Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
semua akan baik-baik saja


__ADS_3

jam 13:00 akhirnya Putra dan Rita Sampai di Indonesia dan dia juga baru keluar dari Bandara, menemui keluarga nya yang sudah menunggu di parkiran


di kejauhan putra dan Rita melihat keluarga nya yang sudah menunggu, saat Rita ingin menghampiri keluarganya dia pun langsung lari dan tak melihat kiri dan kanan ternyata ada mobil yang ingin keluar dari parkiran, alhasil Rita pun tertabrak mobil walaupun mobil itu tidak melaju kencang tapi karena kaget Rita pun terjatuh dan pingsan


"Ritaaa" teriak Putra kaget dan berlari menuju istrinya


Rayhan yang melihat kejadian itu langsung berlari menolong Rita begitu pun dengan Elsya dan Nadia yang tak kalah kagetnya


"sayang bangun" ucap Putra yang sudah memangku kepala istrinya


"kita langsung bawa ke rumah sakit, cepat angkat ke mobil" ucap Rayhan yang ikut panik melihat darah di jidat Rita


Putra dan Rayhan pun mengangkat Rita ke mobil dan langsung menuju rumah sakit terdekat


di perjalanan Elsya tak henti-hentinya menangis dan memanggil Rita untuk membangunkannya


"Rita bangun, Ta kamu jangan buat kita panik Ta, aku mohon kamu bangun Ta" ucap Elsya panik dan yang sedari tadi mengeluarkan kristal bening di matanya mengingat kembali kejadian saat ibunya juga di tabrak oleh mobil dan meninggal di saat itu

__ADS_1


"sayang kamu pasti kuat" ucap Putra


sesampainya di rumah sakit Putra pun langsung mengangkat Rita masuk ke rumah sakit sendiri karena sudah sangat panik di susul oleh keluarganya dari belakang


beberapa menit telah berlalu dokter yang menangani Rita belum keluar juga, sedangkan semua keluarga nya sudah pada gelisah, sedangkan Elsya, jangan di tanya lagi sedari tadi dia hanya menangis di pelukan bunda Nadia


"sudah nak, Rita pasti baik-baik saja kok, kita doakan saja semoga nggak terjadi apa-apa sama dia" ucap bunda Nadia


"kenapa harus keluarga ku yang selalu seperti ini bunda.... kenapa harus aku selalu melihat hal seperti ini, aku nggak ingin kehilangan orang yang aku anggap sebagai saudara ku lagi bunda, cukup ibu saja yang meninggal kan Elsya seperti itu, tapi Rita jangan, aku nggak ingin kehilangan lagi" ucap Elsya dalam pelukan mertuanya


"bagaimana aku bisa tenang, hal seperti Rita mengingat kan aku kembali kepada ibu, dulu ibu juga tertabrak mobil dan tidak selamat, aku nggak mau kejadian itu terulang lagi kepada Rita" ucap Elsya emosi dengan air mata yang keluar semakin deras


sedangkan putra hanya terdiam menunggu dokter keluar, dia juga tidak tau harus berbuat apa sekarang, karena sejujurnya dia juga sangat merasa khawatir dengan kondisi istrinya sekarang


tak lama dokter pun keluar dan semuanya langsung menghampiri dokter tersebut


"dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Putra sudah tak sabar

__ADS_1


"Alhamdulillah kondisi istri bapak baik-baik saja, tidak ada luka yang serius dan juga pasien pingsan karena hanya kaget saja" jawab dokter seketika semua pun merasa lega mendengar penjelasan dokter


"terus istri saya sudah siuman kan dok?" tanya Putra lagi


"istri bapak belum siuman, mungkin tunggu beberapa menit lagi dia akan siuman" ucap dokter


"tapi kami bisa jenguk kan dok" tanya Elsya


"bisa, tapi mohon jangan terlalu ribut, karena pasien harus istirahat dulu" ucap sang dokter


semua pun mengangguk mengerti dan masuk kedalam ruangan Rita sedangkan dokter kembali keruangan nya


Putra yang melihat istrinya tertidur hanya mengucapkan syukur kepada Allah dalam hati karena istrinya tidak terluka terlalu parah begitu pun dengan Elsya, dia juga sangat merasa lega, karena sahabat yang sudah di anggap saudara itu tidak mengikuti jejak ibunya yang harus meninggalkan Elsya untuk selamanya sendiri


putra pun langsung mencium kening istrinya karena sudah dibuat khawatir oleh istrinya itu, dan menggenggam tangan nya serasa tak ingin melepaskan nya walau sebentar saja


sedangkan bunda Nadia berdiri di samping kanan Rita dan mengusap rambut menantunya itu dan juga menciumnya

__ADS_1


__ADS_2