
kata Rayhan yang membuat semua orang kaget dan membelalakkan matanya, termasuk Rita dan Kefin yang sangat tidak percaya akan kebenaran yang di katakan oleh Rayhan
"bapak tidak sedang bercanda kan" tanya Rita tiba-tiba karena belum percaya
"saya sedang tidak bercanda, tentang hal ini" jawab Rayhan santai
"dan kamu, mulai besok jangan pernah injakan kaki mu lagi di kampus ini" ucap Rayhan menunjuk kepada siswi yang mencibir Elsya tadi
"tapi pak, bapak tidak berhak, mengeluarkan saya dari sini, karena bapak bukan pengelolah kampus ini" jawab siswi itu melawan
"hmmm siapa bilang saya tidak berhak, saya bahkan berhak dari pengelolah kampus ini, karena saya adalah pemilik kampus nya" jawab Rayhan, dan lagi semua orang heran akan kebenaran itu
dan Rayhan langsung masuk menemui istrinya bersama dokter di dalam ruangan di ikuti oleh Rita dari belakang
"dok bagaimana keadaan istri saya" tanya Rayhan khawatir
"bapak tidak perlu khawatir, istri pak Rayhan tidak apa-apa, dan sekarang dia sedang hamil" ucap dokter itu
dan seketika Rayhan langsung senang kegirangan tanpa sadar langsung memeluk dokter yang ada di depannya itu
"sungguh dok, istri saya sedang hamil" tanya Rayhan belum percaya
"ya pak, tapi untuk lebih detail sebaiknya bapak periksakan di dokter kandungan" jawab dokter itu
__ADS_1
"terima kasih dok... terima kasih" ucap Rayhan tak henti-henti
"baik kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter dan langsung ke luar
Rayhan langsung mendekati istrinya dan memegang tangan nya lalu mencium kening istrinya, Rita yang melihat dosennya yang sangat berbeda saat di kelas, hanya mengerutkan keningnya
"pak Rayhan, sejak kapan bapak menikah dengan Elsya" tanya Rita masih penasaran
"kami menikah sebulan yang lalu, dan maaf kami tidak mengatakan nya pada mu, karena Elsya takut, kalau kamu tau kamu akan marah dengan nya" jawab Rayhan
"dan juga dia sering bilang kalau kamu ingin sekali ke rumah keluarga Elsya, tapi dia selalu ingkar, ...itu semua karena dia belum bisa menjelaskan semuanya padamu" lanjut Rayhan
Rita pun mengerti, kenapa selama ini Elsya selalu ingkar janji padanya, tentang keluarga Elsya yang selama ini ingin dia tau
"kak Ray" ucap Elsya yang melihat suaminya di samping kanannya
"sayang, Alhamdulillah kamu sudah sadar" ucap Rayhan lalu mencium kening istrinya
"kak kepala aku kenapa pusing sekali" tanya Elsya karena belum melihat Rita
"kamu tidak apa-apa kok sayang" jawab Rayhan tersenyum
"kak aku takut kak"ucap Elsya langsung memeluk Rayhan
__ADS_1
"takut kenapa sayang" tanya Rayhan ikut memeluk istrinya
"tadi kepala aku pusing dan penglihatan aku juga sangat gelap kak" jawab Elsya masih memeluk
"sudah pelukannya, di sini juga orang loh, jomblo lagi" ucap Rita tiba-tiba
Elsya pun langsung melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Rita
"Rita... sejak kapan kamu di sini" tanya Elsya
"sejak kalian pelukan" jawab Rita ketus
"maaf Ta, aku tidak bermaksud menyembunyikan ini" ucap Elsya memegang tangan Rita
"ya aku sudah tau semuanya kok" jawab Rita tersenyum
"tapi lain kali, kamu harus jujur sama aku, kita sudah sahabat sejak lama loh Sya, masa masalah seperti ini kamu sembunyikan juga sama aku, dan yang paling parahnya kamu rebut pangeran aku tanpa aku tau" ucap Rita tetap tersenyum dan Rayhan juga ikut tersenyum melihat dua sahabat itu
"hmm maaf Ta, bukan aku yang merebutnya tapi dia yang merebut aku pada mu" ucap Elsya bercanda
"ya sudah, sekarang kita pulang ya, kamu harus istirahat di rumah" ucap Rayhan dan Elsya mengangguk
"Sya kemarin kamu janji kan, mau ajak aku kerumah keluarga kamu" ucap Rita
__ADS_1
"ya udah sekarang kamu ikut kerumah deh" jawab Elsya