Dosen Killer Menjadi Jodohku

Dosen Killer Menjadi Jodohku
Tak sadarkan diri


__ADS_3

Putra dan Rina segera menuju lokasi di mana titik merah berada, selama perjalanan mereka sedikit kesulitan untuk segera sampai di lokasi karena jalanan sedikit macet, apa lagi di sertai dengan hujan deras


"cepat sedikit kak" ucap Rina karena terburu-buru


"iya, ini lagi buru-buru, tapi sepertinya di depan sangat macet Rin" kata Putra


di perjalanan Kefin mendapat lampu merah, dia ingin pulang setelah keluar bersama teman-temannya, kemudian tidak sengaja dia melihat mobil Putra dari belakang, dan langsung menghampiri nya, lalu membuka kaca jendela mobil, begitu pun dengan Rina


"Rin, kalian mau kemana" tanya Kefin


"key, kak Rayhan seperti nya dalam bahaya" jawab Rina


"Apa.... terus sekarang kak Rayhan ada di mana" tanya Kefin lagi


"itu dia key, kita juga tidak tau, tapi kita sudah melacak keberadaan nya sekarang, dan kita ingin menuju kesana sekarang" jawab Rina lagi


"kalau begitu aku ikut sama kalian" ucap Kefin saat melihat lampu sudah berganti hijau

__ADS_1


~Di rumah Sanjaya~


Elsya sedari tadi memaksakan untuk memejamkan matanya, tapi dia tetap tidak bisa tidur, dia terus memikirkan suaminya yang belum kunjung datang


"kak Ray kamu ada di mana, kenapa belum pulang juga, setidaknya kamu bilang kalau mau pulang terlambat, terus kenapa juga nomornya mati" ucap Elsya yang sedang duduk di tepi tempat tidur nya, memikirkan suaminya


"Putra dan Rina, iya aku harus hubungi dia, agar mencari kak Rayhan" ucap Elsya dan mengambil ponsel nya di atas nakas, lalu menghubungi Rina


"halo assalamau alaikum Rin" ucap Elsya saat telfonnya sudah tersambung


"waalaikum salam iya ada apa Sya, kenapa kakak ipar belum tidur" tanya Rina


"oh kak Rayhan belum pulang?" tanya Rina, tidak ingin kalau Elsya mengetahui maksud nya keluar tadi


"belum Rin, aku minta tolong iya sama kamu, coba kamu ke kafe tempat kak Rayhan tadi bertemu dengan kliennya, apa dia masih di sana, soalnya nomornya tidak aktif" ucap Elsya


"iya kak, nanti aku akan kesana, kakak ipar tidak usah khawatir, sebaiknya kakak ipar tidur saja, ingat kesehatan kakak ipar lebih penting" kata Rina tidak ingin membuat Elsya sakit karena kepikiran Rayhan

__ADS_1


"iya udah terima kasih iya Rin, hubungi aku kalau kak Rayhan masih ada di sana" tanya Elsya


"iya kakak ipar... assalamu alaikum" ucap Rina lalu mematikan teleponnya


"waalaikum salam" jawab Elsya dan kemudian mencoba untuk tidur lagi


~di rumah Riska~


setelah Riska Sampai di rumahnya, dia pun mengangkat Rayhan dengan susah payah, yang belum sadarkan diri, Sampai di dalam kamar nya dan membaringkan nya, lalu mengambil ponsel Rayhan dan mematikan nya agar tidak ada yang bisa mengganggunya


"mas Rayhan sayang, malam ini kamu tidak bisa lagi meninggalkan aku.... kamu akan jadi milikku selamanya"


"malam ini kita akan bersenang-senang sayang, tidak lama kok, cukup malam ini aku jadi milikmu dan selama nya kita akan bersama" ucap Riska membelai rambut Rayhan


kemudian Riska keluar sebentar, tak lama dia kembali lagi lalu mengganti pakaiannya, dan naik ke atas ranjang di mana Rayhan terbaring


"sayang kita mulai sekarang iya" ucap Riska lalu membuka baju Rayhan

__ADS_1


setelah membuka baju Rayhan dia pun berbaring di samping nya lalu mengambil ponsel nya dan mengambil beberapa gambar, di dalam selimut dengan mesra, seolah-olah Rayhan yang melakukan itu semua


sehingga suatu hari Riska bisa memberikan bukti itu kepada Rayhan, saat Rayhan menolaknya


__ADS_2