
"kakak ipar, dia orang nya manis ya kak" ucap senyum Putra saat mobil Rita telah menghilang dari pandangan nya dan kembali duduk di ruang tamu bersama Elsya
"maksud nya.." tanya Elsya belum mengerti
"kakak ipar tidak pernah lihat sih saat dia marah sama aku gimana,.. kan aku pernah bilang, kalau dia marah itu, dia terlihat sangat manis dan lucu, dan lihat saja tadi... dia seperti nya malu gitu saat tau aku ini adiknya kak Rayhan, dosen dia dan adik ipar, kakak ipar, dia itu kelihatan sangat lucu loh kak" jawab Putra
"tapi apa benar kamu suka sama dia" tanya Elsya memastikan
"ya kak, ini adalah pertama kalinya aku merasakan bahagia saat melihat gadis dan itupun sama dia" ucap jujur Putra
putra memang tidak pernah menyembunyikan apapun kepada keluarga nya walaupun itu soal percintaan nya, dan kini Putra juga sudah percaya dengan Elsya, dan Elsya juga sudah menjadi bagian dari keluarga nya, maka dari itu dia bicarakan semuanya kepada Elsya
"ya sudah, kalian juga kan sudah saling kenal,... ya tinggal di deketin aja, siapa tau kalian berjodoh, tidak ada salahnya kan" tanya Elsya
"iya juga sih, kakak ipar betul" jawab Putra
__ADS_1
"oh iya Rayhan mana? kok tidak kelihatan dari tadi" tanya Putra
"oh kak Rayhan lagi di ruang kerjanya, mungkin dia sedang sibuk" jawab Elsya dan bersandar di sofa
"putra,... Elsya boleh minta tolong nggak" tanya Elsya manja
"minta tolong apa Sya" tanya balik Putra serius karena melihat tingkah Elsya
"aku tiba-tiba mau makan rujak, boleh tolong beliin nggak" jawab Elsya tetap manja
"oh.. kirain juga apa, tapi kenapa tidak sama bi Ina saja" tanya Putra
"ya udah biar Putra beliin di depan" ucap Putra dan berdiri
"terima kasih ya Putra" ucap Elsya bahagia
__ADS_1
"ya kakak ipar, putra tau kok ini pasti kemauan keponakan putra, ya kan" ucap Putra tersenyum dan Elsya ikut tersenyum dan mengangguk
"hmm belum apa-apa, dia sudah kerjain pamannya seperti ini" kata Putra menatap perut Elsya yang masih rata
"ya udah, Putra pergi dulu" ucap Putra dan berlalu meninggalkan Elsya
~di mobil Rita~
"ternyata Putra humoris juga, dia kok tidak malu sih minta di peluk juga saat ada Elsya di depannya, aku aja sebagai sahabat nya yang sudah bertahun-tahun malu, apa lagi dia, baru kenal sebulan lebih, tapi kok sama sekali tidak malu sih" ucap Rita sambil tersenyum
"tapi... kata Elsya, dia sedang menyukai seseorang, dan orang itu tidak lain adalah aku.. apa benar dia sedang suka sama aku, saat pertama kali kita bertemu di malam itu" ucap Rita mengingat sambil tersenyum- senyum malu
"dan kenapa sih, tadi aku bisa mencium pipi dia..... tapi itu kan aku tidak sengaja... dia aja tuh yang cari kesempatan.. ucap salam kok di telinga aku.. kan aku jadi kaget"
"aku kenapa sih, ingat dia terus, kan dia orang yang menjengkelkan" teriak Rita tapi hanya terdengar di dalam mobil saja
__ADS_1
"tapi di tidak menjengkelkan seperti itu kok, dia orangnya baik, dan lucu gitu" kata Rita lagi
"aaarrggg aku bisa-bisa jadi gila entar kalau ingat kejadian tadi" gerutu Rita dan menarik pelan rambut yang di pucuk kepalanya dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang