
"suara apaan tuh" tanya Putra mengecilkan nada bicaranya
"sepertinya dari kamar itu deh" kata Kefin menunjuk kamar yang tidak jauh dari tempatnya berdiri
"jangan-jangan, kak Rayhan ada di dalam kamar itu" ucap Rina lalu berlari menuju kamar Riska, di ikuti oleh Putra dan Kefin
di dalam kamar Riska menyimpan ponselnya di atas nakas dan tak sengaja menyenggol gelas sampai jatuh
"sial, untung saja mas Rayhan tidak bangun" umpat Riska
dan kembali melihat Rayhan lalu mencoba membuka ikat pinggang Rayhan dan saat Riska mencoba membuka resleting celana Rayhan dia pun mendengar suara orang berlari dari luar, dan tiba-tiba pintu pun terbuka, Riska langsung membelalakkan matanya saat melihat adik-adik Rayhan yang mendobrak pintu kamar nya dan masuk
"hey... dasar perempuan tidak tau diri kamu ya.. berani-beraninya kamu menyentuh kakakku" teriak Rina lalu menghampiri Riska yang masih kaget
"kalian.... kalian kenapa bisa ada di sini" tanya Riska gemetar
putra dan Kefin pun langsung menghapiri Rayhan
__ADS_1
"kak Rayhan, bangun kak Ray" ucap Putra membangunkan kakaknya
"kau apakan kakakku sampai dia pingsan seperti ini" teriak Putra emosi
"kalian jangan coba-coba untuk menyentuh ku, kalau tidak, aku akan melaporkan kalian, karena sudah masuk ke rumah orang tanpa izin" ucap Riska bangkit dan mencoba menghindar
"silahkan... silahkan kalau anda ingin melaporkan kami ke polisi, kalau bukan anda yang akan mendekam di dalam penjara" ucap Rina tak mau kalah
"hmmm, coba saja, polisi tidak akan percaya dengan kalian"
"beraninya kamu menyentuh kakak ku, aku tidak akan mengampuni kamu, perempuan p*l*c*r" teriak Rina yang kemudian merampas ponsel milik Riska di bantu dengan Kefin
setelah ponsel Riska berhasil di rebut oleh kefin Rina pun menghajar Riska habis-habisan sampai Riska tergeletak tak bisa melawan lagi
"dasar perempuan m*r*h*n, p*l"c*r kamu ya, saya sudah memperingatkan kamu, untuk tidak menganggu kak Rayhan lagi dengan keluarga nya, tapi sepertinya kamu tidak mau untuk mendengarkan nya" teriak Rina, masih menghajar Riska
"sudah Rin... sudah, biar polisi yang mengurus dia" kata Kefin menahan amarah Rina yang masih ingin menghajar Riska
__ADS_1
"tapi key dia sudah membuat kakak ku tidak sadarkan diri" ucap Rina masih sangat emosi tanpa melihat Kefin
"sudah Rin, sebaiknya kita tunggu polisi saja" ucap Putra
tak lama polisi pun datang dan langsung menahan Riska yang sudah tertatih untuk duduk
setelah Riska di bawa oleh polisi mereka pun langsung mencoba membangunkan Rayhan, tapi Rayhan tetap tak sadarkan diri
"bagaimana ini, kak Rayhan tidak bangun, apa kita bawa kak Rayhan pulang saja" tanya Putra
"tapi kak, kalau kita bawa kak Ray pulang, nanti kakak ipar curiga, karena kak Ray tidak sadarkan diri" tanya Rina
"kalau begitu lebih baik di rumah kamu saja Rin, nanti kita hubungi Elsya kalau kak Rayhan tidak bisa pulang karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan" ucap Putra
"iya sudah ayo angkat kak Rayhan biar aku yang bawa mobilnya dan sekalian menghubungi Elsya" kata Rina
lalu mereka mengangkat Rayhan masuk ke dalam mobil Putra dan membawanya ke rumah Rina agar Elsya tidak tau kejadian ini, dan tidak akan khawatir, lalu membahayakan kehamilan nya
__ADS_1