, mereka pun turun dan membuka pintu gerbang rumah itu yang tidak di kunci oleh Riska tadi saat masuk, lalu mereka mencari keberadaan Rayhan
"kak mobil kak Rayhan ada di sini, tapi orangnya kemana" tanya Rina setelah dia membuka mobil Rayhan
"mungkin dia ada di dalam, coba kita lihat ke dalam" kata Kefin
__ADS_1
mereka pun mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada seorang pun yang membuka pintu itu
sedangkan Riska tidak mendengar seseorang yang dari tadi mengetuk pintu rumahnya karena keasikan mengambil gambar bersama Rayhan, Putra pun mencoba membuka pintu itu dan ternyata tidak terkunci
"loh ini tidak terkunci key, Rin" ucap putra saat pintu terbuka
"coba kita masuk" kata Rina Langsung berjalan masuk
"tapi Rin, ini rumah orang, apa dia tidak akan marah kalau kita masuk tanpa permisi terlebih dahulu" tanya Kefin dan putra mengiyakan
"tidak apa-apa, coba kita masuk dulu" kata Rina sambil berjalan menyusuri rumah yang tidak terlalu luas itu
"iya juga sih kak, terus bagaimana mobil kak Rayhan bisa ada di sini, tadi kan kata kak Ray dia mau bertemu klien di kafe tadi" tanya Rina
"aku juga tidak tau Rin, sebaiknya kita mencari kak Rayhan di kafe tadi, siapa tau saja kak Rayhan pergi bersama klien nya" kata Putra
__ADS_1
"iya sebaiknya kita cari di tempat lain saja, nanti yang punya rumah marah kalau kita masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi" ucap Kefin
"iya udah kita balik saja ke kafe tadi" kata Rina sambil berjalan keluar dan matanya masih melirik ke semua ruangan yang ada di rumah itu begitu pun dengan Kefin dan Putra
setelah mereka melewati ruang tamu Kefin melihat foto seorang perempuan yang tidak asing lagi dengan nya
"sepertinya aku pernah lihat perempuan yang ada di foto itu deh" tanya Kefin kepada Rina dan putra
"foto yang mana key" tanya Putra
"foto yang ada di atas tembok itu, apa cuman mirip saja ya" tanya Kefin lagi
Putra dan Rina pun langsung melihat foto yang di katakan oleh kefin tadi, mereka pun langsung membelalakkan matanya saat melihat foto perempuan itu adalah milik Riska
"itu kan foto Riska" tanya Rina
__ADS_1
"iya, berarti ini rumah Riska" jawab Putra
tak lama terdengar suara benda terjatuh di dalam kamar, yang di tempati oleh Riska, mereka pun saling menatap, dan bertanya-tanya di kepala masing-masing